
Oki tarik paksa tangannya Anin, untuk Anin masuk kedalam mobilnya, karena Oki akan merusak Anin sebelum menikah dengan Andika.
" Masuk! Kamu bener-bener nekat yah Anin, untuk nikah dengan Andika beberapa hari lagi. kamu tidak menghargai perasaan aku sama sekali!." Bentak Oki penuh amarah, Oki langsung dorong badannya Anin untuk masuk kedalam mobil.
" Dasar gila! Saya menikah karena saya mencintai Andika, bukan hak kamu melarang saya mengerti!." Bentak Anin, yang berusaha untuk keluar dari mobilnya Oki.
" Lepasin Anin, kamu mau ngapain Anin?." Tanya Denada, berusaha untuk melarang Oki tutup pintu mobil.
" Pergi sana! Bukan urusan kamu mengerti, anak baru saja sudah ikut campur urusan orang lain!." Bentak Oki, Oki dorong Denada sampai jatuh ke tanah.
" Aduh perut saya sakit!" Teriak Denada, Denada merasakan perutnya sakit sekali disaat Oki dorong Denada sampai jatuh.
" Dasar gila, sekarang pergi dan jangan ada dihadapan saya, awas kamu jika temen saya kenapa kenapa!." Bentak Anin, Anin langsung keluar dari mobil dan pegang Denada berusaha bantuin pergi, dari mobilnya Oki.
" Anin, perut saya sakit sekali." Lanjut Denada dengan lirih, Denada tidak mengerti kenapa perutnya disaat terbentur pintu mobil langsung sakit luar biasa.
Anin mulai telefon Andika, supaya cepet sampai kampus karena Denada tiba-tiba merasa perutnya sakit.
Dilain sisi, Okta dan Salsa, periksa souvenir untuk pernikahan Anin dan Andika, yang sebentar lagi dilaksakan.
" Alhamdulillah, souvenirnya sudah selesai dan makanan juga sudah siap, tinggal tunggu waktu pernikahan mereka saja." Ucap Salsa lega, karena persiapan resepsi pernikahan anak- anaknya sudah selesai semua dan tinggal tunggu harinya saja.
" Iyah Salsa, saya juga merasa lega karena semuanya cepet disiapinnya, bener- bener hebat suami kita yah bisa disiapin dalam waktu sebulan." Ucap Okta bersyukur, mendapatkan besan yang mau siapin semuanya dengan cepat supaya masalah anak-anaknya cepet selesai.
__ADS_1
" Pulang yuk, anak-anak sebentar lagi kan pulang kuliah, pasti mau makan siang bersama kita kan." Lanjut Salsa, hari ini Salsa tidak masak sama sekali, karena Salsa harus melihat persiapan pernikahan Anin dan Andika.
Dilain sisi, Andika menerima telepon dari Anin, langsung panik karena Anin bilang kalo Denada merasa sakit diperutnya setelah di dorong oleh Oki.
" Laki- laki itu, bener-bener bahaya sekali, masih saja mengincar Anin padahal sudah tahu mau menikah juga, tapi Denada kenapa yah kok perutnya tiba tiba sakit." Ucap Andika, Andika walaupun kwatir tapi berusaha tenang bawa mobilnya, supaya tidak kecelakaan.
Dilain sisi, Gilang semangat ikut terapi jalan, supaya bisa cepat sembuh, dan bisa datang ke pernikahan Anin dan Andika.
" Bagus sekali, sudah ada perkembangan, sedikit lagi kamu akan sembuh, jika kamu terus belajar jalan seperti ini." Ucap Dokter ikut senang, melihat kondisi pasiennya yang sebentar lagi akan sembuh.
" Alhamdulillah, saya ingin sekali ke Jakarta Dokter, karena sahabat saya menikah dan mau datang Dokter." Ucap Gilang bahagia, Dengan kondisi kakinya sudah ada perubahan untuk bisa sembuh.
" Pantas saja, kamu mau terapi jalan setiap hari, ternyata mau datang ke ondangan ternyata." Lanjut Dokter, Dokter memberikan resep untuk Gilang tebus ke apotik.
Dilain sisi, Andika dan Anin kaget, mendengar hasil pemeriksaan Dokter kalo Denada lagi mengandung sudah empat minggu usia kandungannya.
" Lain kali hati-hati yah Bu, Jangan lagi kena benturan keras lagi yah Bu, karena akan membahayakan anaknya nanti." Ucap Dokter setelah periksa kondisinya Denada.
" Anak? maksudnya Dokter, saya lagi mengandung Dokter?." Tanya Denada tidak percaya, karena hasil pemeriksaanya kalo Denada lagi mengandung.
" Iyah Bu, usia kandungannya sudah empat minggu, tolong dijaga yah Bu supaya anaknya tetep sehat." Lajut Dokter langsung kasih resep dan rujukan untuk Denada, bawa ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lanjutan.
" Apa hamil!, wah Gilang harus tahu nih kabar baik ini!." Ucap Andika kaget dan ikut bahagia, karena Gilang sebentar lagi punya anak.
__ADS_1
" Tolong dijaga anaknya, Jangan lagi ada benturan keras kebagian perut, jangan sering jatuh, jangan setres, jangan terlalu cape, dan banyak makan yah Bu. supaya anaknya semakin sehat selama sembilan bulan." Lanjut Dokter, memberikan nasehat untuk Denada supaya bisa jaga anaknya dengan baik.
" Tenang saja Dokter, Kita akan jaga baik baik Denada supaya tidak sakit lagi." Ucap Anin yang janji, akan jagain Denada supaya tidak seperti tadi.
Dilain sisi, Bryn langsung bawa Oki keruangan Dosen, untuk tanyain sikap Oki tadi ke Anin dan Denada sampai kesakitan seperti tadi.
" Kamu disini, diajari dan di didik menjadi mahasiswa yang baik dan cerdas, bukan mahasiswa yang seenaknya. kamu sudah tiga kali mencari masalah dengan mahasiswa yang sama, apa kamu sudah bosan kuliah disini? Sampai mengulang kesalahan yang sama?." Tanya Rektor kampus, menatap Oki yang terlihat kepalanya menghadap ke depan.
" Ya masih betah dong Pak, kalo tidak betah ngapain saya kesini Pak, soal mahasiswa itu bukan urusan Bapak untuk ikut campur dan urusan Bapak cukup nilai saya sesuai setanda IPK disini." Ucap Oki dengan sombong, Oki anggap apa yang dilakukannya hal biasa dan tidak usah dipermasalahkan.
" Enak sekali kamu bicara seperti itu, dengan sikap kamu seperti itu membuat nama baik Kita jadi jelek, Sekarang teguran untuk kamu. Jika kelihatan lagi kamu sakitin temen kamu didalam kampus maupun diluar kampus, kamu akan kita usir dari kampus ini karena kampus ini tidak butuh mahasiswa nakal seperti kamu dan sakitin orang lain dengan seenaknya!." Tegas Rektor kampus, tidak akan memberikan kewajaran dengan sikapnya Oki yang seenaknya sakitin Anin dan Denada seperti tadi.
Oki mengepalkan tangannya, bener bener kesel karena Dosen dan Rektor kampus, ikut campur urusan pribadinya.
Dilain sisi, Denada setelah diperiksa oleh Dokter kandungan, Ajak Anin dan Andika makan di kantin rumah sakit.
" Temen-temen, saya jadi inget ucapan Gilang, dia minta saya ke US setelah dia ke luar negeri selama tiga bulan dan dia memberikan tabungan rahasianya untuk saya, supaya bisa dipakai untuk ketemu dia. Persiapan pernikahan kalian kan sebulan setelah Gilang ke luar negeri kan." Ucap Denada yang baru mengerti ajakan Gilang waktu itu, ternyata Gilang sudah memperhitungkan perkiraan Denada akan mengandung setelah Gilang pergi.
" Oh yah, Syukur lah kalo perkiraan Gilang tepat dan kalian bisa ketemu lagi. Semoga saja dengan kehadiran anak pertama kalian, membuat orang tuanya Gilang mau merestui kalian dan semoga mereka tidak tega untuk kehilangan cucu pertamanya. " Ucap Andika berharap, kalo anaknya Denada dan Gilang bisa dipertahankan sampai lahir kedunia.
" Amin amin, syukur lah kalo Gilang memberikan ATM rahasianya untuk kamu pakai, untuk kamu biayai kebutuhan kamu selama hamil dan Gilang kesini pasti bahagia sekali karena istri yang dirindukannya sudah mengandung.
" Iyah Anin, Alhamdulillah sekali akhirnya bisa punya anak juga, saya akan berjuang mempertahankan pernikahan dan kebahagiaan saya berama Gilang, dan akan berjuang mendapatkan restu dari mertua saya." Lanjut Denada berharap rumah tangganya akan kembali utuh, mendapatkan restu dari orang tuanya Gilang, dan pernikahan resmi bisa dilaksakan demi anaknya nanti melihat status orang tuanya yang menikah resmi.
__ADS_1