
Andika selama dijalan menuju pabrik kecap, selalu banyak tanya soal mata kuliah yang dipelajari oleh Anin, membuat Oki heran melihat Andika yang kepo dengan apa yang dipelajari oleh Anin.
" Sayang, aku pinjem yah buku kuliahnya, aku mau mempelajarinya juga" Ucap Andika sengaja, Andika setiap hari sempetin diri untuk baca baca buku nya Anin.
" Kamu kan kuliahnya beda dengan Anin, ngapain mau baca buku yang dipelajari oleh Anin? " Tanya Oki heran melihat Andika yang terlalu kepo.
" Kalo nikah saya akan menjadi pengganti jabatan ayah nya Anin, pas kita sudah lulus kuliah, jadi walaupun saya bukan satu kampus dengan Anin, tapi saya jadi tahu apa saja yang harus dikerjakan sebagai seorang pemimpin perusahaan ayah nya Anin. " Ucap Anin Dengan sombongnya, Andika tidak akan membiarkan Oki ada kesempatan deketin Anin.
" Boleh saja sayang, pas kamu anterin sampai depan rumah, akan aku kasih buku kuliah aku " Ucap Anin sengaja, Anin tahu maksud Andika dan berusaha ikutin keinginannya Andika yang membuat Oki cemburu.
" Kalian pacaran terus, halalin hubungan kalian kapan?" Tanya Sulis, melihat kedua sahabatnya betah sekali dengan status pacarannya dan tidak halalin hubungannya.
" Tidak tahu tuh Andika, masih saja nyaman dengan status pacaran " Protes Anin yang pura pura kesel
" Nanti saja, setelah lulus kuliah dan mampu untuk bantu kamu, sama sama jalanin perusahaan ayah kamu, mapan dan baru deh kita nikah." Lanjut Andika, Andika melihat Oki yang tidak nyaman dengan obrolan yang awalnya dengan pertanyaan Oki
__ADS_1
Oki menahan keselnya, mendengar setiap jawaban yang diberikan oleh Andika membuat Oki bener bener cemburu dan kesel mendengar nya.
Dilain sisi, Gilang dan Denada mencari danau untuk kerjain tugas berdua, tanpa diganggu sama sekali dengan siapapun.
" Sayang, kita kerjain tugasnya di danau yuk, sepertinya suasana tenang dan nyaman untuk kita." Ucap Gilang yang ingin ajak Denada jalan jalan sambil kerjain tugas bareng.
" Boleh saja sayang, aku juga suka dengan pemandangan danau bikin tenang." Ucap Denada yang mau saja diajak ke danau
" Oke gas." Lanjut Gilang, Gilang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk mencari danau yang sepi,suasananya indah dan udaranya sejuk.
" Apa yang kamu suka dari Anin? kamu kan tahu jika Anin sudah punya pacar, kenapa dengan mudahnya menunjukan rasa suka kamu dengan Anin? " Tanya Andika, Andika berusaha tenang dan tidak emosi berlebihan saat menghadapi orang yang menunjukan ras suka nya ke Anin.
" Senyum nya manis, suaranya imut, dan baik membuat saya kagum dengan Anin, selama pacaran bebas dong dideketin bukan suami juga kan, jangan jadi pacar Yang baperan melihat pacarnya punya sahabat cowok." Ucap Oki santai, tidak merasa bersalah sama sekali katena sudah kagum berlebihan dengan Anin.
" Kamu waras? sekarang saya balik posisinya, jika pacar kamu, saya kagumi dan saya tunjukin rasa kagumnya secara berlebihan apa kamu tidak marah dan tidak beranggapan jika saya mencintai pacar kamu bahkan mau merebutnya?" Tanya Andika serius tapi santai menghadapi Oki, yang egoisnya semakin keterlaluan.
__ADS_1
" Tentu waras dong, jika tidak waras tentunya saya tiddak akan kagumi pacar kamu, jika posisi yang saya rasakan dibalik? Tentu saya tidak akan terima pacar saya diganggu cowok lain, jangan berandai andai Andika, kamu kan beda kampus dengan Anin, anggap saja saya yang menjaga Anin, selama kamu kuliah dan jauh dari Anin, terus saya dengan senang hati akan menjaga Anin dengan memberikan perhatian yang lain." Lanjut Oki yang sengaja manas manasin Andika supaya kepancing emosi.
" Gangguan jiwa kamu!" Bentak Andika, yang mulai kepancing ucapan Oki, mana ada yang rela jika pacarnya diganggu secara terang terangan seperti Oki lakukan sekarang.
Andika tidak habis fikir dengan pola pikir Oki, yang mudah minta untuk jagain Anin selama ada dikampus, Oki fikir Anin perempuan apaan yang bisa berbagi hatinya. Andika memilih masuk kedalam pabrik untuk mencari dimana Anin dan Sulis berada, dari pada ladenin Oki yang semakin keterlaluan.
" Baru segitu saja sudah marah, bagaimana direbut beneran, bisa bisa gila dia kehilangan pacarnya " Lanjut Oki Dengan senyum sinis, melihat Andika masuk kedalam pabrik dengan emosi seperti itu
Dilain sisi, Anin dan Sulis, lega karena surat penelitian dari kampus, sudah diserahkan dan besok bisa melihat langsung pembuatan kecap.
" Anin, apa tidak masalah ajak, Andika ikut kerjain tugas seperti ini? saya takut jika Andika kepancing emosi karena ucapan Oki yang seenaknya?" Tanya Sulis, yang tidak tega melihat Andika yang pasti menahan cemburunya.
" Tidak kok, Andika tahu batasan dia untuk menahan amarahnya. lagian ini kan tugas kampus yang mentukan dosen dan tidak bisa ditolak sama sekali." Ucsp Anin yang sejujurnya tidak ingin membuat Andika harus selalu sabar hadapi Oki yang terang terangan menunjukan rasa kagumnya.
" Semoga tidak menimbulkan masalah yah Anin." Lanjut Sulis berharap hubungan Andika dan Andika baik baik saja, dan Oki tidak semakin keterlaluan sikap dan ucapannya ke Anin membuat Andika semakin marah
__ADS_1