DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Tentu bisa dong


__ADS_3

Anin dan Andika yang baru sampai rumah, mendapatkan kabar kalo Okta kangen dengan Anin dan Andika minta anak dan menantunya untuk nginep dirumahnya selama seminggu.


“ Anak anak, belanjaan kalian banyak juga yah” Ucap Salsa melihat Anin dan Andika masuk kedalam rumah, sambil bawa belanjaan


“ Iyah nih bunda, untuk cemilan, koskemetik, dan bahan  masakan untuk makan kita juga, oleh karena itu belanjaan kita sebanyak ini” Ucap Anin yang kasih lihat belanjaan untuk kebutuhan dapur berdua


“ Pasangan romantic kalian,belanja saja harus berdua seperti ini, bunda selalu seneng melihat kalian selalu kompak seperti ini, oh yah bunda Okta kangen dengan kalian, apa bisa sekarang kalian ke rumah bunda dan ayah? Kalian


bawa buku kuliah saja, soalnya kan baju kalian juga ada disisana kan?” Tanya Salsa, Salsa tidak pernah larang Anin untuk nginep di rumah mertuanya


“ Tentu bisa dong bunda,yah sudah kita rapihkan dulu belanjaan kita, rapihin buku kuliah, dan kita langsung jalan ke rumah ayah dan bunda untuk nginep disana selama seminggu” Ucap Andika bahagia sekali, karena ada kesempatan untuk Andika buat pulang dan ketemu dengan kedua orang tuanya.


“ Yah sudah, sana siap siap untuk pulang kampong, dan nanti bunda mau nitip makanan untuk bunda Okta supaya kalian bisa makan bersama sama di rumah yah” Lanjut Salsa yang sengaja masak udag, cumi, dan daging sapi.


“ Oke” Lanjut Anin langsung masuk kedalam rumah, membuat Andika ikutin Anin dari samping yang bawa belanjaan yang cukup banyak


Dilain sisi, Gilang dan Denada setelah selesai nonton film, langsung belanja buku untuk kuliah membuat Denada merasa tidak enak karena Gilang ajak belanja Denada untuk keperluan kuliahnya.


“ Bunda, mau beli buku tulis atau isi file?” Tanya Gilang, Gilang gandeng tangannya Denada untuk masuk kedalam toko buku


“ Tidak usah sayang, terimakasih tapi buku aku masih banyak sayang, lagian bunda sudah beliin buku kuliah untuk aku sayang” Ucap Denada selalu saja, menolak pemberian Gilang padahal apa yang diberikan Gilang sebuah


tanggung jawab seorang suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya.


“ Apa sih sayang, ngapain bunda yang beliin kebutuhan buku kuliah sayangnya aku? Itu sudah menjadi tanggung jawab aku, untuk memenuhi kebutuhan sayangnya aku, bukan lagi orang tua sayang.” Protes Gilang kesel, karena diam diam Sumini sudah beliin banyak buku untuk Denada


“ Maafin aku sayang, tapi memang sudah dibelikan oleh bunda sayang, kalo memang mau beli buku yah sudah hayo aku temani sayang” Lanjut Denada, merasa tidak tega karena menolak pemberian Gilang, tapi Denada sudah


janji dengan orang tuanya Gilang jika Denada tidak akan menerima pemberian Gilang karena sudah diberikan restu untuk menikah dan kuliah ditanggung sepenuhnya oleh orang tuanya Gilang

__ADS_1


“ Tidak jadi beli buku, kita pulang saja” Lanjut Gilang kesal, karena Sumini diam diam membelikan buku kuliahnya Denada, yang seharusnya menjadi tanggungannya Gilang


“ Iyah sayang” Lanjut Denada yang sudah tidak bisa menolak keinginannya Gilang lagi, karena sekarang Gilang lagi kesel dengan Denada.


Gilang selama perjalanan ke rumah tidak bicara apapun ke Denada, membuat Denada sedih melihat suaminya marah karena tidak jadi dibelikan buku tulis dan peralatan untuk kuliah


Dilain sisi, Okta bahagia sekali, melihat Andika dan Anin pulang juga ke rumahnya Okta, Anin merasa tidak enak karena mertuanya sudah merapihkan kamarnya Andika dan sudah isi kulkasnya didalam kamarnya Andika.


“ Hayo anak anak, masuk kedalam kamar kalian, kata bunda Salsa kalian habis belanja mingguan yah”  Ucap Okta yang langsung bukain kamarnya Andika


“ Iya nih bunda, soalnya sudah banyak yang habis soalnya, terus sekalian kita jalan jalan juga sih” Ucap Andika yang langsung simpan tas berisi buku kuliah, keatas meja belajarnya.


“ Bunda, kamarnya rapih sekali? Kenapa dirapihkan bunda? Padahal biarin saja kita yang rapihkan, saat nginep disini membuat Anin merasa tidak enak sama sekali jadinya” Ucap Anin melihat Kasur didalam kamar rapih, dan


tidak ada botol bekas makan sama sekali, waktu minggu kemarin Anin mau rapihkan dilarang oleh Andika disuruh langsung pulang


‘ Tidak masalah Anin, bunda seneng kok merapihkan kamar kalian, kulkas kalian sudah bunda isi makanan dan minuman, meja belajar juga sudah ada dua, sama seperti kamar kalian kan supaya barang barang kuliah kalian


“ Astaga bunda, jadi merepotkan sekali, tapi terimaaksih yah mau siapin ini semua untuk kita berdua” Lanjut Anin bahagia, karena Okta selalu memberikan perhatiannya ke Anin, tanpa Anin minta sama sekali


“ Sama sama sayang, yah sudah kalian istirahat saja dulu, nanti baru ngobrol bersama ayah dan bunda yah, setelah kalian istirahat,mandi, dan belajar yah” Lanjut Okta yang langsung keluar dari kamarnya Anin dan Andika,


supaya anak dan menantunya bisa istirahat


Andika melihat Okta sudah keluar dari kamarnya, langsung siap siap untuk tidur, tanpa ada niat untuk beberes dulu, Andika langsung Tarik badannya Anin untuk ikut rebahan.


“ Mamah sayang, tadi kan bunda bilang kita istirahat kan, beaarti kita merapihkan kamar ini nanti saja yah sayang, karena aku mau tidur sekarang” Ucap Andika, yang tidak ingin membiarkan Anin beberes dulu sebelum tidur


“ Manja sekali papah ini, baik deh kalo memang mau tidur dulu, yah sudah selamat istirahat papah sayang” Lanjut Anin langsung mencium keningnya Andika, dan pelan pelan untuk tidur.

__ADS_1


Andika tidak ingin membalas Anin,takut ganggu tidurnya Anin, dan berusaha untuk tidur.


Dilain sisi, Gilang marah dengan Sumini yang masih beliin buku kuliahnya Denada, padahal sekarang tanggung jawab yang memenuhi kebutuhannya Denada adalah Gilang sebagai suaminya.


“ Bunda, kenapa masih beliin buku kuliah untuk Denada? Padahal kan bunda tahu kalo sekarang tanggung jawab yang memenuhi kebutuhannya Denada kan saya sebagai suaminya, bunda beliin perlengkapan kuliahnya Denada, sama saja tidak menghargai saya sebagai suaminya Denada yang bisa memenuhi kebutuhannya Denada?” Tanya Gilang kesel, karena mertunya beli banyak perlengkapan kuliahnya Denada.


“ Maafin bunda nak Gilang, bunda kangen saja beliin buku  untuk Denada, bukan tidak menghargai nak Gilang sebagai suaminya Denada” Ucap Sumini berusaha tidak jujur, karena kedua orang tuanya Gilang melarang Denada menerima pemberian Gilang untuk memenuhi kebutuuhan perlengkapan kuliahnya Denada,dan harus Sumini yang


beli dari gaji yang selalu diberikan setiap bulan nya


“ Mmaaf terus bunda ini, selalu saja bunda yang beliin semua kebutuhan kuliah Denada, kenapa bunda tidak percaya jika Gilang mampu beliin juga?” Tanya Gilang yang tidak puas dengan jawabannya Sumini dan entah kenapa Gilang tidak sepenuhnya percaya dengan ucapannya Sumini


“ Sudah sayang, jangan marah terus dengan bunda, maafin bunda yang masih memberikan perhatiannya untuk aku, ke kamar yuk sayang soalnya kita kan belum belajar sayang” Ucap Denada, yang tidak sanggup melihat Gilang marah dengan Sumini karena beliin Denada buku dan peralatan kuliah lainnya.


“ Iyah sayang” Lanjut Gilang nurut saja diajak ke kamar, dari pada marah terus dengan Sumini yang masih memenuhi kebutuhan kuliahnya Denada


Gilang setuju untuk belajar dari pada semakin kesel dengan Sumini, yang selalu saja memenuhi kebutuhannya Denada dan jarang membiarkan Gilang yang memenuhi kebutuhan istrinya.


Dilain sisi, Sulis tidak sengaja melihat Oki ada ditoko bunga, membuat Sulis langsung mendekati Oki karena penasaran bunga yang dibeli oleh Oki.


" Oki, kamu beli bunga untuk siapa?" Tanya Sulis penasaran, karena Oki ke toko bunga


" Sial, ketahuan Sulis lagi, males sekali dengan perempuan baperan ini " Batin Oki melihat Sulis dengan tatapan sinis.


" Buat ayah saya, katanya beliau mau kasih suprise untuk bunda saya, jadi minta dipilihin bunganya oleh saya." Ucap Oki asal, tidak mungkin bilang untuk Anin bisa bisa Anin semakin marah, jika dikasihnya ketahuan Sulis dan akan ada ucapan lainnya


" So sweet sekali, yah sudah saya duluan yah, mau belanja bunga juga." Lanjut Sulis langsung jalan, masuk kedalam toko bunga, untuk pilih bunga yang lagi diinginkan oleh Sulis.


" Silahkan saja" Lanjut Oki tidak peduli, Oki mau cepat cepat pulang dari pada ketahuan bunga sebenrnya untuk Anin.

__ADS_1


Oki buru buru ke mobil, sebelum Sulis selesai, dan ingat bunga apa yang sudah dibeli oleh Oki sekarang


__ADS_2