
Anin yang penasaran dengan temen sekelasnya Andika, yang kecentilan dengan Andika, sengaja ke kampusnya Andika karena pulang kuliah lebih cepat.
" Untung lah, Andika belum pulang kuliah, bisa kasih suprize ke Andika dan berharap bisa lihat langsung perempuan yang mudos kasih nasi kotak untuk Andika tadi pagi " Batin Anin sambil melihat mobil nya Andika, yang masih terparkir dihalaman kampus.
Anin pura pura kasih tahu Andika untuk tidak di jemput oleh Andika, supaya kasih suprize ke Andika padahal Anin ada didepan kampusnya
Dilain sisi, Sumini menerima telefon dari kedua orang tuanya Gilang, selama ini Sumini selalu diam menerima bentakan dan hinaan dari besannya, baru hari ini Sumini, menjawab semua hinaannya.
" Sumini, sadar diri kamu berani sekali membiarkan anak saya memenuhi kebutuhan kamu dan anak kamu, kamu dirumah saya sebagai apa haha, enak sekali kamu mau manfaatkan anak ssya hah!" Bentak Bunda nya Gilang diseberang telefon, yang tidak terima jika Gilang menjalankan kewajibannya, memberikan nafkah untuk Denada.
" Kamu itu kan sudah kkta gaji untuk kerja yang bener, sudah mendapatkan hak kamu yang sesuai untuk urus anak saya dan anak kamu juga sudah mendapatkan keinginannya nikah dengan anak majikan, masih kurang apa yang kita kasih sampai kamu membiarkan ank saya yang beliin apapun yang dibutuhkan anak kamu, perempuan penghibur anak saya." Ucap Ayah nya Gilang diseberang telefon, yang tidak suka anaknya peduli dengan istrinya
" Sudah cukup yah kalian menghina dan merendahkan Saya seperti ini terus, enak sekali kalian bilang anak saya wanita penghibur anak kalian sadar, anak siapa yang suka dengan anak saya, anak siapa yang minta restu dan anak siapa yang minta nikah, saya sudah melarang Denada untuk menolak ajakan Gilang untuk nikah, karena tahu punya orang tua yang sombong dan dengan semudah nya merendahkan orang lain, saya kalo tidak kasihan Dengan Gilang yang tinggal sendirian disini tidak akan saya ijinkan nikah supaya bisa menjadi keluarga untuk Gilang dan membuat anak kalian bahagia tidak merasa kesepian dan kurangnya kasih sayang kalian. jangan kalian kira saya dan keluar dari sini hidup susah karena tidak ada pekerjaan sama sekali. jadi sadar diri siapa ulang butuh dan siapa yang rendah sebenernya." Tegas Sumini yang sudah lelah disalahkan dan dihina terus, karena Denada menikah dengan Gilang.
" Kamu saya pecat dan keluar dari rumah saya sekarang, bawa anak kamu sekarang, supaya tidak menjadi benalu untuk hidup anak saya terus dan anak kamu akan putus kuliah, tidak ada bersyukur kalian sudah dikasih hidup enak dan selalu Memanfaatkan anak saya terus. saya akan bawa Gilang supaya tidak dimanfaatin terus oleh kalian yang mau dikasih terus oleh anak saya" Tegas Ayah nya Gilang, yang sudah tidak ingin ribut terus dengan ART nya.
__ADS_1
" Tidak masalah, bawa sana anak kalian, ingat kalian sombong dan seenaknya tidak akan pernah bisa membeli ke bahagiiaan anak kalian, saya tidak masalah pergi dari sini karena saya bisa membuat anak anak saya bahagia didekt saya dan suami, membuat anak anak nyaman tidak seperti kalian yang punya anak satu saja tidak membuat Gilang bahagia dan nyaman dideket kalian. saya dengan senang hati berhenti kerja dirumah kalian" Tegss Sumini yang sudah lelah, selama ini selalu direndahkan oleh majikannya.
Sumini sejujurnya tidak tega membiarkan Gilang tinggal sendirian dirumah, sampai kedua orang tuanya datang, tapi Sumini tidak sanggup lagi jika setiap hari harus dihina terus oleh majikannya. Sumini matiin telefon dan mulai merapihkan barang barangnya supaya bisa kembali ke kampung.
Dilain sisi, Vivi melihat Anin ada didepan mobilnya Andika, merasa kesal sekali karena Anin pasti sengaja untuk susul Andika pulang bareng.
" Kamu pacarnya Andika yah, rajin sekali ke sini, memangnya tidak malu apa susul pacar terus ke kampusnya?" Tanya Vivi jutek melihat Anin yang sengaja jemput Andika
" Ngapain harus malu? selama saya tidak melakukan apapun disini, ngapain juga harus malu, beda kalo saya ke sini untuk merebut pacar orang dengan berbagai modus baru deh malu." Ucap Anin berusaha santai tapi ucapannya sindir Vivi, yang berusaha untuk deketin Andika selama ada dikampus.
" Tetep saja lah aneh, dasar tidak tahu malu datang jauh jauh kesini cuman untuk jemput pacar sendiri, harusnya Andika dong yang jemput pacarnya, jangan jangan Andika sudah tidak sayang yah dengan kamu membuat kamu rela kesini demi mendapatkan perhatian dari Andika, kasihan sekali" Lanjut Vivi sengaja mancing emosinya Anin.
" Usil sekali jadi perempuan? kamu cemburu dengan kehadiran Anin ke sini? suka suka dia lah mau kesini untuk bareng Andika, selama Anin kesini tidak bikin masalah ngapain dibikin ribet? usil sekali jadi perempuan? " Tanya Gilang melihat Vivi, yang tidak suka melihat Anin dikampus untuk jemput Andika untuk pulang bareng
" Saya ingetin, jadi lah temen yang bisa menghargai temen yang sudah punya pasangan, jangan diusilin seperti ini, terlihat norak dan kamu cemburu melihat perhatian yang berkkan oleh Anin, yang seharusnya malu itu kamu karena sudah usil dengan pacar orang" Tegas Denada menatap Vivi, yang terlihat marah dengan ucapan Gilang dan Denada
__ADS_1
" Biarin saja lah temen temn, sekarang kita pulang saja dan besok kan kita jalan jalan ke villa kan, butuh banyak istirahat sekarang buat tenaga kits untuk perjalan jauh. " Lanjut Anin yang merass Sudah cukup bicara dengan Vivi
" Kamu bener, yah sudah Anin dan Andika kalo begitu kita jalan duluan" Lanjut Gilang langsung ajak Denada untuk masuk kedalam mobil
" Jangan pernah usil lagi dengan pacar saya yah, kalo masih mau bertemn dengan saya dan jadilah temen yang sewajarnnya yah" Tegas Andika yang tidak ingin ada musuh selama kuliah, tapi Vivi semakin keterlaluan berbicara dengan Anin.
Andika langsung ajak Anin untuk jalan ke mobil, untuk makan siang bareng sebelum kembali ke rumah.
" Sial, jadi saya yang diucapin seenaknya dengan Andika, bagaimana bisa deketin Andika, jika Anin sering kesini." Ucap Vivi sambil melihat mobilnya Andika jalan meninggalkan kampusnya.
Dilain sisi, Occhi sedih sekali karena harus pergi selamanya dari rumahnya Gilang, karena kedua orangtuanya sudah berhenti kerja.
" Bunda, Ochi sedih sekali harus pergi dari sini padahal Ochi sudah betah tinggal disini." Ucap Ochi sedih, karena harus kembali ke kampung lagi
" Yah mau bagaimana lagi Ochi, dari pada setiap hari kita dihina dan direndahkan terus lebih baik sekarang kita pulang saja." Ucap Bunda nya Ochi, yang juga betah tinggal dirumahnya Gilang tapi mau bagaimana lagi, tinggal dirumahnya Gilang harga dirinya selalu diinjek injek oleh orang tuanya Gilang.
__ADS_1
" Sudah lah Ochi, ikhlas terima takdir kita yang harus meninggalkan rumah ini, dari pada kita dihina terus dan sekarang tinggal nunggu Denada untuk kita bareng bareng untuk kembali ke rumah kita. " Ucap Ayah nya Denada yang sudah tidak sanggup menahan emosi ny lagi
" Iyah ayah dan bunda" Lannjt Oki yang duduk diruang tamu, Oki sudah siap pulang tinggal tunggu kehadiran Denada untuk kembali ke rumahnya bareng bareng