DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Ada perempuan sampah


__ADS_3

Disaat Gilang dan temen-temennya menikmati sarapan, dikagetkan dengan kemunculan kedua orang tuanya Gilang yang muncul diruang makan. Membuat Gilang, Denada, Anin, dan Andika. Kaget melihatnya.


" Gilang! Kenapa ada perempuan sampah disini? Untuk Anin dan Andika kalian kesini untuk bulan madu kan? Selamat yah atas pernikahan kalian semoga langgeng sampai tua bersama sama. Gilang jelaskan kenapa perempuan sampah itu bisa ikut bulan madu temen-temen kamu?." Tanya Ayah Nya Gilang kaget, karena melihat Denada lagi, apa lagi Denada lagi menikmati sarapan bersama Gilang, Anin, dan Andika.


" Kalian sendiri, yang ajarin saya, lagi makan tidak boleh bicara sama sekali? Lebih baik diam dan nikmati makanan yang ada, nanti baru Gilang jelaskan semuanya." Ucap Gilang, yang berusaha tidak ingin ganggu Denada makan, cuman karena berdebat dengan orang tuanya, diwaktu yang tidak tepat sama sekali.


" Terimakasih doanya, insya Allah pernikahan kita bisa sampai tua bersama Tante dan Om."  Ucap Andika berusaha santai, melihat kedua orang tuanya Gilang, lagi marah karena kehadiran Denada yang tiba-tiba ada dirumahnya.


" Baiklah, Pelayan tolong ambilkan lauk yang ada dimeja untuk kita." Ucap Bunda Nya Gilang, kesal karena anaknya ajak Denada ke rumah tanpa ijin orang tua sama sekali.


" Baik nyonya, akan saya ambilkan nasi dan lauk untuk Anda dan Tuan besar sarapan." Ucap Kepala Pelayan, langsung ambilkan nasi beserta lauk untuk kedua orang tuanya Gilang.


Gilang melihat kedua orang tuanya, akhirnya makan dengan tenang setidaknya kedua orang tuanya, tidak ganggu Denada sarapan dan membiarkan Denada makan sampai kenyang.


Anin merasa bersalah, karena setuju Denada ikut ke US, tapi jika tidak ikut Gilang pulang, pasti kasihan anaknya nanti. Yang tidak memiliki status yang jelas kedua orang tuanya dan selalu dianggap aib keluarga.


Dilain sisi, Okta dan Salsa, petik buah setrawberry, di perkebunannya Haikal yang begitu banyak panen strawberry Nya.

__ADS_1


" Seger sekali yah, melihat buah baru panen seperti ini, bikin lapar saja melihatnya." Ucap Salsa, yang selalu senang melihat setrawberry yang baru panen.


" Selain itu juga, enak dilihat yah sekeliling kita strawberry yang masih fresh seperti ini." Ucap Okta yang langsung makan strawberry langsung dari pohonnya.


" Kalo ada anak-anak pasti mereka paling seneng, panen seperti ini dan mojok berduaan buat makan buah ini." Lanjut Salsa yang selalu ingat, setiap panen pasti ajak Anin ke villa untuk petik langsung buah strawberry yang Susanto tanam sendiri.


" Betul itu, karena Andika raja modus, pasti selalu seperti itu ada saja momentum untuk romantisnya bersama Anin." Ucap Okta yang sadar, kalo Andika semenjak menikah jadi sering modusin Anin, dan jadi bisa membuat kata-kata puitis untuk istrinya sendiri.


Okta dan Salsa, petik strawberry sambil ngobrol tentang Anin dan Andika, juga ngobrolin suami masing-masing.


Dilain sisi, Andika ajak Anin jalan-jalan, supaya tidak denger apapun yang dibicarakan Gilang dan kedua orang tuanya diruang keluarga.


" Iyah sayang, Aku mengerti kok dan aku tahu tujuan Denada ikut kesini kan memang untuk minta restu langsung dan juga bahas masa depan rumah tangganya bersama Gilang." Ucap Anin yang mengerti, tujuan Denada ikut ke rumahnya Gilang.


" Yah sudah yuk, lanjut jalan-jalan berdua, lagian masih jam segini juga kan sayang." Lanjut Andika yang mau ajak Anin, jalan-jalan disekitar rumahnya Gilang supaya tidak kesasar.


Dilain sisi, Gilang menceritakan apa yang Gilang lakukan, Dua hari sebelum Gilang dipaksa ikut keluar negeri.

__ADS_1


" Gilang sudah memprediksikan jika Denada akan mengandung, dalam waktu tiga bulan dan minta Denada kesini untuk kasih kabar gembira. Dan ternyata Tuhan kabulkan keinginan Gilang untuk membuat Denada mengandung dan Gilang ingin pernikahan Gilang dan Denada bisa melakukan pernikahan resmi." Ucap Gilang berharap, kali ini orang tuanya, membiarkan Gilang bahagia dengan caranya sendiri.


" Denada ikut kesini untuk minta restu kalian, ijinkan kita nikah resmi demi masa depan cucu kalian dan tidak dianggap menjadi aib keluarga, karena Denada dan Gilang tidak menikah resmi. Jadi Denada mohon kali ini, berikan restu kalian demi masa depan cucu kalian dan Denada akan mempertahankan anak pertama Denada ini." Ucap Denada, berusaha tidak sedih dan tidak terlihat memohon supaya tidak dihina lagi.


" Kalian ini!, selalu saja memaksa keinginan kalian sekali, sadar tidak sih jika kalian itu beda jauh status sosial kalian dan Denada tidak pantas kamu bersanding dengan majikan kamu, kalian pacaran dan nikah sirih selama di tanah air saja kita sudah merasa malu, apa lagi kalian minta restu dengan alasan Denada lagi mengandung, semakin bikin malu saja kalian ini!." Protes Ayah Nya Gilang kesal, tidak habis pikir anaknya mempertahankan pernikahannya dengan gadis kampung dan tidak melanjutkan sekolahnya karena biaya.


" Gilang tidak peduli dengan ucapan orang lain, sekarang yang Gilang ingin kan kalian berikan restu, dan bantu Gilang siapin pernikahan sebelum anak Gilang lahir. Gilang nurut ikut kesini dan Gilang nurut kalian sibuk kerja, ketemu Gilang disaat pagi sebelum berangkat kerja dan pulang kerja pun cuman setengah jam itu juga kalo Gilang belum tidur. Biarkan Gilang menikah supaya tidak merasa sendirian dan merasa kesepian karena tidak ada siapapun dirumah ini." Lanjut Gilang semakin yakin, mempertahankan pernikahannya karena Denada menjadi istri bener-bener, istri yang rajin, bisa urus suami, Denada nurut apapun yang Gilang bilang ke Denada.


" Dasar muka tembok, Silahkan lah kalian menikah tapi menikah disini, tidak usah ajak orang tuanya Denada kesini sama sekali. Karena akan membuat kita malu sekali, terus kalian kuliah disini, Denada selama mengandung tidak ada alasan tidak belajar sama sekali, karena biaya kuliah itu mahal jadi tidak bisa seenaknya. Denada yang membersihkan baju Gilang dan juga masak untuk Gilang makan. Tidak boleh perintahkan pelayan disini!." Tegas Bunda Nya Gilang, yang akhirnya setuju Gilang dan Denada nikah resmi dari pada nama baik keluarga rusak, karena kehadiran cucu yang tidak diinginkan.


" Alhamdulillah yah Allah, terimakasih Bunda atas restunya, Insya Allah Denada akan menjadi istri yang baik untuk Gilang." Ucap Denada bahagia, akhirnya mendapatkan restu juga, setelah sekian lama dan rela menjalankan aturan yang diinginkan mertuanya.


" Terimakasih Ayah dan Bunda, Gilang akan rajin belajar, dan Gilang akan menjadi suami yang baik untuk Denada dan Ayah yang baik untuk anak Gilang saat lahir nanti." Lanjut Gilang bahagia, karena akhirnya mendapatkan restu juga dari orang tuanya dan rencananya berhasil membuat Denada mengandung.


Dilain sisi, Andika kasih bunga mawar untuk Anin, disaat Anin dan Andika main ayunan berdua. Andika mendapatkan ijin untuk ambil bunga mawar satu tangkai untuk diberikan ke Anin.


" Terimakasih Mamah sayang, sudah menjadi istri yang setia, selalu tegur Papah setiap ada kekurangan dan selalu ada untuk Papah selama Dua tahun pernikahan kita sayang." Ucap Andika bersyukur, punya istri pengertian, rajin, dan selalu sabar hadapi tingkahnya Andika yang suka berlebihan.

__ADS_1


" Sama-sama sayang, Pernikahan kita pantas untuk dipertahankan sayang, karena Papah menjadi suami yang sempurna untuk Mamah selama ini, tidak ada alasan Mamah mengkhianati pernikahan kita sayang. Tidak menyangka yah jika kita dipersatukan karena sering pulang malam, karena kelamaan belajar bersama, Mamah bahagia sekali menikah disaat kita masih sekolah sayang, kita bisa belajar selama dua puluh empat bersama, mau pergi lebih bebas, dan melakukan kegiatan apapun berdua selama dua puluh empat jam, membuat aku bahagia sekali bersama Papah." Ucap Anin yang merasa bahagia, punya pasangan hidup yang pengertian, sabar, dan rajin seperti Andika.


__ADS_2