DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Salah jatuh cinta


__ADS_3

Oki melihat Anin jalan keluar dari pabrik kecap, bersama Sulis dan Oki yang baru selesai kerjain tugasnya


" Sayang, kita cari makan yuk, aku sudah lapar sekali" Ucap Anin dengan manja, Anin gandeng tangan nya Andika


" Boleh sayang, ya Sudah Sulis dan Oki kita duluan yah. " Ucap Andika, yang membiarkan Anin gandeng tangannya dengan manja manja.


" Yah sudah kalo begitu, saya duluan pulang kalo begitu, sampai jumpa besok Anin di kampus." Ucap Sulis yang berusaha mengerti, kalo Anin ingjn makan berdua dengan Andika dan tidak ingin diganggu sama sekali.


" Sampai jumpa besok Sulis. " Lanjut Anin yang langsung jalan ke kursi disamping pengemudi


Andika melihat Oki buang muka, berusaha tidak peduli selama Oki tidak pancing emosi Andika sama sekali. Andika langsung masuk kedalam mobilnya untuk melanjutkan perjalanan menuju cafe yang Anin inginkan


Dilain sisi, Sumini mendapatkan transferan dari orang tuanya Gilang, membuat Sumini Tidak bahagia menerima gaji dari orang tuanya Gilang.


" Alhamdullah gaji kita sudah dikirim oleh nyonya dari luar negeri, tapi uang belanja selama ini masih utuh karena nak Gilang saja tidak pernah makan di rumah selama nikah dengan Denada selalu makan diluar rumah terus kan " Ucap bik Sumini yang sudah pisahin uang belanja untuk Gilang makan dan uang belanja masih utuh.


" Apa tuan muda, Tidak enak melihat bunda masak untuk tuan muda setiap hari, membuat Tuan muda tidak ingin makan dirumah?"Tanya Ochi melihat tuan muda, yang merasa sungkan karena mertuanya sendiri masih menjadi ART nya.


" Apa mungkin ya Ochi, yh sudah deh kita jalanin saja kehidupan ini, jika memang tuan muda merasa sungkan yah mau bagaimana lagi kan. tapi setiap hari wajib tanya tuan muda mau makan apa, kita jangan mengabaikan tanggung jawab kita unruk memberikan kebutuhan makan untuk tuan muda setiap hari nya. " Lanjut Sumini, yang merasakan sikap Gilang seperti menghindar setiap hari nya.


" Pasti bunda, tapi yah sudah deh mau bagaiman lagj kan bunda, rasa tidak nyaman itu pasti ada bunda dan rasa sungkan pasti dirasakan oleh ka Gilang, yang sudah tahu orang tuanya mempermalukan kita sebagai ART nya, membuatnya ka Gilang mau anggap kita sebagai keluarganya merassa tidak enak dan tidak berani membuat ka Gilang seenaknya dia." Protes Ochi, yang sudah menduga Gilang jaga jarak karena merasa tidak nyaman sama sekali.

__ADS_1


Dilain sisi, Denada dan Gilang jalan jalan ke Mall, karena Gilang mau beli sepatubunda untuk olahraga basket.


" Sayang bagus tidak?" Tanya Gilang kasih lihat kaos olahraga ke Denada, yang sengaja belanja kaos olahraga sebelum ke kampus, supaya sampai di kampus olahraga dulu baru masuk kelas.


" Bagus sayang, warnanya manis warna biru muda." Ucap Denada berharap Gilang tidak beliin Denada baju atau apapun


" Bunda, tidak beli kaos olahraga? mau olahraga bareng aku tidak? jadi setiap hari libur atau tidak ada jadwal kuliah?" Tanya Gilang yang kepingin olahraga basket bersama Denada di rumah


" Tidak ah sayang, aku paling suka olahraga renang saja sayang, lebih romantis bersama ayah. " Lannjut Denada malu, karena lebih seneng olahraga renang karena bisa saling modus


" Itu sih aku juga seneng sayang, baik lah jika bunda paling seneng olahraga renang, yuk ke kampus sayang sebelun kita kesiangan masuk kelasnya." Lanjut Gilang, sejujurnya kesel karena Denada tidak mau dibelikan kaos olahraga tepi setelah dengar alasan Denada membuat Gilang jadi kepingin renang sekarang


Gilang langsun ajak Denada untuk jalan ke mobil, setelah Gilang belanja baju olahraga.


" Papah, tadi Oki nembak aku dan dia rela jadi yang kedua, demi bisa merebut aku dari papah sayang dan katanya mumpung belum nikah wajar punya selingkuhan." Ucap Anin, sampaikan apa yang dibilang Oki tanpa ada yang disembunyikan sama sekali.


" Sembarangan dia, tapi kasihan sih Oki salah jatuh cinta justru dengan istri orang, yang dia kira kita masih pacaran, tapi terimakasih yah mah karena mau setia dengan aku." Lanjut Andika bahagia, karena Anin berani jujur dan berani tolak ajakan Oki untuk khianati pernikahannya.


" Sama sama sayang, karena papah selama menjalankan rumah tangga, tanpa ada ribut dan papah tidak egois membuat aku yakin untuk setia sayang dan papah pantas untuk mendapat rumah tangga kita tanpa ada orang ke tiga apapun alasannnya." Lannjut Anin, tidak tega mengkhianati Andika suami yang tidak pantas di sakiti perasaannya.


Andika terharu dengan Anin yang mau setia, dan tidak main api dibelakang. Andika ngelus rambutnya Anin karena bahagia denger alasan Anin mau setia.

__ADS_1


Dilain sisi, Oki yang kesel, karena cinta nya ditolak lagi oleh Anin, membuat Oki melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


" Sial sial, kenapa tuh cewek tidak mau berbagi hati sama sekali, padahal saya cinta sekali dengan Anin." Teriak Oki kesel, karena cinta nya langsung ditolak oleh Anin, Oki ngebut untungnya pas jalan sspi membuat Oki berani ngebut.


Dilain sisi, Anin ingin sekali tahu kampusnya Andika, membuat Anin minta Andika untuk ikut ke kampusnya.


" Pah, aku ingin sekali tahu kampus papah apa boleh ikut ke kampus? Aku tunggu papa sampai pulang kuliaah apa boleh? " Tanya Anin yang ingin melihat langsung, temen teman nya Andika.


" Boleh saja sayang, tapi mamah mau nunggu sampai malam dimana sayang? aku seneng saja ditemani mamah, sekalian kita makan malam bareng?" Tanya Andika yang seneng saja, ditemani oleh Anin sampai malam.


" Aku bisa tunggu didalam mobil atau ke cafe jika aku merasa lapar, atau aku bisa ke warnet untuk belajar dan saat aku kebelet bisa di warnet kan sayang, supaya aku tetep disini." Lanjut Anin yang tidak merasa keberatan nunggu didepan kampusnya Andika


" Iyah sudah deh mah, jika itu mau mamah boleh saja sayang, nanti makan malam kita di kantin kampus aku sayang" Lanjut Andika bahagia karena Anin mau tungguin Andika sampai jam kuliah selesai.


" Sayang, semangat belajar nya yah, aku nunggu papah disini sampai malam " Lanjut Anin mencium keningnya Andika, sebelum Andika turun dari mobil sambil jalan masuk kedalam kampusnya.


Dilain sisi, Denada merapihkan bajunya sebelum turun dari mobil, membuat Gilang menghentikan aksi isengnya ke Denada karena sudah sampai di parkiran kampus.


" Kita lanjut pas pulang kuliah yah sayang" Ucap Gilang melihat Denada yang sibuk merapihkan bajunya.


" Tentu boleh sayang, yah sudah turun yuk sudah sampai kampus juga. " Ucap Denada sambil melihat lipstiknya tetep aman, tidak berantakan sama sekali.

__ADS_1


Gilang bahagia karena Denada mau melanjutkan pas dirumah, karena didalam mobil tidak bebas dan tidak banyak gerak


__ADS_2