
Andika merasa lega karena akhirnya jam istirahat tiba juga, membuat Andika buru buru merapihkan mejanya karena mau jemput Anin yang sudah menunggu lama diparkiran.
" Mau kemana Andika? buru buru sekali sih?" Tanya Gilang melihat Andika, yang buru buru merapihkan mejanya.
" Mau jemput Anin, dia lagi di parkiran sekarang, mau makan malam bersama di kantin kampus" Ucap Andika, sejujurnya tidak tega membuat Anin kelamaan di depan kampus sampai jam pelajaran selesai
" Kok bisa ada Anin? dalam rangka apa Anin, nungguin kamu?" Tanya Gilang, heran karena Anin mau saja temani Andika.
" Nanti juga tahu kok, kita nanti ketemu di kantin yah" Lanjut Andika, yang langsung keluar kelas dan jemput Anin untuk makan malam bersama.
" Andika mau kemana? sepertinya buru buru sekali?" Tanya Vivi yang melihat Andika keluar duluan dari kelas.
" Mau jemput pacarnya, buat makan malam bersama di kantin. " Ucap Denada, Denada yakin jika Vivi cemburu karena pacarnya Andika, ada didepan kampus
" Idih, ngapain sih pacarnya Andika ke kampus? sampai mau makan malam bersama di kampus lagi?" Tanya Vivi dengan judes dan tidak suka dengan kehadiran Anin
" Suka suka Andika lah, selama tidak ganggu mahasiswa yang lain, sih terserah Andika saja oh yah jangan ingat kan, jangan coba coba deketin Andika dengan berlebihan, karena dia sudah punya calon istri dan tolong hargai statusnya Andika yang sudah punya pacar." Tegas Gilang, Tidak ingin jika Vivi merusak hubungannya Andika dan Anin
" Apa sih tidak jelas deh" Protes Vivi kesel, Vivi langsung keluar kelas dari pada dibuat malu oleh Gilang.
__ADS_1
Gilang berharap jika Vivi, tidak nekat untuk merusak hubungan nya Anin dan Andika.
Dilain sisi, Andika setelah masuk kedalam mobilnya langsung mencium wajah istrinya, yang bener beenr tepati janji untuk tidak rewel dan mau tungguin Andika.
" Makasih yah mah, mau tungguin aku sampai jam segini, aku terharu sekali karena mamah tidak merasa bosan sama sekali." Ucap Andika, yang kagum karena Anin mau didalam mobil selama beberapa jam sampai Andika pulang kuliah.
" Sama sama sayang, sebagai istri, wajar jika temani suaminya kuliah sampai malam dan Aku juga jadi belajar juga kan, diam diam vidio call selama jam pelajaran kan." Ucap Anin berusaha nahan geli dan membiarkan Andika, melakukan apapun yang diinginkan.
" Ya ampun so sweet sekali Sayang, yah sudah kita makan sekarang di kantin kampus." Lanjut Andika yang berhenti isengnya karena Sudah merasa lapar sekali.
" Iyah dong harus so sweet dengan suami Sendiri, yuk sayang makan karena aku sudah lapar sekali sayang." Lannjut Anin, yang merapih baju dan makeup nya sebelum masuk kedalam kampusnya Andika, untuk makan malam bersama.
"Anin mana? dari tadi tidak melihat Anin saama sekali?" Tanya Salsa yang tidak melihat Anin sama sekali.
" Anin lagi di kampusnya Andika, Karena Andika kan selalu ke kampus nya Anin untuk antar dan jemput kan, nah hari ini mendadak Anin mau merasakan temani Andika di kampus nya dari siang sampai malam, untungnya Anin ada tugas kampus, jadi anteng deh di kampusnya Andika." Ucap Okta terus terang dan merasa menantu nya so sweet sekali ke Andika
" Pantss sekali, kamarnya sepi dan tidak ada mobil nya Andika sama sekali, mungkin supaya tidak bosan bosan juga karena tidak ada Andika di rumah kan." Lanjut Salsa yang mencari Anin di kamarnya pantas kosong ternyata, Anin ada di kampusnya Andika.
" Untungnya Anin seperti ini, mereka sudah resmi menikah yah dan tidak masalah jika Anin pulang malam juga, apa lagi bersama Andika jadi suka suka mereka." Ucap Susanto lega, karena disaat Anin tungguin Andika sampai selesai kuliah disaaat Anin dan Andika sudah resmi menikah.
__ADS_1
" Bener itu Susanto, mana berani juga membiarkan Andika pulang kuliah bersama anak orang hampir seharian bahkan diantar pulang malam malam." Ucap Haikal
Haikal, Okta, Salsa, dan Susanto. makan sambil membicarakan anak dan menantunya, apa lagi Yang sekarang Anin lakukan untuk tungguin Andika di kampusnya
Dilain sisi, Vivi melihat Andika duduk dibangku bersama perempuan yang digandeng tangannya dan duduk bersma Gilang dan juga Denada di kantin kampus.
" Pacarnya biasa saja, cantik juga saya dan lebih putih juga saya.tidak malu apa bawa pacarnya ke sekolah untuk makan malam bersama" Batin Vivi menatap Anin dengan tatapan tidak suka sama sekali.
" Itu kan Anin, temen SMU saya, mereka masih pacaran dan awet sekali hubungan merrka." Ucap Dewi temen sekolah nya Anin dan Andika.
" Apa mereka selama SMU suka berantem?" Tanya Vivi yang ingin Memanfaatkan kelemahan Anin untuk merebut Andika.
" Mereka tidak pernah berantem sama sekali, bahkan saat lulus SM dinobatkan sebagai pasangan paling romantis waktu SMU" Lannjut Dewi, yang setiap hari melihat Anin dan Andika selalu akur akur saja
" Susah dong mau deketin Andika, jika saya tidak tahu kelemahan pacarnya seperti apa." Protes Vivi kesel karena tidak jadi dekati Andika, karena tidak Anin ada di kampusnya sekarang.
" Yah begitu lah, buruan pesan makanan dari pada melihat Anin dan andika terus, tidak membuat kita kenyang juga." Lannjut Dewi sudah merasa cukup ikutin Vivi untuk lihatin Anin lagi makan bersama Andika.
Dewi langsung jalan ke stand makanan, untuk pesan makanan karena sudah merasa lapar sekali.
__ADS_1