
Oki melihat Anin turun dari mobilnya Andika, merasa cemburu melihat betapa perhatian nya Andika ke Anin.
" Sial, harus nahan cemburu seperti ini, apa menjadi selingkuhannya Anin, bisa nahan cemburu yah dan tidak sakit hati melihat Anin lebih diperhatikan oleh Andika" Batin Oki yang ragu, mau menjadi selingkuhannya anin.
" Kita mau berangkat jam berapa jalannya? Katanya Sulis sudah ada disana, karena diantar oleh saudaranya?." Tanya Anin yang melihat Oki diam saja, didepan kampus sambil duduk santai.
" Sekarang juga boleh, padahal enakan saya berangkat bareng, tidak ribet seperti ini. " Ucap Oki melihat Andika, yang setia dan mau repot anterin Anin kuliah bahkan ke tempat tugas kampus pun ditemani oleh Andika.
" Enakan di kamu, tapi tidak enak di kita, pengen sekali modusin pacar orang lain? Cari cewek jomblo saja sih, dari pada masih cinta dengan pacar orang lain, malu kali dianggap pengganggu dan dianggap mau merebut pacar orang?" Tanya Andika, Andika berusaha terus terang, tapi tidak kepancing emosi.
" Apa sih kamu, yah sudah Anin, kita ketemu disana saja." Protes Oki kesel, karena Andika sudah mulai sindir Oki terang terangan didepan Anin.
" Oke deh, Andika sayang, sekarang Kita ke tempat aku kerjain tugas kelompok." Lanjut Anin, yang langsung ajak Andika masuk kedalam mobil, dari pada kelamaan ngobrol, bisa bisa emosi dengan Oki.
" Sial, Anin jadi ikutin pacarnya jadi rese seperti ini. Kenpa sulit sekali menaklukan hatinya Anin, kalo Anin sendiri seperti ini terus." Batin Oki kesel, karena Anin tidak pernah bela Oki sama sekali tapi justru belain Andika terus
Oki langsung naik motornya untuk susul, kedua temennya yang memilih jalan sendiri sendiri untuk kerjain tugas dari dosen.
Dilain sisi, Anin melihat Andika tenang, stelah ketemu dengan Oki tadi di kampus.
" Papah tidak marah sengan sikapnya Oki yang keterlaluan?" Tanya Anin menatap Andika, Yang fokus bawa mobilnya.
__ADS_1
" Selama bisa dihadapi dengan tenang, aku tidak akan marah sayang, lebih penting selama sikap dan ucapannya tidak berlebihan yah aku tidak akan marah sayang, jadi mamah bisa berteman dengan Oki, dengan batas yang wajar sayang." Tegas Andika, Andika tidak ingin menjadi suami yang seenaknya dan cemburuan, bisa bisa Anin tidak nyaman dengan sikap dan ucapan Andika yang berlebihan.
" Iyah sayang, aku lega karena papah bisa kontrol emosi papah, aku semakin cinta saja dengan papah yang semakin bijaksana dan tenang menghadapi cobaan yang ada." Lanjut Anin, yang tidak akan sakitin perasaan Andika apa lagi bermain api dengan terang terangan.
" Insya allah, aku semakin belajar menjadi suami yang tenang menghadapi cobaaan Yang ada, tegas tanpa berkata kasar dan tanpa main fisik kesiapapun sayang." Lanjut Andika yang selalu berusaha belajar menjadi pribadi yang baik dan bisa berfikir positif.
Anin bahagia mendengar ucapan Andika, dan tidak akan tega sakitin perasaan laki laki yang sebaik Andika.
Dilain sisi, Gilang langsung ajak Denada makan di luar, sebelum sampai kampus dan tidak tega melihat mertuanya siapin sarapan untuk Gilang.
" Kalian tidak sarapan lagi? " Tanya Sumini, melihat Gilang yang pakai sepatu
" Tidak bunda, kita mau makan diluar saja bunda sekalian lewat ke kampus kan. " Ucap Denada yang tidak ingin bicara apapun, takut salah bicara nanti nya.
Denada juga mencium telapak tangannya Sumini dan ikutin Gilang jalan ke mobilnya, untuk beli sarapan baru ke kampus bareng.
Dilain sisi, Andika membiarkan Anin pergi masuk kedalam pabrik kecap, untuk mengerjakan tugas kampus bersama Sulis dan Oki sampai sslesai.
" Sambil nunggu mereka selesai, lebih baik main hanphone saja ah, astaga perempuan itu, berusaha sekali mencari perhatian ke saya, apa karena saya tidak pasang foto bersama Anin Yah, jadi tuh cewek dengan santainya modusin saya. baik lah sekarang pasang foto profil bersama mamah kesayangan aku." Batin Andika, Andika langsung pasang foto bersama Anin pas lagi makan eskrim berdua.
Dilain sisi, Sulis ingin sekali ke kantin untuk beli minum, membuat Anin dan Oki berduaan sambil bahas tugasnya.
__ADS_1
" Anin, seandainya kamu punya selingkuhan apa kamu bisa bersikap adil?" Tanya Oki sambil melihat Anin yang lagi fokus catet, bahan baku pembuatan Kecap
" Saya tidak akan pernah mendua, selama Andika menjadi pacar yang baik untuk apa cari yang lain, Oki jika kamu masih mau berteman dengan saya, tolong jaga ucapan kamu, jangan bikin saya ilfil dengan kamu dan tolong hargai hubungan saya bersama Andika yang selama ini berjalan dengan baik. tolong jadi temen yang bukan perusak hubungan temen sendiri" Tegas Anin, Anin tidak ingin ada masalah cuman karena obsesinya Oki terus
" Apa tidak ada kesempatan untuk menjalankan, cinta segi tiga supaya kamu bisa tahu mana yang terbaik dalam hidup kamu, mumpung kamu dan Andika, belum menikah masih bisa menjalankan cinta segi tiga dan wajar untuk mahasiswa punya pacar lebih dari satu.." Lanjut Oki menatap Anin dengan tatapan sedih, berharap Anin mau memberikan kesempatan.
" Walaupun belum menikah juga tidak boleh bermain apa lah, itu tidak baik dan tidak wajar dan tolong lah Oki jangan bikin saya benci dan jijik dengan kamu, yang semakin tidak wajar." Tegas Anin, Anin tidak akan mau berbagi hati apa lagi Andika cowok baik baik, sabar, tidak kasar, dan tidak pernah paksa orang lain demi ego nya.
Anin langsung susul Sulis yang masih beli minum, dari pada berduaan dengan Oki yang semakin tidak wajar keinginannya
Oki meligat Anin lagi lagi menolaknya, mulai kesel karena tidak mau memberikan kesempatan untuk Oki bisa membuktikan bisa menjadi pacar yang baik untuk Anin.
Dilain sisi, Okta ajak Salsa untuk ke pasar bareng, karena nanti siang Okta mau masak bersama Anin.
" Tadi pagi Anin masak apa?" Tanya Salsa pilih pilih ikan segar.
" Nasi goreng, Anin dari dulu tidak pernah berubah yah, untuk masak pagi nya. tidak mau yang ribet ribet." Ucap Okta yang ingin beli ikan emas dan ikan gurame kesukaan Andika.
" Iyah memang, tapi untuk seorang Anin sih dia mau masak saja sudah alhamdulillah sekali yah Okta, karena anak itu kan anak manja mana mau masuk dapur selain tinggal makan, karena didalam kamarnya ada kulkas dan penuh isi kulkasnya. " Lanjut Salsa, yang seneng karrna selama menikah membuat Anin mau masak walaupun suka suka Anin.
" Kamu bener sih, walaupun masak suka suka Anin, masih pagi tapi saya seneng sih karena Anin masih pagi mau masak untuk Andika pasti sambil menahan rasa ngantuk nya, masih mau masak tanpa mau protes sama sekali." Lannjut Okta yang tidak pernah dengar Anin protes soal masak masih pagi
__ADS_1
" Nah itu dia, walaupun manja tapi tidak pernah protes karena sadar akan kewajibannya sendiri. " Lanjut Salsa yang ngobrol sambil memilih ikan untuk makan siang dan makan malam bersama Susanto berdua