
Gilang yang bosan dirumah sendirian, memutuskan untuk jalan jalan malam naik motor.
" Semuanya jahat tinggalin saya sendirian di rumah ini, pasrah apapun yang akan terjadi nanti, setelah naik motor sekarang lagian tidak ada yang peduli juga" Ucap Gilang yang sengaja tidak pakai helmm, dan berencana akan ngebut bawa motornya, dan tidak peduli jika Gilang akan kecelakaan motor
Dilain sisi, Andika sebelum tidur belajar terakhir, baca buku pelajarannya Anin untuk Andika fahami.
" Papah sayang, kok belum tidur sih sayang, besok lagi dong belajarnya sayang." Ucap Anin yang sudah siap untuk tidur.
" Sebentar lagi sayang, aku kan harus baca buku mata kuliah mamah, supaya aku mengerti sayang." Ucap Andika yang berusaha tidak ngeluh, karena harus banyak baca buku demi setelah lulus kuliah siap mendampingi Anin untuk menggantikan posisinya Susanto diperusahaannya.
" Yah sudah sayang, aku tunggu sampai papah selesai baca buku baru kita tidur bareng ya sayang " Lanjut Anin yang tidak tega meninggalkan Andika untuk tidur duluan
__ADS_1
" Terimakasih sayang atas pengertiannya, so sweet sekali." Lanjut Andika bahagia, karena punya istri yang pengertian seperti Anin
Andika langsung melanjutkan baca bukunya setelah puas bicara dengan Anin, Anin main handphone sambil nungguin Andika baca buku sampai selesai
Dilain sisi, Denada merasa cemas karena baru pertama kalinya, tinggalin Gilang dirumahnya seorang diri.
" Sayang, lagi apa dan kenapa tidak kasih kabar sama sekali sih, jangan bikin cemas aku sayang." Ucap Denada yang memikirkan Gilang yang sekarang tinggal sendirian dirumahnya tanpa ada Denada dan keluarganya
" Iyah Ochi, dari tadi Kaka kirim chat dan telefon tidak ada respon sama sekali, membuat Kaka bener bener cemas dengan Gilang sekarang dia ada dimana sekarang dan lagi ngapain." Lanjut Denada sambil berusaha telefon Gilang, berharap diangkat telefon nya oleh Gilang
Dilain sisi, Gilang yang merasa frustasi karena sekarang tinggal seorang diri, berusaha untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa sedihnya dengan bawa motor dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
" Ayah dan bunda, manusia dewasa egois, mereka yang mengabaikan saya, mereka yang cuman memenuhi kebutuhan saya tanpa mau ada dirumah, mereka ngatur hidup saya, bahkan atur pasangan hidup saya. mereka egois tidak pernah memikirkan perasaan saya sama sekali." Teriak Gilang penuh emosi, Gilang memejamkan matanya dengan terus mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, Gilang yang terus bawa motor sambil memejamkan mata tidak melihat ada tikungan tajam membuat Gilang nabrak pohon dan terpental dari motornya.
........................................................
Kedua orang tuanya Gilang, mendapatkan kabar, kalo Gilang kecelakaan motor semalam, membuat kedua orang tuanya merasa panik dan takut terjadi apa apa dengan Gilang
" Bagaimana sih Sumini itu, bisa membuat Gilang kecelakaan motor, tidak becus sekali dia jagain Gilang." Protes Bunda Gilang, yang lupa kalo Sumini sudah diusir kemarin
" Bunda lupa, kalo kita sudah usir Sumini dan keluarganya kemarin siang? Gilang pasti kesel sekali karena keluarga istri benalu nya kita usir dari rumah, dia ngebut bawa motornya yang akhirnya kecelakaan saat malam malam tadi." Ucap Ayah nya Gilang, yang tahu emosi anak remaja jika ditinggal oleh pasangannya secara paksa, pasti ngebut bawa motor dan tidak peduli apapun yang ada didepannya
" Astaga, bunda lupa sayang, baik lah kta akan kembali ke tanah air sekarang " Lanjut Bunda nya Gilang yang baru inget, kalo bunda nya Gilang yang pecat Sumini dan usir Sumini berserta keluarganya dari rumah.
__ADS_1