
Andika melihat Dokter periksa Gilang, membuat Andika menjadi mendapatkan ide, untuk ajak Gilang duduk ditaman rumah sakit untuk main kembang api, sebelum Andika pulang ke rumah.
" Dokter, apa boleh Gilang malam ini ke taman rumah sakit? kita mau ajak Gilang main kembang api? tidak lama kok karena kita juga akan pulang soalnya dan sebelum besok Gilang pindah ke US?" Tanya Andika berharap dokter memberikan ijin, untuk Andika ajak Gilang main ke kembang api
" Yah sudah boleh, kembang api dan tidak boleh petasan yah karena bahaya dan berisik soalnya, apa kalian mau ditemani suster untuk dorong kursi rodanya Gilang? untuk bantuin bawa Gilang kembali ke kamarnya? " Tanya Dokter, yang tidak tega larang Andika ajak Gilang main kembang api karena dokter mengerti persahabatan yang dipisah itu tidak lah mudah untuk dijalankan.
" Hore, terimakasih dokter dan saya sekarang maun beli kembang api untuk malam ini." Lannjut Andika bahagia, karena malam ini diisi main kembang api sambil makan sebelum pulang.
" Iyah boleh dokter, maaf merepotkan dokter dan suster, karena kita main kembang api." Ucap Denada lega, karena dokter mengijinkan main kembang api.
" Yah sudah nanti saya bilang suster, untuk temani kalian main kembang api, ingat yah Jangan petasan yah." Lannjut Dokter ikut bahagia, melihat Gilang dan temen temennya terlihat bahagia karena diijinkan main kembang api
Dokter langsung keluar dari kamar perawatannya Gilang, membiarkan Gilang bersantai kembali bersama temen temannya
" Sayang, apa mau ditemani beli kembang api dan makan malam kita?" Tanya Anin, yang tidak tega membiarkan Andika beli sendiri kembang api yang tidak mungkin beli sedikit.
" Tidak usah sayang, aku sendiri saja, aku tidak ingin membuat kamu cape karena ikut aku beli kembang api. Gilang saya titip pacar saya yah, awas Jangan digodain loh." Ledek Andika, Andika langsung pakai jaket sebelum keluar dari kamar perawatannya Gilang untuk beli makanan dan kembang api
" Dicolek sedikit tidak masalah kali Andika, tidak akan lecet kok pacar kamu." Ucap Gilang sengaja godain Andika, Andika semenjak semester satu kelas tiga sampai sekarang, lebih sensitif setiap kali Anin digodain.
__ADS_1
" Enak saja, Memangnya saya sabun apa dicolek, sudah sayang jangan didengerin Gilang tidak akan berani colek aku dan hati hati dijalan yah sayang selama belanja kembang api dan makan malam kita." Ucap Anin, Anin kasih tasnya Andika sebelum Andika pergi.
" Iyah sayang" Lanjut Andika, Andika yang kesel langsung keluar dari kamar perawatannya Gilang, setelah menerima tas yang dikasih oleh Anin.
" Dasar yah iseng, sudah sekarang tidur yuk sambil nunggu Andika datang pasti lama beli makanan dan kembang api, supaya kita tidak ngantuk nanti." Ucap Denada, sejujurnya ingin sekali satu tempat tidur bersama Gilang tapi tidak berani karena ada Anin yang tidak mau ikut beli kembang api bersama Andika.
" Yah sudah sana, kalian tidur saja, biar nanti malam tidak ngantuk saat main kembang api." Ucap Gilang, Gilang sudah tidak sabar mau minum habis minuman yang sudah Gilang beli tadi pagi.
" Yah sudah baik lah, Maaf yah saya tidur." Lanjut Anin, yang bingung mau ngobrol apa bersama Gilang karena Anin, takut salah bicara yang akhirnya membuat Gilang jadi sedih.
Anin langsung jalan ke tempat tidur, khusus yang nungguin pasien, supaya bisa tidur dengan nyaman
Gilang setelah melihat Anin jalan ke tempat tidur, membuat Gilang berusaha peluk Denada yang dari tadi sengaja pakai baju seksi.
" Siapa juga yang godain ayah sih? sudah ah, aku juga mau tidur sayang, karena nanti malam pasti lama tidurnya kan." Goda Denada, karena Denada tahu keinginan Gilang setiap malam, apa lagi malam Ini adalah malam terakhir kebersamaan Denada dan Gilang
" Iyah sayang, selamat tidur istri aku, i love you istri aku." Lanjut Gilang, Gilang berusaha mencium wajahnya Denada, membuat Denada langsung membungkuk membiarkan Gilang sepuasnya mencium wajahnya.
" Aku tidur dulu yah sayang " Lanjut Denada langsung merapihkan rambut dan bajunya, setelah diacak acak oleh Gilang
__ADS_1
Denada merasa sudah rapih, langsung jalan menghampiri Anin yang langsung tidur ditempat tidur duluan.
Gilang setelah melihat Denada jalan ke tempat tidur, langsung minum air favoritnya supaya Gilang tidak merasa pusing memikirkan masalah yang berakhir dengan perpisahan yang dipaksa, karrna keegoisan orang tuanya.
Dilain sisi, Salsa melihat masalah rumah tangga anaknya, tidak ada akhir sama sekali, karena Oki tidak bisa dilarang untuk deketin Anin dengan alasan Anin sudah punya pacar, membuat Salsa jadi cemas dengan masa depan anaknya, membuat Salsa ajak Susanto untuk adain resepsi pernikahan untuk Anin dan Andika sekaligus menikah resmi supaya tidak ada pengganggu sama sekali.
" Ayah, bunda ingin sekali anak anak menikah resmi dan ada resepsi pernikahan, kita undang temen temannya Anin dan Andika untuk datang, supaya mereka tahu kalo anak anak kita sudah menikah dan tidak bisa direbut dengan seenaknya. bunda tidak tega melihat Andika sabar terus menghadapi tingkah anehnya Oki setiap hari" Ucap Salsa yang peduli, dengan perasaan menantunya yang sudah cukup sabar menghadapi Oki yang selalu berusaha mendekati Anin dan berusaha merebut Anin dari Andika
" Yah sudah, kalo itu keputusan bunda, ayah nurut saja jika itu uang terbaik untuk anak anak, kita akan bahas bersama Okta dan Haikal untuk urus semuanya, aku juga tidak tega melihat Andika selalu berusaha sabar, menghadapi tingkahnya Oki yang membuat kita tidak nyaman sama sekali." Ucap Susanto setuju saja, jika menikah resmi adalah solusi masalah Anin dan Andika, pasti Susanto setuju saja.
" Oke deh ayah, setelah Haikal dan Okta pulang dari rumah orang tuanya Haikal, baru kita bahas soal ini ya bersama mereka." Lanjut Salsa yang lega karena suaminya mau diajak, untuk meresmikan hubungan anaknya, supaya tidak ada yang ganggu lagi.
Dilain sisi, Andika dorong kursinya Gilang, untuk keluar dari kamar perawatannya menuju taman rumah sakit, untungnya sepi
" Kita makan dulu baru main kembang api yah." Ucap Anin, yang langsung keluarin kotak makan yang tadi dikasih oleh Andika
" Iyah Anin, sepertinya Andika beli banyak kembang api yah." Ucap Gilang, Gilang melihat kotak kecil isi kembang api
" Yah dong, yang main kembang api kan, bukan saya saja tapi ada kamu, Denada dan Anin. yah jadinya beli banyak deh saya." Ucap Andika, yang selalu senang beli kembang api, karena tidak pernah beli sedikit sama sekali.
__ADS_1
" Selamat makan semuanya" Ucap Denada, Denada memberikan kotak makan yang sudah dibeliin oleh Andika ke Gilang, Denada sengaja kasih sendok supaya Gilang tidak usah makan pakai tangan
" Terimakasih sayang " Ucap Gilang, Gilang bahagia sekali, karena Andika selalu bisa ajak makan lesehan dan makan pakai tangan, Gilang kadang ikut makan malam bersama Anin juga makan dipinggir jalan.