
Kedua orang tuanya Gilang, akhirnya tiba di rumah sakit, tempat Gilang di rawat karena kecelakaan motor.
" Bagaimana kondisi anak kami Dokter? " Tanya Bunda nya Gilang, kwatir dengan kondisi anaknya
" Gilang koma bapak dan ibu, karena benturan cukup keres di kepalanya, membuat Gilang tidak sadar kan diri dan anak kalian juga mengalami kelumpuhan pada kedua kakiny." Ucap Dokter yang sudah periksa kondisi Gilang
" Apa bisa sekarang di bawa ke US dokter? karena kita berdua tinggal disana, kalo di sini anak saya tidak ada yang bisa urus dokter?" Tanya Ayah nya Gilang yang ingin anaknya dipindah ke US saja, karena disinj Gilang tinggal sendirian
" Tidak bisa pak, sangat berbahaya untuk kondisi pasien, tunggu pasien sadarkan diri dulu jika ingin dibawa untuk pengobatan lanjutan, bukan disaat koma seperti ini." Lannjut Dokter yang merasa heran, karena Gilang bisa tinggal sendirian di tanah air.
" Apa kita boleh lihat kondisi anak kita?" Tanya Bunda nya Gilang, Yang ingin melihat kondisinya Gilang.
" Boleh saja, untuk urusan kamar rawat inap silahkan ke bagian kassir, dan saya permisi." Lannjt Dokter langsung pergi, karena masih banyak pasien yang membutuhkan pengobatan.
Kedua orang tuanya Gilang langsung masuk kedalam ruang UGD untuk melihat langsung kondisinya Gilang.
Dilain sisi, Andika telefon Gilang dan Denada sama sekali tidak ada yang angkat, padahal hari ini rencana janjian ke villa bareng.
" Lagi pada ngapain sih, jadi atau tidak sih ke villa nya." Ucap Andika kesel karena telefon nya tidak ada yang respon sama sekali
" Tidak ada yang angkat telefon papah?" Tanya Anin, Anin siapin jaket dan beberapa makanan beserta minuman segar.
__ADS_1
" Iyah nih, eh ada telefon masuk dari nomornya Gilang, Hallo Gilang." Lanjut Andika senang karena akhirnya Gilang telefon duluan, sebelum Andika pasrah jalan jalannya batal.
" Halo Andika, ini om ayah nya Gilang, Gilang tidak jadi jalan jalan ke villa nya karena Gilang koma, semalam mengalami kecelakaan motor." Ucap Ayah nya Gilang diseberang telepon
" Astaga om, Gilang di rawat di rumah sakit mana? Andika nanti kesana om?" Tanya Andika panik karena riba tiba tiba Gilang kecelakaan motor dan koma
" Rumah sakit pelangi, kamu bisa kesini Andika" Lannjt Ayah nya Gilang, Ayah nya Gilang langsung mematikan telefon nya.
" Sekarang kita ke rumah sakit sayang, Gilang sekarang koma karena semalam kecelakaan motor." Ucap Andika setelah teleponnya diputus oleh ayah nya Gilang
" Astaga, kok bisa sampai kecelakaan motor, yah sudah kita sekarang kesana." Ucap Anin yang langsung melanjutkan siap siap makeup untuk ke rumah sakit
Dilain sisi, Kedua orang tuanya Gilang bingung, selama Gilang koma siapa yang merawat Gilang selama di Jakarta sedangkan ayah dan bunda nya akan kembali kerja.
" Tidak bisa seperti itu sayang, butik aku bagaimana disaanna sayang, mau ditinggal berapa lama dan aku sendirian disini tentunya bosan sekali." Protes Bunda nya Gilang yang tidak ingin tinggalin butiknya, Kareena Gilang sakit saja
" Anak sudah koma seperti ini, masih memikirkan pekerjaan bunda? jangan terlalu egois jadi Orang tua sayang, mana tanggung jawab bunda sebagai orang tua? aku juga kalo bukan karena pekerjaan mau sekali tungguin Gilang disini?" Tanya Ayah nya Gilang, tidak menyangka jika istrinya terlalu egois memikirkan diri sendiri terus
" Huh, baik lah sayang, aku akan disini saja, apa sebaiknya kita kasih kabar Denada kalo Gilang koma dan suruh dia yang jaga Gilang selama koma? kita bayar dia selama disini dan setelah Gilang sadar baru kita bawa ke US, bunda tidak ingin meninggalkan karir yang sudah susah payah didapat karena anak kita lebih memilih tinggal disini?" Tanya Bunda nya Gilang, yang tidak ingin lama lama tungguin Gilang sampai sadar
" Terserah bunda saja lah, ayah bener bener kecewa dengan Bunda, Anak koma seperti ini masih saja memikirkan pkerjaan" Lanjut Ayah nya Gilang bener bener kecewa dengan istrinya, yang egois memikirkan diri sendiri terus
__ADS_1
" Oke bunda chat perempuan sampah itu" Lanjut Bunda nya Gilang bahagia, karena suaminya mengijinkan dirinya kembali ke US untuk kerja.
Dilain sisi, Denada melihat handphone nya, betapa kaget nya kalo sekarang Gilang koma dan lumpuh.
" Astaga, Gilang koma bunda, orang tuanya Gilang minta Denada yang jagain Gilang selama koma karena mereka mau langsung ke US hari ini juga, mereka mau bayar Denada selama tungguin Gilang koma, bagaimana menurut ayah dan bunda?" Tanya Denada kasih tahu chat yang dikirim oleh orang tuanya Gilang, minta Denada yang jagain Gilang.
" Mereka bener bener egois, anak sakit masih saja memikirkan pekerjaan, tidak ingin tungguin anak sama sekali, yah sudah tungguin saja Denada, kasihan Gilang selama tinggal disini sendirian terus kan." Ucap Sumini heran, karena mantan majikannya tidak bisa berubah lebih baik
" Bawa beberapa baju ganti, ayah yang akan anterin kamu ke rumah sakit, mau melihat wajah sombongnya majikan kita itu lagi." Ucap Ayah nya Denada, yang selama ini tidak emosi, setiap kali dihina dan bicara seenaknya, tapi semakin lama didiemin semakin parah ucapannya.
" Baik ayah, Denada akan ambil baju ganti " Lanjut Denada langsung sia siap untuk tungguin Gilang, Denada bahagia sekali karena bisa tungguin Gilang selama sakit.
Dilain sisi, Andika dan Anin tidak menyangka jika Gilang bisa mengalami kecelakaan dan sampai koma segala.
" Tante dan om, kok bisa Gilang kecelakaan motor? setahu kita dirumahnya Gilang kan rame ada keluarganya Denada kan? Gilang akan ngebut ngebutan kalo merasa sendirian dirumah? karena Gilang pernah seperti ini tante dan om?" Tanya Andika, Andika hafal sekali, Gilang akan ngebut disaat Gilang merasa tidak memiliki siapapun didalam hidupnya.
" Om ingat waktu SMU yah, Gilang ngebut mungkin emosi karena keluarga ART nya diusir oleh om dan tante kemarin usir mereka, mungkin Gilang tidak terima dirumah jadi sendirian" Ucap Ayah nya Gilang yang pernah anaknya mengalami kecelakaan motor juga.
" Apa kalian mau kembali lagi ke US? kasihan kan Gilang sendirian disini tante, apa tidak sebaiknya tante temani Gilang pasti Gilang rindu sekali dengan kedua orangtuanya?" Tanya Anin yang tidak menyangka jika kedua orang tuanya Gilang, bisa bisanya kembali ke US, padahal Gilang tidak sadarkan diri.
" Tidak bisa, setelah Gilang sadar langsung kita paksa pindah ke US, sudah cukup tinggal sendirian disini." Tegas Bunda nya Gilang, Yang tetep mau mempertahankan karir nya dari pada nungguin Gilang membuat rugi orangtuanya Gilang
__ADS_1
Andika dan Anin sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, Andika ajak Anin untuk doain Gilang supaya cepet sadar