
Orang tuanya Gilang setelah pulang kerja, sengaja ke kamarnya Gilang dan ternyata anaknya sudah bisa jalan dan belum tidur sama sekali. Bunda Nya Gilang rindu anaknya seharian tidak chat sama sekali.
" Alhamdulillah, kamu sudah bisa jalan Gilang, kenapa tidak kasih tahu Bunda sayang? Terus seharian kenapa tidak chat ke Bunda? Walaupun tidak dibalas tapi Bunda baca sayang?." Tanya Bunda Nya Gilang sedih, karena anaknya tidak kasih kabar.
" Memangnya Gilang ini apa? Kirim chat tapi tidak direspon sama sekali? Gilang sudah tidak peduli apapun ke kalian karena percuma, berakhir dengan sedih karena diabaikan, besok Gilang ke Indonesia terus sudah pesan tiket pesawat karena Anin dan Andika akan menikah." Ucap Gilang, Gilang bahagia karena akan ketemu dua sahabat dan juga Denada, apa lagi katanya Denada ada kejutan untuk Gilang.
" Tidak sopan kamu bicara seperti itu ke Bunda kamu! Kita tidak balas chat kamu karena sibuk, tugas anak tetep kasih kabar ke orang tua mengerti! Ya silahkan datang ke pernikahan mereka dan sebutkan saja mau kasih kado apa untuk sahabat kamu, nanti kita transfer uangnya dan kita mau istirahat karena sudah lelah dan ngantuk!." Tegas Ayah Nya Gilang kesal, karena anaknya semakin tidak sopan ke orang tuanya.
Gilang melanjutkan siap siap untuk ke Jakarta, Dan tidak melihat orang tuanya masih ada didalam kamar atau tidak karena Gilang sudah mulai tidak peduli dengan orang tuanya sama sekali.
Dilain sisi, Anin manja-manjaan dengan Andika, didalam kamar setelah selesai luluran karena dua hari lagi akan dilaksanakan pernikahan resminya.
" Papah sayang, tidak terasa yah sayang, sebentar lagi banyak yang tahu kalo kita sudah menikah dam apa papah tidak sabar menunggu hari bahagia kita?" Tanya Anin, Anin membiarkan Andika menjalankan keisengannya, karena Anin sengaja minta ke Andika.
" Iyah Mah, alhamdulillah yah jadi kan papah dengan mudah bilang ke orang-orang tidak penting, jangan ganggu istri aku dan kalo masih paksa bisa aku hajar, karena beda antara pacaran dan menjadi suami cara pembelaan ke pasangannya sayang." Ucap Andika, Andika senang sekali melihat Anin minta sendiri untuk manja manjaan berdua.
" Betul sayang, aku juga pengen denger itu sayang, jika aku digodain orang-orang tidak penting dan tidak jelas seperti Oki." Lanjut Anin, Anin tidak sabar mau melihat ekspresi Oki saat melihat Anin dan Andika. duduk diatas pelaminan seharian.
" Aku tidak akan biarkan Oki merebut paksa, milik aku apapun caranya karena Mamah istri yang wajib aku lindungi. kita lebih yuk sayang manja manjaannya." Lanjut Andika langsung berdiri, dan mulai siap siap menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.
Dilain sisi, Denada kasih tahu Sumini, kalo Denada sudah mengandung satu bulan usia kandungannya, membuat Sumini bahagia sekaligus sedih dengan status Denada sekarang.
__ADS_1
" Bunda lihat ini Bunda, USG cucu pertma Bunda dan Ayah. sebentar lagi Denada akan memberikan cucu pertama. " Ucap Denada bahagia, langsung kasih lihat hasil USG nya ke Sumini.
" Alhamdulillah, selamat yah Denada sebentar lagi jadi seorang Ibu, tapi Nak bagaimana dengan status pernikahan kamu dan Gilang kan nikah dibawah tangan dam kalian sudah dipaksa pisah?." Tanya Sumini, yang tidak sanggup melihat anaknya membesarkan cucu Nya sendiri.
" Bunda tenang saja, pas pernikahannya Anin dan Andika, Gilang kesini dan Denada akan kasih tahu kabar gembira ini ke Gilang. Denada juga akan tanya nasip anak ini langsung ke Gilang." Lanjut Denada, Denada juga tidak sanggup membesarkan anak sendirian tanpa ada Gilang sama sekali.
" Semoga saja Nak Gilang mau nikah resmi, demi masa depan anak kalian kan. Sudah sana tidur karena kamu pasti lelah sekali kan, seharian kuliah dan jagain Anin di kampus." Ucap Ayah Nya Denada, berharap masa depan anaknya tidak banyak air mata, karena jauh dari Gilang.
Denada langsung jalan masuk kedalam kamarnya, Denada akan memperjuangkan kebahagiaannya dan tidak akan mau lagi jauh dari Gilang.
.............................................................
Salsa larang Anin datang ke kampus, karena besok Anin akan melaksanakan pernikahannya bersama Andika.
" Kuliah dong Bunda, terus sorenya jemput Gilang di Bandara karena sore Gilang sampai sini." Ucap Andika, Andika ambil nasi dipiring dan nasinya juga.
" Memangnya kenapa sih Bunda tanya kita mau kemana?, ini kan belum hari libur?." Tanya Anin merasa heran, karena Salsa tanya Anin dan Andika pagi pagi sudah rapih.
" Kalian lupa atau bagaimana sih? Besok kalian jadi pengantin, masa mau menikah pergi pergi sih? Bunda sudah minta ijin ke Dosen kalian selama dua hari kalian tidak masuk kuliah, karena mau menikah?." Tanya Salsa yang menduga, anak dan menantunya lupa kalo besok mereka akan menikah.
" Tidak lupa dong Bunda, yah sudah deh kalo sudah ijin tidak masuk kuliah, hayo sayang kita lanjut bermesraan saja didalam kamar." Lanjut Andika, yang betah berlama lama didalam kamar berdua dengan Anin.
__ADS_1
Dilain sisi, Oki kesal sekali, karena sudah jam segini Anin belum datang juga ke kampus, Oki datangin Denada dan Salsa kenapa Anin tidak masuk kuliah.
" Apa kalian tahu, kenapa Anin tidak masuk kuliah?." Tanya Oki menatap tajam kearah Denada.
" Besok Anin jadi pengantin, jadi hari ini tidak boleh kemana-mana oleh orang tuanya. Sampai besok ijin tidak masuk kuliah." Ucap Denada dengan santainya, tidak ingin kelihatan takut sama sekali.
" Seriusan akan menikah? Tidak boleh, saya harus menggagalkannya? Bagaimana pun caranya pernikahan mereka tidak boleh terjadi?." Tanya Oki kaget karena Anin, beneran jadi nikah dengan Andika.
" Jangan semakin gila, kamu nekat merusak acara mereka. Saya yakin orangtuanya Anin dan Andika tidak akan tinggal diam, karena ada yang ganggu acara anaknya. Sadar dan terima kenyataan pahit Oki, kamu seperti ini terus yang akan rugi juga kamu." Ucap Sulis, merasa kasihan melihat Oki terlalu obsesi ke Anin.
" Jangan sembarangan bicara kamu!" Bentak Oki, Oki pukul mejanya Sulis saking keselnya denger ucapannya Sulis tadi.
Sulis dan Denada senyum sinis melihat Oki marah, kegilaan Oki memang harus berakhir dan jika paksakan diri, pasti membuat Oki sendiri yang merasa rugi.
Dilain sisi, Gilang penasaran kabar gembira apa, yang mau Denada sampaikan saat Gilang tiba di tanah air.
" Apa Denada sudah ngisi yah?, kabar gembira apa lagi yang membuat Denada terlihat bahagia saat telefon kemarin?." Tanya Gilang, yang sudah menduga kalo Denada sudah ngisi, Gilang jadi tidak sabar mau ketemu Denada dirumah barunya Denada dan keluarganya.
Dilain sisi, Anin ajak Andika main bekel, karena bingung mau main apa bersama Andika.
" Sayang, main bekel yuk? kita lomba, siapa yang cepet mati harus di push up, atau dicoret wajahnya, mau kan?" Tanya Anin sambil pegang bekel
__ADS_1
" Boleh sayang" Ucap Andika pasrah, padahal mau nya hukuman yang paling asik, tapi tadi pagi Andika sudah dapat dan tidak berani minta lagi.
" Yey" Lanjut Anin senang, karena Andika mau hukuman yang Anin tentukan.