DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Bulan madu season


__ADS_3

Salsa siapin sarapan untuk Susanto, Anin, dan Andika. Salsa tanya Anin dan Andika untuk bulan madu versi nikah resmi, membuat Anin dan Andika berfikir liburan ke US.


" Anak-Anak, apa kalian mau ada bulan madu season dua? Untuk kalian merayakan status resmi kalian sudah nikah dan temen-temen kalian tahu status kalian?" Tanya Salsa, Salsa memberikan telor dadar untuk Anin dan Andika.


" Walaupun kalian jalan jalan untuk bulan madu, jangan berfikir punya anak dulu yah, kalo mau Anin putus kuliahnya." Ledek Susanto, karena dulu Susanto disaat bulan madu, yang dibahas punya anak kapan, berapa, dan bahas kebutuhan anak lainnya.


" Tidak akan dong Ayah, masa punya anak diusia segini sih dan sia-sia dong kalo Anin mengandung, otomatis harus putus kuliah. Ih tidak mau lah, Anin rasa dua tahun pengalaman kerja baru siap punya anak, karena usia Anin juga lebih siap punya anak." Ucap Anin, Anin berencana punya anak diusia dua puluh tiga tahun, dan pengalaman kerja selama dua tahun sudah cukup, biar Anin akan menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya, biarin Andika yang meneruskan perusahaan Susanto.

__ADS_1


" Boleh juga dua tahun, biar seterusnya Anin bisa fokus menjadi istri dan seorang ibu biasa saja, jika Anin mau kerja, yah masih bisa asal tidak setiap hari itu pun setelah anak usia tujuh tahun disaat masuk sekolah. Karena Andika yakin disaat anak sekolah, pasti Anin merasa bosan dirumah sendirian." Ucap Andika, yang memberikan Anin ijin kerja lagi, disaat anaknya sudah masuk sekolah.


" Keputusan yang tepat, bagus deh kalo kalian sudah mempunyai rencana, untuk rumah tangga kalian sendiri, terus apa kalian mau bulan madu ke dua?" Tanya Salsa lagi, karena belum mendapatkan keputusan dari anak-anaknya.


" Apa boleh, kita bulan madu ke US, sekalian bulan madu dan kita Ketemu Gilang untuk jalan jalan bersama, kalo boleh ajak Denada juga, boleh deh Ayah dan Bunda potong dari uang saku kita, asal Denada ikut kita dan kita yakin Gilang juga pulangnya diam diam memberikan tiket pulang untuk Denada, pasti tidak semuanya kita yang tanggung." Lanjut Anin, berharap dikasih ijin untuk bulan madu ke US.


" Mau Bunda. Mau sekali dong" Lanjut Anin dan Andika bersamaan, Anin dan Andika bahagia sekali, karena orang tuanya mengijinkan liburan ke luar negeri.

__ADS_1


Dilain sisi, Denada siap siap kembali ke kampus, kali ini Denada kuliah di kampusnya Anin, karena Susanto dan Salsa kwartir jika Anin ada yang ganggu, tidak ada yang belain sama sekali.


" Alhamdulillah yah Nak, ada saja orang baik yang mau bantuin kamu kuliah lagi." Ucap Sumini bahagia dan terharu, karena kedua orang tuanya Anin mau bantuin biaya kuliahnya Denada.


" Iyah Bunda, Alhamdulillah ada orang baik ke kita, insya Allah Denada tidak akan ganggu hubungannya Anin dan Andika. Apa lagi mereka sudah baik sekali ke Denada selama ini, Denada juga rela bantuin Anin jika ada yang gangguin Anin apa lagi merusak hubungannya bersama Andika." Ucap Denada, yang nurut saja apa yang diminta oleh Susanto dan Salsa untuk melindungi Anin, jangan sampai ada yang ganggu lagi.


" Harus itu yah Nak, jangan jadi orang ketiga dan jangan jadi orang lupa kacang pada kulitnya yah Nak." Lanjut Sumini, berharap Denada tetep menjadi anak yang baik dan setia kawan tanpa jadi pengganggu sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2