
Gilang melihat bunda nya nangis, setelah pulang dari panti asuhan. langsung senyum sinis melihatnya dan penasaran apa yang ditangisi ibu nya.
" Apa bunda mengerti, maksud Gilang ajak ke tempat tadi? apa bunda bisa membayangkan bagaimana perasaan Gilang? disaat minta ayah dan bunda kerja saja disini jangan di luar negeri terus, memangnya kerja disini tidak bisa membuat kalian tetep kaya dan sukses?" Tanya Gilang melihat bunda nya.
" Disini suksesnya beda tidak sepeerrti disana, yang mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan lebih membanggakan Gilang. tidak bisa batal pindah kesana karena semuanya sudah selesai dikerjakan ayah kamu." Ucap Bunda nya Gilang sedih, karena baru mersssa sudah tega menelantarkan anak demi pekerjaan, tapi bisa sukses diluar negeri tentunya sebuah kebanggan yang luar biasa, dirasakan orang tuanya Gilang.
" Egois!" Teriak Gilang, kesal karena ibu nya bener bener tidak bisa dibujuk baik baik sama sekali.
Denada menjadi pendengar yang baik saja, pertengkaran anak dan ibu satu ini karena sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya bujuk mertuanya untuk peduli dan perhatian dengan Gilang.
Gilang langsung peluk Denada, saking tidak kuatnya nahan amarah ke orang tuanya bener bener egois dan tidak bisa dibujuk sama sekali.
Dilain sisi, Andika setelah selesai kuliahnya langsung ke kampusnya Anin, setelah mendengar curhatan Anin di telefon sambil nangis.
" Sayang aku takut, aku takut dengan Oki tadi dia tarik tangan aku dan paksa aku untuk jadian dengan dia, katanya aku dikasih dua pilihan jadian dengan baik baik atau jadian setelah dia melukai aku sayang, aku mau pindah kampus saja karena bener bener takut." Ucap Anin nangis dalam pelukannya Andika, Anin masuk kedalam mobilnya Andika langsung kasih tahu semuanya ke Andika.
" Sial, dia bener bener harus dihajar, biar sadar cara dia semakin membahayakan istri aku, kita akan bahas masalah ini bersama orang tua kita yah sayang, mamah juga kalo di kampus tidak ada Sulis yah bertemn lah dengan temen perempuan lainnya, biar kemana mana tidak sendirian dan bahaya seperti ini. sudah mamah sayang jangan nangis lagi dan jika aku ketemu dengan Oki kali ini aku akan hajar dia, karena sudah tidak bisa dikasih tahu baik baik Sayang. " Lanjut Andika, Andika tidak tega melihat istrinya yang bener bener ketakutan karena ulah Oki tadi saat di kantin kampus.
" Iyah pah, kita akan bahas langsung dengan orang tua kita, supaya dikasih jalan keluar dan masalah ini selesai pah. karena mamah bener bener takut pah" Lanjut Anin, Anin merasa lega karena Andika jemput Anin pulang kuliah tidak telat, karena takut dikampus sendirian selama nunggu Andika datang.
__ADS_1
" Sudah tenang yah sayang, kita ke rumah sakit yah sekarang karena kan kita mau temani Gilang ke bandara kan." Lannjut Andika, Andika membersihkan wajahnya Anin yang basah karena air mata dan mencium kening Anin sebelum menjalankan mobilnya.
Dilain sisi, Orang tuanya Gilang sudah selesai urus surat surat pindahnya Gilang, dan siap bawa pindah Gilang ke US untuk menjalankan kehidupan barunya disana.
" Yuk jalan, karena semuanya sudah selesai, kita jangan sampai ketinggalan pesawat karena rugi nantinya" Ucap Ayah nya Gilang, yang sudah tahu apa yang sudah dilakukan Gilang ke bunda nya tadi, tapi berusaha tidak peduli sama sekali.
" Tungguin Andika dan Anin, mereka sudah dijalan mau kesini dan mau anterin Gilang sampai bandara." Ucap Gilang yang berani peluk Denada didepan orang tuanya, tidak peduli jika orang tuanya tidak suka sama sekali.
" Yah sudah baik lah, karena merrka bukan anak orang susah dan bisa pulang sendiri dengan mobilnya. baik lah kita ijinkan ikut anterin kamu ke bandara." Ucap Bunda nya Gilang, tidak keberatan jika Anin dan Andika ikut ke bandara dan harus nunggu mereka datang.
Denada berusaha tegar dan tidak nunduk sama sekali, setiap melihat tatapan sinis mertuanya.
" Sial, pacarnya Anin, selalu cepat sekali kesini nya, membuat saya tidak ada peluang untuk ajak Anin jalan." Ucap Oki kesal, karena Andika tidak pernah telat untuk jemput Anin
" Masih terobsesi dengan Anin lupakan bro, jangan sampai pacarnya Anin marah karena tingkah kamu yang membahayakan Anin, lebih penting jangan sampai karena kegilaan kamu ke Anin, membuat kamu dikeluarkan dari kampus ini." Ucap Bratama, yang tidak bisa membayangkan bagaimana kesel pacarnya Anin saat tahu Anin dibuat takut oleh Oki dan tidak bisa membayangkan bagaimana keselnya orang tuany Oki tahu anaknya dikeluarkan karena bikin ulah.
" Mana bisa sih, kalo sudah tergila gila mana bisa dengan mudah dilupakan bro, sial saja Anin itu sok jaim dan sok setia dengan satu laki laki saja." Lanjut Oki kesal, Oki langsung naik motornya untuk pulang, Oki bener bener kesel karena gagal deketin Anin lagi.
Dilain sisi, Anin bantuin Denada untuk masukin bajunya Denada ke dalam mobilnya Andika, membuat Gilang mau bareng Andika, Anin, dan Denada ke bandara nya
__ADS_1
" Gilang satu mobil bersama mereka, sampai bandara dan kita ketemu di bandara saja, kita masih ada waktu tiga jam sebelum berangkat ke US kan, masih ada kesempatan makan siang bersama mereka di restoran yang ada di bandra." Tegas Gilang yang malas melihat wajah kedua orang tuanya sama sekali.
" Terserah kamu saja lah Gilang, yang penting sebelum penerbangan kamu sudah ketemu kita, jangan bertingkah lagi, karena ayah sudah cukup sabar hadapi kamu." Ucap Ayah nya Gilang, sudah malas ribut dengan anaknya, terpenting anaknya jadi ikut ke luar negeri.
" Om dan tante, kita jalan duluan yah." Ucap Andika sopan, Andika mencium tangan kedua orang tuanya Gilang sebelum masuk mobil.
" Hati hati dijalan Andika, mau saja kamu anterin sampah Itu untuk ketemu terakhir dengan Gilang sampai bandara." Ucap Bunda nya Gilang, semakin kesal karena Denada ikut ke bandara juga.
" Tidak masalah tante " Lanjut Andika mengerti, kalo orang tuanya Gilang tidak suka Denada ikut ke bandara.
Andika pelan pelan bantuin Gilang untuk masuk kedalam mobil, dibantu dengan Denada, yang berusaha menahan badannya Gilang tidak jatuh saat masuk kedalam mobil.
Dilain sisi, Okta, Haikal, Salsa, Dan Susanto. bahas konsep resepsi pernikahan Anin dan Andika, juga menikah ulang supaya sah di mata agama dan negara. juga membahas baju pernikahan untuk Anin dan Andika.
" Padahal rencananya kan, pernikahan mereka diumumkan setelah mereka wisuda, ternyata mereka sekarang mendapatkan cobaan membuat mereka akhirnya menikah resmi juga padahal masih semester satu" Ucap Okta tidak menyangka, kalo pernikahan resmi anaknya dimajukan karena Anin semakin didekati temen kampusnya terus.
" Ya mau bagaimana lagi, kita sebagai orang tua tidak bisa sabar dan selalu was awas terus kan, tidak tega juga selalu melihat Andika sabar menghadapi tingkahnya Oki dan jalan menikah resmi sekarang yah jalan terbaik." Ucap Salsa, yang tidak ingin selalu sabar melihat menantunya nahan amarah terus
" Saya berharap sih, dengan pengumuman ini, temennya Anin stop gangguin Anin dan jika masih deketin Anin juga terpaksa kita pindahkan Anin ke kampusnya andika supaya lebih aman kuliah disana." Ucap Haikal yang berharap, setelah pernikahan resmi anak anaknya tidak ada lagi masalah.
__ADS_1