
Andika memberikan buku yang Anin butuhkan, Andika serba bingung membiarkan Anin datang ke kampus untuk pulang bareng, takutnya ada yang usil dengan Anin lagi.
" Pah, cewek tadi yang papah bilang, mencoba deketin papah?" Tanya Anin melihat Andika bawa mobil
" Iyah mah, dia cewek nya yang berusaha deketin papah selama ada di kampus." Ucap Andika terus terang, supaya tidak ada yang dituttupi dari Anin.
" Pantes dia usil seperti tadi, satpam saja biasa saja aku datang ke kampus papah, selama aku tidak membuat masalah di kampus papah." Lanjut Anin yang sudah menduga kalo cewek tidak jelas tiba tiba usil dengan kehadiran Anin ternyata perempuan yang suka dengan Andika
" Aku seneng dengan jawaban mamah, perempuan seperti Vivi memang harus ditegur, supaya sadar diri, aku seneng kok mamah ke kampus, jadi tidak usah dengerin ucapan Vivi ya sayang. kalo mau datang yah datang saja ya sayang ke kampus." Lannjut Andika yang tidak ingin larang Anin untuk datang ke kampusnya.
" Oke deh papah sayang " Lanjut Anin seneng, karena Andika tidak larang Anin untuk datang ke kampus.
Dilain sisi, Gilang melihat bareng bareng Sumini dan keluarganya ada di ruang tamu, langsung kaget perasaan tadi pagi Baik baik saja.
" Ada apa in? kenapa barang barang kalian ada didepan pintu?" Tanya Gilang kaget baru pulang sudah melihat ada yang tidak beres
" Maaf Gilang, mulai hari ini kita semua akan kembali ke kampus, Denada mulai hari ini kamu sudah tidak bisa melanjutkan kuliah kamu lagi nak dan pernikahan kalian pun hari ini sudah selesai kalian bercerai, karena kita akan kembali ke kampung dan Gilang akan dijemput orang tuanya untuk kembali ke US." Ucap Ayah nya Denada, berusaha tidak sedih karena kehilangan pekerjaan yang sudah bertahun tahun sudah dijalaninya
" Semua barang barang Denada sudah kita rapihkan dan tinggal jalan saja sekarang, hayo Denada kita jalan sekarang nak." Ucap Sumini yang bener bener pulang kampung, sudah cukup hidup dihina terus oleh majikannya yang tidak bisa menerima kekurangan besannya
__ADS_1
" Tidak boleh ada yang keluar dari sini, ini pasti ribut lagi dengan orangtuanya Gilang yah, Gilang tidak mau kehilangan Denada dsn tidak ingin kalian tinggal di kampung tanpa Gilang, Gilang ikut kalian yah Gilang mohon." Lanjut Gilang yang langsung peluk Denada supaya tidak dibawa pergi begitu saja
" Gilang, mungkin perpisahan kita adalah jalan yang terbaik untuk kita, kalo kamu ikut kita ke kampung, pasti masalah ini akan semakin besar, apa kamu tega melihat kedua orang tua aku selalu sedih dan sakit hati terus dengan ucapan seenaknya orangtuanya kamu, maafkan aku sayang harus memilih ikut mereka dari pada rumah tangga kita semakin tidak sehat" Ucap Denada yang terpaksa ikut kedua orang tuanya untuk pergi, berusaha untuk ikhlas kehilangan pendidikan yang tidak mudah untuk mendapatkan biaya pendidikan dan harus ikhlas kehilangan orang yang dicintainya demi kedamaian antara Gilang dengan orang tuanya dan Denada tidak menjadi alasan kedua orang tuanya sedih karena hinaan dari orang tuanya Gilang setiap hari
" Kalian pergi sekarang, Gilang pastikan kalian dan orang tua Gilang akan akur melihat Gilang ada di rumah sakit setelah kalian keluar dari sini, Gilang rela hidup miskin dari pada harus kehilangan Denada dan keluarganya yang selalu membuat Gilang bahagia dan merasa nyaman dengan ucapan Sumini dan suaminya selalu perhatian ke Gilang.
" Maksud kamu apa Gilang? tapi bapak tidak peduli apapun yang kamu lakukan, yang penting bapak tidak usah harus menahan emosi cuman karena ucapan orang tua kamu ke anak dan istri bapak, hayo anak anak dan bunda kita naik angkot supaya cepet pergi dari sini, sudah cukup keluarga kita direndahkan selama tinggal disini." Lanjut Ayah nya Denada, yang langsung jalan ke angkot yang disewa oleh ayah nya Denada
" Tuan muda, terimakasih yah karena selama tinggal disini, selalu memberikan barang barang mewah untuk saya, maaf yah tuan muda harus saya bawa karena saya tidak bisa kehilangan barang barang mewah yang saya punya." Ucap Ochi malu tapi tidak bisa kehilangan handphone, perhiasan, dan barang barang mewah lainnya.
" Maaf yah sayang, kita harus pisah sekarang, karena ini jalan terbaik untuk hubungan kita, semoga kamu bisa mendapatkan istri yang status sosialnya sama seperti kamu dan tidak membuat orang tua kamu marah marah terus setiap harinya, terimakasih sudah menjadi suami yang selalu membahagiakan aku dan terimakasih sudah memberikan kenangan terindah dalam hidup aku. aku pamit sayang " Lannjut Denada, Denada mencium tangannya Gilang sebelum masuk kedalam angkot.
Gilang dengan sedih menatap angkot yang dibawa oleh ayah nya Denada, sudah jalan meninggalkan rumahnya.
Dilain sisi, Andika yang malas belajar setelah pulang kuliah, langsung ajak Anin olahraga berdua didalam kamar karena Andika lagi kepingin olahraga
" Mamah sayang, ngapain sih belajar jam segini? kita olahraga yuk sayang? aku sudah kepingin olahraga berdua?" Tanya Andika, Andika langsung peluk Anin yang lagi duduk di kursi dan membuat Anin menahan geli karena tangannya Andika kemana mana
" Jam segini, boleh tidak yah aku turutin." Ucap Anin yang menahan geli tapi tidak minta Andika lepasin tangannya.
__ADS_1
" Hayo lah sayang, jangan pelit pelit ssma suami terganteng ini." Lanjut Andika seneng melihat Anin pura pura nnolak, padahal mau diajak olahraga berdua terlihat dari tangan nya tidak boleh lepas dari pelukannya.
" Selalu deh memaksa aku untuk olahraga siang siang sayang, Baik lah hayo pemanasan dulu sayang " Lanjut Anin, Anin langsung berdiri dan jalan tepat didepan Andika
Anin dan andika mulai pemanasan sebelum olahraga berdua dimulai
Dilain sisi, Okta melihat lihat makanan lewat aplikasi online, Okta yang lagi malas masak memutuskan untuk beli makanan lewat aplikasi online.
" Makan apa yah yang enak, lagi malas sekali masak, ah ini saja deh sepertinya enak" Ucap Okta yang langsung pesen makanan yang Okta ingnkan
Okta setelah seelesai pesan makanan langsung keluar kamar untuk nunggu kulir bawa makanan yang diingin Okta
Dilain sisi, Denada yang dikasih tahu kedua orang tuanya, alasan mereka semakin marah dengan orang tuanya Gilang, berusaha sabar dan ikhlas.
" Ayah dan bunda sebenarnya tidak tega kamu kehilangan pendidikan kamu dann kehilangan suami kamu, tapi masa kita harus terima terus setiap hinaan yang mereka ucapkan, kita memang miskin tapi bukan bearti mereka bisa menghina kita terus setiap hari." Ucap Sumini, yang mulai kesel dengan hinaan yang diberikan oleh majikannya selama ini
" Lagian kalian menikah dibawa tangan jadi mudah untuk bercerai, untungnya kalian belum punya anak bisa cerai dengan mudah, kamu pantas mendapatkan suami kaya tapi yang bisa menghargai kamu dan orang tua kamu, bukan seperti orang tuanya Gilang yang terlalu sombong
" Walaupun sedih harus kehilangan pendidikan dan suami, insya allah Denada ikhlas kehilangan suami demi kedamain keluarga kita supaya tidak sedih dan sakit hati karena ucapan orang tuanya Gilang terus" Ucap Denada berusaha tidak sedih karena kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya.
__ADS_1