DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Berjuang dong


__ADS_3

Gilang menemai Denada untuk makan malam malam, karena Denada tiba-tiba merasa lapar membuatnya terpaksa bangun.


" Ayah, kok ikut makan sih? Ayah kan habis perjalanan jauh dan tadi juga belanja, memangnya tidak ngantuk?." Tanya Denada yang merasa kasihan melihat Gilang, tiba-tiba ikut makan juga padahal Gilang terlihat sangat lelah sekali.


" Masa istri aku makan, ditinggal sendirian sih sayang, Bunda lapar juga kan karena anak kita yang lapar jam segini sayang." Ucap Gilang, berusaha menahan ngantuk dan tidak ngeluh, karena tahu ibu hamil setiap malam pasti merasa lapar.


" Terimakasih yah sayang, yah sudah kita makan bersama-sama kalo begitu." Lanjut Denada merasa bahagia sekali, karena Gilang pengertian kalo ibu hamil bakal makan malam.


Gilang menikmati kue dan jeruk, demi bisa temani Denada makan, tidak tega membiarkan Denada makan sendirian.


..................................................................


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, Anin membiarkan merias wajah dan menata rambutnya supaya terlihat lebih cantik dan tampil beda. Denada masuk ke kamarnya Anin, membuat Denada kagum karena Anin ternyata lebih cantik jika full makeup.


" Wah, Ibu Anin cantik sekali sih, pantas saja Andika terpesona terus dengan Ibu satu ini." Goda Denada saat melihat Anin, hampir selesai dirias.


" Bisa saja kamu ini, biasa saja lah, oh yah kamu sudah makan belum? Jangan sampai telat makan karena bantuin saya persiapan untuk acara hari ini?." Tanya Anin, Anin melihat Denada yang berdiri disampingnya.


" Sudah dong, makan, minum susu ibu hamil, dan juga vitamin. Gilang yang siapin semuanya dan jika saya belum makan ya mana boleh keluar kamar." Lanjut Denada yang merasa bersyukur, punya suami yang super perhatian.


" Alhamdulillah kalo sudah selesai makan." Lanjut Anin lega, karena takut jika Denada belum makan karena takut anaknya kenapa- kenapa.

__ADS_1


Dilain sisi, Gilang melihat Andika siap-siap untuk pernikahannya, jadi berharap jika Gilang bisa juga nikah resmi bersama Denada.


" Woy, kenapa melamun begitu? Memikirkan apa sih kamu?." Tanya Andika kagetin Gilang, yang melamun terus selama Andika siap-siap.


" Saya memikirkan nasip rumah tangga saya bersama Denada, apa saya akan mendapatkan restu dan bisa menikah resmi seperti kamu dan Anin yah." Ucap Gilang, was-was apa lagi sekarang Denada sedang mengandung.


" Berjuang dong, apa lagi sekarang sudah ada dede bayi kan, tidak bisa status pernikahan sirih atau diem-diem terus kan. Harus punya status pernikahan yang sah dimata agama dan negera, kasihan masa depan anak kalian nantinya." Lanjut Andika, yang berharap jika Gilang dan Denada bisa menikah resmi juga.


" Iyah Andika, saya akan berjuang dan sudah cukup ikutin keinginan orang tua saya, sebulan saya bener dicuekin dan dilihat saja sebelum berangkat kerja dan setelah pulang kerja, itu saja cuman setor muka saja kan menyebalkan sekali." Lanjut Gilang sedih, karena orang tuanya bener-bener seenaknya.


Andika mengerti sekali, perasaan sedih dan kesel yang dirasakan oleh Gilang, berharap suatu saat Gilang bisa berdamai dengan orang tuanya dan pernikahannya Gilang bersama Denada bisa nikah resmi juga.


Dilain sisi, Okta memberikan seserahan untuk Salsa, Karena pernikahan Anin dan Andika tidak ada acara lamaran dan acara adat sama sekali.


" Terimakasih yah Okta, Anin pasti suka sekali dengan seserahan ini." Ucap Salsa melihat seserahan, yang diberikan Okta.


" Anak-anak mana?, Kok pada belum kesini sih?.' Tanya Okta yang tidak melihat Anin dan Andika dari dari tadi.


" Sepertinya sebentar lagi keluar kamar, Anin dan Andika kan di makeup nya dipisah." Lanjut Salsa, Salsa membiarkan seserahan ada diruang tamu.


Dilain sisi, Susanto dan Haikal melihat Oki, jalan menuju gerbang rumahnya Anin membuat Susanto kesal melihatnya.

__ADS_1


Bugh, Satu tonjokan mendarat diwajahnya Oki Susanro tiba-tiba menghajar Oki, Disaat Oki berdiri didepan Susanto dan Haikal.


" Sudah tahu kan!, Jika Anin dan Andika hari ini menikah dan ngapain lagi kesini hah!." Bentak Susanto, yang sudah tidak bisa bersikap baik lagi dengan Oki.


Bugh, Haikal ikut menghajar wajahnya Oki karena kesal, karena Oki berani-beraninya ganggu rumah tangga anaknya terus.


" Pertama kamu kesini, masih bisa saya terima baik-baik karena kamu temennya Anin, tapi mulai hari ini tidak bisa lagi.Cari perempuan lagi sana untuk kamu jadikan pacar, jangan ganggu menantu saya terus mengerti kamu. Pergi sekarang dari pada saya bersikap lebih kasar dari ini!." Bentak Haikal yang sudah tidak bisa lagi, bersikap baik ke Oki, karena semakin keterlaluan deketin Anin padahal sudah tahu Anin mau menikah.


" Sial! Jadi laki laki tua ini, orang tuanya Andika yang waktu itu kesini pagi!." Batin Oki kesal dan tidak menyangka, jika orang tuanya Andika bisa deket dengan orang tuanya Anin.


" Ya sudah, saya permisi kalo begitu." Ucap Oki, langsung jalan menuju mobilnya, sambil menahan sakit diwajahnya karena dihajar dua kali dan semakin kesel karena Oki gagal untuk ajak Anin pergi dan gagalin pernikahannya.


" Anak itu, bahaya sekali, masih saja nekat deketin Anin bahkan sampai hari pentingnya saja, masih berusaha deketin menantu saya." Ucap Haikal sambil melihat Oki, masuk kedalam mobilnya.


" Betul, kita harus kasih Boduguard untuk anin selama dikampus, untuk jagain Anin dari anak gila itu, karena kalo Denada saja tidak akan bisa melindungi Anin, apa lagi Denada kan lagi mengandung." Lanjut Susanto rela, mengeluarkan biaya demi melindungi Anin secara maksimal selama Anin ada dikampus.


Dilain sisi, Anin dan Andika, setelah selesai makan dan selesai dirias. Langsung keluar kamar karena sudah siap untuk ijab kabul dan resepsi pernikahan.


" Duh pengantin cilik, kalian sudah siap yah untuk ijab kabul yang kedua. Ingat yah Andika jangan salah sebut pas ijab kabul nanti yah." Ucap Salsa, melihat hasil riasan diwajahnya Anin terlihat lebih cantik.


" Iyah Bunda siap, Andika tidak akan salah sebut, ini kan pernikahan yang kedua kali insya allah lancar Bunda." Ucap Andika optimis, tidak akan salah sebut karena sudah hafalin nama panjang Anin dan nama panjangnya Susanto juga.

__ADS_1


" Yah sudah, karena Andika sudah hafal apa saja yang disebut saat ijab kabul, dan sekarang kita berangkat ke masjid untuk acara ijab kabul dan acara resepsi pernikahan kalian juga." Ucap Okta yang melihat anak-anaknya sudah siap, langsung ajak Anin dan Andika untuk berangkat ketempat acara.


Salsa gandeng tangannya Anin, untuk jalan pelan-pelan keluar rumah menuju mobilnya, sedangkan Andika jalan didampingin oleh Okta dan Gilang, karena Susanto dan Haikal. Nunggu didepan rumah karena lagi minum kopi dan makan cemilan.


__ADS_2