DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Pegel tapi seneng


__ADS_3

Anin merasa mau pingsan setelah turun dari gunung, membuat Andika langsung urut kaki nya Anin sebelum naik kedalam mobil.


" Pegel tapi seneng habis naik gunung, kapan kapan kita haiking sekeluarga yah. terimakasih papah sayang mau urut kaki aku." Ucap Anin bahagia, karena Andika ada saja cara perhatian yang diberikan untuk Anin.


" Sama sama mamah sayang, tentu boleh dong sayang untuk haiking dan camping lagi seperti ini." Ucap Andika yang selalu seneng diajak kemana saja bersama Anin, Karena selalu bisa modusin Anin.


" Boleh sayang, selama kita semua sehat yah tidak masalh haiking lagi seperti ini, kalian juga menikmati liburan keluarganya jug kan." Ucap Salsa yang tidak masalah, diajak haiking lagi selama semuanya sehat.


" Bulan depan saja kalo semuanya tidak sibuk, kita bisa camping sekeluarga lagi " Ucap Okta yang seneng bisa camping bersma Anin dan kedua orang tuanya.


" Mobil sudah siap, yuk kita pulang, katanya Haikal saja yang bawa mobil sampai tempat makan dan setelah itu baru saya sampai ke rumah saya." Ucap Susaanto seneng, karena disaat Susanto merasa lelah habis perjalanan panjang turun dari gunung, Haikal dengan senang hati mau bawa mobil duluan.


"Kaki aku sudah baikan pah, Terimakasih yah." Ucap Anin, merasa lega kaki nya setelah setengah jam diurut oleh Andika.

__ADS_1


" Kalo bukan diluar saja, pasti sudah modusin Anin nih pas urut dia tadi. dari pada Anin ngambek bisa bahaya ngambeknya panjang." Batin Andika, padahal Andika sudah bayangin hal hal romantis setelah urut Anin tadi, tapi mana berani modus ditempat umum.


" Buruan anak anak, kalian duduk paling belakang dan pakai hordeng yah kursinya." Ledek Susanto, Susanto sengaja minta anak anaknya duduk dikursi belakang, karrna tahu menantu nya hobi sekali modusin Anin.


" Tidak ah ayah, biarin saja tanpa hordeng juga, aman aman kok." Lanjut Andika mengerti maksudnya Susanto, Andika naik duluan ke kursi belakang


" Maksudnya apa sih, ayah dan Andika, jangan aneh aneh deh." Protes Anin yang tidak mengerti maksudnya Susanto dan Andika barusan.


" Jangan didengerin Anin buruan naaik dan bunda juga mau tidur didalam mobil." Ucap Salsa yang tidak sabar mau istirahat dulu, sebelum pas giliran temani Susanto yang bawa mobil.


Dilain sisi, Gilang melakukan vidio call ke orang tuanya, Gilang tidak habis fikir orang tuanya pakssa Gilang untuk tinggal di US tapi kedua orang tuanya saja sibuk kerja dan tidak ada waktu bersama Gilang walaupun tinggal bersama.


" Maksud kalian apa, jual rumah beserta isinya dan jual mobil juga, paksa Gilang tinggal di US?" Tanya Gilang penuh emosi, karena sampai sekarang orang tuanya tidak membiarkan Gilang memilih kebahagiaannya sendiri

__ADS_1


" Karena kita ingin kamu tinggal disini, karena di sana kamu cuman membuat kita malu saja, sudah cukup kita malu dengan hubungan kamu bersama Denada, sudah waktunya kamu kembali ke status sosial kamu Gilang, dua hari lagi kita ke sana dan kamu sudah siap ikut kita ke US, tanpa bawa apapun dari sana, selain baju kamu, sampah sampah kamu harus dibuang" Tegas Ayah nya Gilang, yang sudah tidak ingin negosiasinya bersama Gilang lagi


" Gilang dipaksa kesana tapi tidak pernah mendapatkan perhatian dari kalian, kalian sibuk kerja dari pagi sampai malam, mana ada waktu bersama Gilang, waktu kebersamaan sebagai keluarga, jalan jalan dan kumpul bareng, kalian saja hari sabtu dan minggu masih kerja, jadi untuk apa Gilang tinggal disana kalo tidak mendapatkan perhatian dari kalian, cuman siksa batin Gilang saja." Lanjut Gilang yang tidak ingin, tersiksa merasa sendirian dirumah dan tidak mendapatkan perhatian dari orang tua sama sekali.


" Sudah jangan protes, kita kerja juga untuk kehidupan mewah kamu, pokoknya kita akan jemput kamu, supaya tinggal bersama kita di US, supaya kamu tidak membuat kita malu lagi mengerti. bilang ART kamu itu, upah dia sudah ayah berikan tadi. sudah yah Gilang ayah sibuk dan mau kerja lagi. " Lanjut Ayah nya Gilang, yang tidak ingin ngalah dengan anaknya sama sekali, tidak akan membiarkan Gilang seenaknya. Ayah nya Gilang langsung matikan telefonnya


" Sabar yah, terimaalah dengan ikhlas kehidupan kamu selama di US, walaupun kamu merasa kesspian di rumah, kamu masih punya banyak temen disana dan pergaulan anak remaja disana pasti lebih asik dari pada disini." Ucap Denada berusaha yakini Gilang, tinggal di US tidak selalu membuat Gilang menderita


" Kamu selalu saja bela orang tua aku, kamu takut bela aku? kamu takut sedih dan sakit hati dengan hinaan manuusia gila harta itu? kamu tidak menghargai perasaan aku sama sekali? aku hancur sudah sakit lumpuh dan aku hancur harus kehilangan kamu, tapi kamu tidak peduli sama sekali kita pisah, apa kamu. tidak sedih kita pisah selamanya" Tanya Gilang menatap sinis kearah Denada


" Iyah aku takut, karena kepikiran dengan ucapan kasar orang tua kamu setiap hari, cape marah, cape nangis, dari pada sakit kepala kepikiran terus dan bakal sakit sakitan terus. demi kedamain semuanya yah harus pisah kita, aku tidak ingin membuat orang tua aku sakit sakitan karena hinaan orang tua kamu yang sombong, aku sedih kita pisah tapi mau baagimana lagi Gilang, kita dianggap tidak pantss bersatu dan selalu dihina, apa kamu fikir aku tidak drop lama kelamaan nahan amarah?" Tanya Denada dengan tegas, Denada membiarkan Gilang peluk dirinya, membuat Denada nangis dalam pelukannya Gilang


" Maafkan aku, maafkan aku sayang, aku mencintai kamu setulus hati aku, jujur aku ingin kita bahagia seutuhnya tanpa harus ada rasa emosi sama sekali, aku juga benci dengan kedua orang tua aku yang egois dan sombong sayang, maafkan aku karena aku mencintai kamu dan ajak nikah, membuat kamu dan orang tua kamu sedih merasa dihina dan direndahkan selama ini, maafkan aku Sayang " Lanjut Gilang, tanpa Gilang sadari air matsnya Gilang membasahi wajah tampanny, karna impian ingin bahagia bersama Denada kini sirna karena kedua orang tuanya semakin paksa Gilang untuk pergi jauh dari kehidupannya Denada selama nya

__ADS_1


Gilang masih betah peluk Denada, dan nangis dalam diam selama peluk Denada dan membuat bajunya Denada basah karena air mata, sejujurnya Gilang tidak ingin pisah dari Denada selamanyya.


Denada turutin keinginan Gilang peluk Denada selama masih bersama, Denada tidak pernah melarang Gilang peluk dan Denada merasakan bajunya basah, berusaha menahan demi Gilang puas meluapkan kesihannya sambil peluk Denada. Gilang dan Denada sama sama nangis, karena dipaksa berpisah karena perbedaan status sosial, karena orang tuanya Gilang tidak ingin memiliki menantu orang sederhana dianggap bikin malu keluarganya Gilang.


__ADS_2