DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Sejam nonton drakor


__ADS_3

Anin dan Sulis bahagaia sekali karena dosen tidak masuk, karena tidak enak badan, membuat Anin ajak Sulis untuk nonton Drakor bareng.


" Sulis kita nonton Drakor yuk, dari pada bosan sejam tidak ada dosen kan." Ucap Anin yang kasih lihat daftar Drakor terbaru, yang belum sempet Anin tonton.


" Boleh juga sih, buruan disetel Drakornya supaya tidak bosan sekarang." Ucap Sulis yang suka juga nonton Drakor, setiap kali main bersama Anin.


" Oke deh" Lanjut Anin langsung setel Vidio Drakor dari handphone nya, supaya bisa nonton bareng


" Kalian lagi ngapain sih, serius sekali melihat handphone nya?" Tanya OKI tiba tiba jalan ke mejanya Anin


" Lagi nonton Drakor nih" Ucap Anin tanpa melihat Oki sama sekali.


" Nonton Drakor enakan ada cemilan dan minuman segar, apa kalian mau saya belikan ke kantin sekarang?" Tanya OKI yang rela jalan jauh ke kantin, demi beliin Anin minuman untuk nonton Drakor.


" Tidak usah terimakasih, saya tidak harus sama sekali." Lanjut Anin yang berusaha cuek, dari pada menerima pemberiannya OKI yang nantinya jadi masalah baru.


Sulis melihat Anin, bicara dengan Oki tapi tidak dilihat orangnya, merasa kasihan sebenarnya, tapi OKI memang harus dikasih efek jera supaya tidak terus menerus kejar Anin.


Dilain sisi, Haikal dan Susanto sudah mulai, bahas magang untuk Anin dan Andika di perusahaannya


" Anak anak kapan nih mulai magang? biar Anin dan Andika keren magang yang langsung jadi wakil CEO selama tiga bulan?" Tanya Susanto yang tidak sabar, mau melihat Anin dan Andika pakai baju formal saat datang ke kantor selama magang.

__ADS_1


" Masih lama Susanto, mereka saja baru masuk kuliah, masa sudah dikasih tanggung jawab besar, lagian kasihan lah jika magang sekarang, pasti membuat anak anak merasa tidak bebas karena sudah merasakan magang sekarang." Ucap Haikal yang tahu kapan waktunya, mahasiswa menerima magang.


' Bener sih, cuman saya saja yang sudah tidak sabar mau melihat anak-anak pakai baju resmi untuk kerja, setiap kali ke kantor pasti keren sekali." Lanjut Susanto yang ingin secepatnya melihat Anin, pakai sepatu pantofel, kemeja, dan blazer khusus untuk kerja


" Sama saja Susanto, tapi yah bagaimana lagi kita harus sabar menunggu mereka semester enam baru bisa magang, itu artinya mereka sudah dipersiapkan oleh kampusnya untuk merasakan bagaimana dunia kerja." Lanjut Haikal yang sudah membayangkan Andika pakai kemeja dan jas yang pernah Haikal kasih untuk Andika, saat lulus SMU beberapa bulan yang lalu.


Susanto cuman bisa sabar menunggu waktunya tiba, melihat anak dan menantunya kerja, tidak bisa dipaksa untuk kerja cepet


Dilain sisi, Vivi melihat Andika keluar dari kelasnya, langsung ikutin Andika.


" Mau kemana kamu?" Tanya Andika melihat Vivi yang keluar dari kelas juga


" Saya mau ke kantin haus mau beli minum, kamu sendiri mau kemana?" Tanya Vivi sengaja, mencari alasan supaya Andika tidak curiga, jika sebenarnya Vivi ikutin Andika.


" Mau sekali kamu dikerjain oleh pacar kamu, padahal dia kan bisa beli, dasarnya cewek manja dia." Protes Vivi tidak suka, mendengar Andika mau repot ke perpustakaan untuk pinjemin buku ke perpustakaan.


" Manja dengan pacar sendiri itu wajar, justru saya bangga karena pacar saya rajin belajar, yang tidak wajar itu jika manja dengan pacar orang." Lanjut Andika sengaja, supaya Vivi malu dan sadar dengan apa yang dilakukan Vivi selama ini, berusaha deketin Andika padahal tahu Andika sudah punya pacar.


Vivi merasa tersindir dengan ucapannya Andika, berusaha diem saja, tanpa memberikan komentar sama sekali, Vivi merasa kesal sekali karena Andika dengan santainya sindir Vivi seperti itu.


Andika senyum sinis melihat Vivi diem saja, Andika sengaja sindir Vivi supaya stop deketin Andika terus

__ADS_1


Dilain sisi, Gilang balasin terus chat yang dikirim oleh ibu nya ke Denada, mau tahu sejauh mana ibu nya bisa jahat dengan menantunya. membuat Denada pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Gilang sekarang


" Biar tahu rasa dia, punya menantu baik dan tidak matre, justru disakitin terus dengan ucapan seenaknya, justru dengan kehadiran keluarga bunda membuat aku tidak merasa kesepian di rumah, bukannya bersyukur ini terus dan terus disakitin dengan seenaknya." Ucap Gilang pelan, sambil terus balas chat yang dikirim oleh ibu nya, bahkan ibu nya ancam tidak memberikan gaji untuk Sumini.


" Astaga, perang antara anak dan orang tua kapan berakhirnya sih, kepingin sekali bisa melihat Gilang dan orang tuanya akur sekaligus menerima saya sebagai menantunya dan menerima orang tua saya sebagai besannya." Batin Denada yang ingin sekali, bisa kompak dengan mertuanya tanpa ada emosi dan air mata setiap saat.


" Sabar sayang, aku serahkan handphone aku, untuk ayah sepuasnya balas chat orang tua ayah, supaya bisa tenang dan tidak marah marah terus." Ucap Denada yang ingin melihat Gilang tidak emosi terus.


" Pasti dong sayang, aku akan terus jawab ucapan mereka, jika mereka Vidio call biarin aku yang hadapi mereka, enak sekali nindas orang seenaknya. yang selalu aku bilang kalo aku siap kehilangan kemewahan yang ada, supaya bisa hidup tenang bersama bunda di kampung dari pada hidup di rumah mewah tapi seperti di neraka yang tidak merasakan kebahagiaan sama sekali." Lanjut Gilang, yang tidak peduli ucapan orang jika tahu Gilang rela hidup susah demi bahagia bersama Denada.


" Iyah sayang" Lanjut Denada pasrah dan tidak berani menolak keinginannya Gilang lagi.


Gilang bahagia sekali karena Denada sudah pasrah, apapun yang terjadi jika orang tuanya Gilang tahu, yang balas chat seenaknya adalah Gilang.


Dilain sisi, Andika Vidio call dengan Anin untuk kasih lihat buku yang Anin butuhkan.


" Sayang, ternyata bener ada di perpustakaan sayang, mau pinjem berapa lama?" Tanya Andika saat saluran telefon terhubung


" Seminggu saja sayang,terimakasih yah sayang mau aku repot kan mendadak sayang " Ucap Anin diseberang telefon, Anin lagi butuh buku bacaan tentang bisnis dan kebetulan Andika pernah lihat di perpustakaan di kampusnya membuat Andika mau bantuin Anin pinjem buku di kampusnya


" Oke sayang, aku bilang ke orang perpustakaannya yah, supaya diijinkan pinjem buku selama seminggu." Lanjut Andika, Andika jalan ke meja penjaga perpustakaan, untuk minta ijin supaya diperbolehkan pinjem buku selama seminggu

__ADS_1


Andika setelah selesai pinjem buku, langsung jalan ke kelasnya untungnya, dosen datang kesiangan ke kelas membuat Andika bisa bantuin Anin untuk pinjem buku


__ADS_2