DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Memangnya kucing


__ADS_3

Anin siapin sarapan untuk Andika, sedangkan Andika bantuin Anin untuk kerjain tuganya Anin, sekalian Andika belajar memahami mata kuliah yang Anin pelajarin sekarang.


" Mah, semoga jawaban aku bener yah, nanti mamah koreksi pas di kampus yah, seinget aku sih ini jawabannya dan seharusnya bener sih." Ucap Andika, yang sering baca buku kuliahnya Anin dan sedikit sedikit mengerti mata kuliahnya anin


" Siap komandan, maaf yah sayang karena kemarin seharian temani Gilang dan tidak mungkin kita bahas tugas ini kan, bisa bisa drop lagi dia." Ucap Anin, Anin memberikan dua ayam goreng buatan Anin.


" Iyah sayang, aku mengerti kok dan tidak masalah sayang, karena kan ini sekalian aku uji coba menguasai materi yang aku pelajari juga sayang." Lanjut Andika, Andika merapihkan buku buku kuliahnya Anin.


" Kalian sudah masak saja, sarapan apa kalian? kok ada buku segala?" Tanya Salsa tiba tiba masuk dapur, yang ingin masak sarapan untuk Susanto.


" Sayur sop dan ayam goreng bunda, iyah nih Andika lagi temani Anin masak sekalian belajar, soalnya kan kemarin kita belum belajar. " Lanjut Andika yang masukin buku kuliahnya Anin, kedalam paparbage yang sengaja Andika bawa.


" Kalian so sweet sekali sih, masak saja harus ditemani, oh yah nanti siang bunda dan ayah akan kesini, jadi kalian habis pulang kuliah jangan kemana mana yah, karena mau ada yang kita bahas bersama kalian." Lanjut Salsa, Salsa mulai membuat nasi goreng untuk sarapan pagi


" Yah tidak bisa bunda, besok saja yah, hari ini terakhir gilang disini dan kita mau anterin Gilang sampai bandara untuk terakhir kalinya. kalo mau bahas hal penting besok saja yah." Lannjut Anin yang sejujurnya tidak enak, tapi mau bagaimana lagi kalo hari ini Gilang terakhir ada di rumah sakit dan hari ini jiga Gilang pindah ke US.


" Yah sudah baik lah, besok kita ketemu ayah dan bunda, bunda mengerti kok perpisahan dengan sahabat itu tidak mudah. yah sudah kalian makan dan siap siap berangkat ke kampus" Lanjut Salsa berusaha mengerti, kalo anak anaknya mau memberikan kesan terbaik untuk perpisahannya dengan Gilang dan mau anterin Gilang sampai bandara.


" Oke bunda, selamat makan." Lannjut Anin dan Andika bersamaan, Anin dan Andika langsung makan masakannya Anin, Anin sudah bisa memberikan bumbu untuk ayam gorengnya dan membuat masakan Anin nikmat untuk dinikmati oleh Anin dan Andika.


Dilain sisi, Gilang kaget karena kedua orang tuanya, datang ke rumah sakit pagi sekali membuat Gilang langsung buang muka.

__ADS_1


" Pagi sekali kalian kesini, seperti anak TK saja yang dipaksa untuk pindah ke rumah kalian, disana Gilang tidak merasakan kehadiran orang tua, kalian saja sibuk cari uang tidak ada waktu libur sama sekali, jadi untuk apa disana kalo rasa hambarnya sama seperti disini." Ucap Gilang, Gilang sama sekali tidak melihat kedua orang tuanya sama sekali.


" Setidaknya kita melihat kamu dirumah, kita cari uang untuk kamu dan memenuhi kebutuhan kamu, sudah lah jangan berdebat. ayah kesini mau urus semua surat surat pindah kamu dan malam baru kita berangkat jadi tidak usah banyak Protes " Ucap Ayah nya Gilang, melihat barang barang pribadi anaknya.


" Kalian cari uang tiada hentinya, kalian tidak tahu cara menikmati hasil kerja keras kalian, bahkan hari libur seharusnya kalian pakai menikmati hasil kerja dan memanjakan anak, tapi kalian masih pakai hari libur untuk kerja. untuk apa cari uang banyak kalo tidak bahagia sama sekali, memangnya kucing apa dilihat ada dirumah, kucing juga ada waktu jaln jalan bersama dengan anaknya beda dengan kalian." Tegas Gilang, Gilang mengepalkan tangannya saking kesalnya dengan orang tuanya yang bener bener egois.


" Nyonya, maaf saya ikut campur, coba nyonya ajak Gilang jalan jalan di taman rumah sakit sebelum Gilang boleh pulang hari ini, di taman rumah sakit ada games anak anak, disana nyonya akan mengerti betapa seorang anak membutuhkan perhatian orang tua, waktu bersama orang tua, mau bermain bersama orang tua, dan tahu anak itu butuh bermanja manja dengan orang tua, anak bukan cuman butuh harta yang banyak saja." Ucap Denada, yang memberanikan diri untuk bicara lantang didepan mertuanya yang sombong sekali.


Denada tidak tega melihat Gilang, merasa tertekan dan merasa tidak bahagia dideket orang tuanya. melihat Gilang menahan amarah merasa tidak tega sama sekali.


Dilain sisi, Andika yang merasa kangen modusin Anin, sebelum berangkat kuliah membuat penampilan Anin berantakan, Andika modusin Anin didalam mobil sebelum berangkat kuliah.


" Iyah sayang, aku juga kangen kok dimodusin papah sayang, untuk kali ini aku tidak akan marah ke papah sayang. " Ucap Anin, Anin sebenernya seneng dimodusin oleh Andika setiap didalam mobil, apa lagi sebelum berangkat kuliah bareng.


" Aku bawa mobilnya pelan pelan, supaya mamah sayang bisa pelan pelan makeup kembali yah sayang." Lanjut Andika, yang langsung menyalakan mesin Mobil sebelum berangkat kuliah.


Andika melihat Anin mulai makeup, seneng melihatnya, karena Anin semakin ada niatan merawat kulit wajahnya supaya terlihat lebih bersih kulitnya.


Dilain sisi, Gilang yang barang barangnya cuman sedikit, paksa ibu nya untuk ke panti asuhan, selama nunggu ayah nya selesai urus surat pindahnya.


" Kita sekarang ke panti asuhan, naik taxi online yuk Denada, ajak perempuan sombong dan tidak mengerti apa yang kita bilang, karena barang barang saya sedikit jadi bisa dibawa pergi Sekarang. " Ucap Gilang, Gilang merasa ucapan saja tidak akan pernah bisa merubah keputusan orang tuanya, Gilang Yakin ajak orang tuanya ke panti asuhan baru mengerti maksud anakny.

__ADS_1


" Tanya nyonya dulu, apa Gilang boleh keluar sekarang dan saya sih siap saja temani Gilang ke panti asuhan." Ucap Denada melihat mertuanya, yang mulai kesal dengan Gilang.


" Yah sudah hayo, kita naik taxi online kesana, dasar kalian ini yah maksa sekali sih. bunda urus biaya administrasinya dulu. kalian rapihkan sampah sampah kalian itu." Ucap Bunda nya Gilang, yang akhirnya setuju untuk ikut ke pati asuhan supaya tidak pusing denger ucapan anaknya terus.


Bunda nya Gilang, langsung keluar dari kamar perawatannya Gilang untuk urus kepulangannya Gilang, supaya mau diajak ke US untuk tinggal bareng lagi.


Dilain sisi, Oki tarik tangannya Anin dengan kasar, saat melihat mobilnya Andika, sudah pergi jauh dari kampusnya.


" Lepasin Oki sakit, mau apa sih kamu ini, tidak cukup apa ganggu hidup saya terus dan membuat saya risih setiap melihat kamu." Ucap Anin, Anin berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman keras tangannya Oki.


" Saya mau, kita jadian karena saya mencintai kamu dari awal kita kenal dan kamu tidak bisa menghargai perasaan saya ke kamu, setiap hari saya ajak jalan selalu tidak bisa." Ucap Oki kesal karena selalu ditolak oleh Anin.


" Menghargai? seharusnya kamu yang menghargai saya, karena saya sudah punya pacar dan kamu sering melihat pacar saya, tapi kamu paksa saya untuk menerima kamu? kamu sehat kan? saya tidak ingin ada perselingkuhan apapun alasannya jadi tolong hargai saya dan hargai pasangan saya?" Tanya Anin, menatap sinis kearah Oki yang mulai emosi karena cintanya ditolak terus


" Ada apa ini? kenapa Anin teriak lepaskan?" Tanya Bratama, yang tidak sengaja denger suaranya Anin teriak tadi.


" Dia marah, karena saya menolak cinta dia, karena saya sudah punya pacar dan dia juga sering ketemu pacar saya. dia paksa saya untuk menjadikan pacar ke dua saya." Lannjut Anin dengan lantang, berusaha tidak takut karena orang seperti Oki jika lawan bicaranya takut akan senang melihatnya


" Kamu sehat bung? saya sering melihat kamu deketin Anin terus, temen yang sehat dan normal tidak akan paksa temennya untuk selingkuh apapun alasannya, akan menghargai pasangan temennya sendiri, temen deket atau yang tidak deket sekalipun tidak akan paksa seperti kamu" Tegas Bratama yang tidak suka, adanya orang ketiga dalam hubungan siapapun. karena orang ketiga adalah orang orang egois.


Oki mengepalkan tangannya, Oki tidak ingin ribut pagi pagi di kampus dan Oki memilih untuk pergi dari pada ada perkelahian didepan kampus.

__ADS_1


__ADS_2