
Anin hari ini kesel sekali dengan Andika, godain Anin terus membuat Anin mau kerjain Andika supaya panass dingin, karena tidak diberikan jatah.
" Sayang, malam Jum'at nih, tidak siap siap apa?" Tanya Andika lihat Anin yang pura pura main handphone.
" Tidak ada modus malam ini, aku lagi tidak mood untuk menerima modus dalam bentuk apapun." Ucap Anin, Anin langsung jalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah seharian beraktifitas.
" Apa marah yah, atau pura pura duh perempuan memang susah ditebak sekali." Batin Andika, Andika langsung siapin lilin aroma terapi, bunga mawar terbuat dari kertas dan minuman penyegar selama Anin mandi.
Dilain sisi, Denada yang tidak bisa tidur, memutus kan untuk lihat lihat barang barang pribadi milik Gilang, yang belum rela untuk dibuang.
" Apa memang sebaiknya dibuang yah, tapiĀ disimpan juga tidak mungkin selamanya karena tidak akan bisa move on dari Gilang bakal ada keinginan untuk ketemu lagi dengan Gilang, apa yang harus dilakukan yah sekarang" Ucap Denada bingung dengan barang barang pribadinya Gilang dan dilihat lihat isi tasnya tanpa terasa air matanya membahasi kedua pipinya Denada sambil lihat lihat barang barangnya Gilang
Dilain sisi, Anin setelah mandi melihat meja yang sudah dihias, merasa tidak tega melihat keinginannya Andika untuk menjalankan menjalankan malam Jum'at indah berdua.
" Suprise, apa mamah seneng? Buruan pakai baju itu sayang sudah aku pilihkan untuk kita makan malam berdua. Untungnya didalam kulkas banyak makanan dan minuman sayang." Ucap Andika melihat Anin pakai handuk, berusaha untuk santai sampai makan malam romantisnya selesai.
" Tidak seru ah, ngambeknya selesai. Dasar Andika urusan modus nomor satu dan paksa untuk tetep jalanin keinginannya huh." Batin Anin kesel, karena Andika diam diam siapin makan cemilan bersama dengan nuansa romantis.
__ADS_1
Anin langsung pakai baju pilihan Andika dan langsung makeup supaya terlihat cantik dan rapih sambil makan cemilan bersama Andika.
Andika melihat Anin makeup langsung menjalankan aksi isengnya, membuat Anin kesel tapi suka dengan keisengannya Andika.
" Suka sayang?" Tanya Andika yang semangat jalanin keisengannya, saat Anin makeup
" Suka sayang, dasar nakal yah tidak bisa tunggu aku selesai makeup sayang, merusak nuansa romantis deh." Ucap Anin yang sengaja keluarin suara merdunya, untuk isengin Andika supaya semakin semangat melanjutkan keisengannya selama Anin makeup.
..................................................................................................
Salsa dan Okta periksa barang bawaan yang akan dibawa untuk haiking, Anin dan Andika ingin sekali haiking bersama empat orang tuanya.
" Haiking tidak nginep mana enak yah, apa sebaiknya kita nginep saja dan besok anak anak ijin kuliah lagian mereka kan sudah beda sekolah kan jadi aman kalo mereka ijin berdua kan?" Tanya Okta yang ingin nginep di gunung, supaya bisa membuat api unggun.
" Boleh juga sih, untungnya Susanto punya tiga tenda dan anak anak juga pengen menikmati nuansa nginep di gunung berdua dan Andika raja modus pasti seneng, baik lah kita nginep dan nanti kita kasih tahu suami dan anak anak nanti." Lanjut Salsa yang setuju mau nginep di gunung, saat haiking nanti.
Dilain sisi, Anin panik karena OKI mendadak mau ajak olahraga lari bersama di care free day, apa lagi hari ini ada orang tuanya Andika dirumah, mau ikut haiking bareng.
__ADS_1
" Pah, bagaimana ini OKI ajak aku olahraga lari di care free day sekarang, mana ada ayah dan bunda juga kan." Ucap Anin panik takut ketahuan, kalo sudah menikah dengan Andika.
" Tenang mah, orang tua kita pasti tahu apa yang harus mereka lakukan pas ketemu OKI didepan, mereka tidak akan biarin rumah tangga kita ada masalah, apa lagi orang ketiga mah. Jadi santai saja. Sekarang kita siap siap untuk haiking." Ucap Andika santai, Andika percaya jika empat orang tuanya akan selesaikan gangguan kecil dengan bijaksana dan bikin OKI semakin malu.
" Papah bener, kan ada mereka dibawah yang bisa hadapin kegilaannya OKI yang sudah di tolak habis habisan masih saja jadi parasit untuk hubungan kita." Lanjut Anin yang yakin jika Susanto, Haikal, Salsa, dan Okta. Yang akan hadapi OKI.
Anin melanjutkan siap siap untuk haiking bareng keluarga, begitu juga dengan Andika siap siap untuk jalan, Andika merasa semakin diuji kesabarannya oleh OKI yang terus menerus mendekati Anin.
Dilain sisi, Haikal dan Susanto melihat mobil merah berhenti didepan rumahnya Susanto dan keluar OKI dari dalam mobil, membuat Susanto ngerti maksud kedatangan OKI pagi pagi datang ke rumahnya.
" Selamat pagi, maaf apa ada Anin di rumah?" Tanya OKI ramah, sapa Susanto dan Haikal yang sengaja duduk didepan rumah sambil minum kopi dan makan cemilan
" Oh kamu yang deketin Anin yah, kamu kan tahu Anin sudah punya pacar, ngapain kesini? Apa lagi masih pagi tidak wajar temen biasa jemput temennya untuk jalan jalan bareng." Ucap Susanto yang ingat cerita Salsa yang bilang kalo ada yang berusaha deketin Anin temen kuliahnya.
" Kita juga pernah muda, bahkan sampai sekarang pun kita punya temen kantor perempuan. Bisa menjaga sikap untuk tidak terlalu deket dengan temen kantor apa lagi tahu punya pasangan, contoh saya punya sekretaris perempuan dan tahu dia punya suami, membuat saya berusaha tidak deketin sekretaris saya secara berlebihan dan ketemu pun sewajarnya saja, karena menghargai sama sama sudah punya pasangan. Mengerti kan maksud saya, berteman boleh tapi tahu batasan, tidak pantas ajak jalan pacar orang dan ini masih pagi, jadi menurut kamu apa wajar ajak Anin jalan tanpa ada maksud dan tujuannya?" Tanya Haikal menatap OKI yang masih saja menjadi pengganggu rumah tangga anak anaknya.
" Maaf kan saya, saya cuman ajak jalan saja kok, tidak ada maksud tertentu dan jika tidak boleh yah sudah saya pamit pulang kalo begitu." Lanjut OKI pasrah, lagi lagi tidak boleh ajak Jalan Anin dan tidak ada kesempatan untuk deketin Anin sama sekali.
__ADS_1
OKI langsung jalan menuju mobilnya, walaupun kesel tapi mau bagaimana lagi tidak bisa marah sama sekali.