
Denada tidur sambil peluk Gilang yang tidur disampingnya, Denada merasakan tangannya Gilang gerak pelan pelan. Membuat Denada yang merasakan tangannya Gilang mulai gerak langsung bangun dari tidurnya
" Ayah sayang sudah sadar?" Tanya Denada sambil pegang tangannya Gilang, berharap bergerak lagi.
" Bunda, kenapa aku ada disini sayang? Maaf yah aku membangun kan tidur bunda?" Tanya Gilang pelan, sambil melihat Denada yang baru bangun tidur.
" Dua Minggu yang lalu, ayah mengalami kecelakaan motor sayang, dan aku langsung temani ayah disini." Lanjut Denada sambil merapihkan bajunya, sebelum panggil dokter untuk periksa Gilang setelah sadar dari koma.
" Oh Iyah aku baru ingat kenapa aku jatuh sayang, sayang kaki aku tidak bisa digerakkan sama sekali sayang." Lanjut Gilang, Gilang panik karena berusaha untuk duduk tapi kedua kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.
" Sabar sayang, aku sudah panggil dokter dan suster pasti sebentar lagi akan kesini." Lanjut Denada berusaha membuat Gilang tenang, karena Denada tahu kondisi kakinya Gilang memang tidak bisa digerakkan sama sekali.
" Iyah sayang" Lanjut Gilang berusaha tenang, sampai dokter datang dari pada semakin kesel karena kaki nya tidak bisa digerakkan sama sekali.
Dilain sisi, Anin dan Andika siap siap pulang, Anin merasa lega karena cuaca cerah dan enak pulang pagi.
" Kapan kapan kita haiking yah sayang, aku suka sekali tidur disini sayang, bersatu dengan alam." Ucap Andika melihat Anin merapihkan bajunya Andika.
" Bersatu dengan alam, bilang saja seneng modusnya kan apa lagi pas aku takut setelah temani ke kamar mandi. Bisa saja bilangnya huh" Protes Anin kesel karena Andika, bisa berkata kata, seolah betah bersatu dengan alam, padahal seneng melihat Anin ketakutan saat malam hari, bisa modusin lagi
__ADS_1
" Kalo itu sih bonus karena sudah mau tidur di atas gunung seperti ini sayang." Lanjut Andika, Andika seneng melihat Anin kesel tapi masih mau saja di modusin oleh Andika.
" Bisa saja huh, yuk buruan lipet tendanya supaya bisa sarapan dan pulang bersama orang tua kita." Lanjut Anin, Anin langsung keluar dari tenda membiarkan Andika lipet sendiri tendanya.
" Selalu bikin gemes melihat Anin ngambek seperti itu." Lanjut Andika pelan, Anin selalu saja kesel setiap kali dimodusin oleh Andika.
Dilain sisi, Salsa dan Okta memotong bakso untuk sarapan dicampur mie instan, karena Susanto, Haikal, Anin, dan Andika. Mau sarapan pakai mie instan dan juga kerupuk
" Sebentar lagi selesai masak, pasti mereka sebentar lagi kesini untuk sarapan bareng sebelum pulang." Ucap Salsa potong potong bakso untuk direbus
" Untungnya suami kita mau beresin baju kita dan tenda sendirian yah, karena membiarkan kita masak." Ucap Okta lega karena tidak terlalu capek
Okta juga merasa lega karena Haikal, tanpa diminta langsung merapihkan bekas sendiri, supaya tidak merepotkan Okta sama sekali.
Dilain sisi, Gilang berusaha tegar, saat dokter bilang kalo Gilang mengalami kelumpuhan karena jatoh dari motor dua Minggu yang lalu.
" Dokter kenapa kaki saya tidak bisa digerakkan yah? Tadi saya mencoba untuk duduk pas baru sadar tadi?" Tanya Gilang sambil berusaha gerakan kedua kakinya.
" Sabar yah, kaki kamu mengalami kelumpuhan karena jatuh dari motor, jadi kaki kamu tidak bisa digerakkan untuk beberapa bulan." Ucap Dokter setelah periksa Gilang.
__ADS_1
" Lumpuh dokter, yah sudah saya akan mencoba untuk menerima kenyataan kondisi saya, oh yah kapan saya bisa pulang dokter?" Tanya Gilang yang tidak sabar mau cepat pulang dan mau dirawat oleh Denada
" Setelah dilakukan ronsen, dan mendapatkn rujukan kamu dirawat di rumah sakit yang ada di US, sesuai keinginan orang tua kamu." Lanjut Dokter setelah ganti selang infusan Gilang
" Maksudnya dokter? Saya tidak ingin dibawa ke US, lebih baik saya lumpuh dari pada kehilangan istri saya untuk selama lamanya?" Tanya Gilang, Gilang yang tidak tidak tahu apa apa, langsung kaget denger ucapan dokter
" Dia istri kamu? Kata orang tua kamu, cuman ART kamu saja, silahkan ibu yang sampaikan tujuan suaminya dibawa ke luar negeri?" Tanya Dokter yang kaget ternyata yang jagain Gilang, ternyata istrinya Gilang bukan ART nya Gilang.
" Iyah dong, baik saya akan jelaskan semuanya ke Gilang dan terimakasih sudah periksa Gilang." Ucap Denada, yang sejujurnya belum siap ceritain semuanya ke Gilang dan perpisahan sebentar lagi akan dijalankan Denada dan Gilang.
" Kalo begitu permisi" Lanjut Dokter menyesal sudah kepo dengan urusan pribadi pasiennya, Dokter langsung keluar dari kamar perawatan Gilang dan membiarkan Gilang tahu kenyataan nya setelah dokter pergi.
" Ada apa saat aku koma dan kenapa bisa dokter bilang aku mau dibawa ke US?" Tanya Gilang menatap Denada, yang mulai berkaca kaca.
" Nyonya dan tuan setelah usir aku dan keluarga aku dari rumah, dan malam setelah kita pergi kamu kan kecelakaan motor, membuat nyonya memutus kan untuk jual rumah beserta isinya, karena setelah kamu sadar kamu akan dibawa ke US untuk pengobatan sekaligus tinggal di sana dan kuliah di sana, aku tidak melanjutkan pendidikan aku karena tuan besar tidak ingin membiayainya lagi, dan barang barang pribadi kamu sudah ada disini, maafkan aku karena hubungan kita membuat kamu menjadi koma, membuat kamu jadi lumpuh, dan membuat kamu harus mengulang pendidikan kamu di US sekalian pengobatan di sana. tuan dan nyonya bilang ke suster dan dokter kalo kamu dijaga sama ART nyonya, oleh karena itu tadi dokter kaget pas kamu bilang istri, dan pernikahan kita sudah selesai karena surat nikah kita sudah disobek oleh tuan, maaf kan saya tuan muda membuat tuan muda seperti ini." Ucap Denada terus terang, dan sadar diri jika Gilang memang anak majikannya, dan bukan suaminya lagi.
" Aku disana juga tidak bahagia sama sekali, karena kedua orang tua aku sibuk kerja dari pagi sampai malam, pas malam pun mereka langsung tidur, jadi untuk apa aku ke US, jika aku diabaikan oleh mereka yang gila harta, tega sekali panggil aku tuan muda lagi, dan aku rela hidup miskin asal bersama bunda dan soal kondisi kaki aku, aku bisa pelan pelan belajar jalan supaya bisa kerja dan cari uang, aku bener bener tidak ingin ke US, ijinkan aku bersama bunda lagi dan kita bisa menikah lagi? asal bunda tahu kalo aku diam diam selama ini, sisihkan uang aku ke rekening yang tidak mereka tahu, dompet aku masih ada disini, itu ada tabungan rahasia aku, untuk jaga jaga jika orang tua aku jahat dan nekat memisahkan kita." Bujuk Gilang berharap Denada mau mempertahan kan hubungannya.
" Maaf tidak bisa, kedua orang tua tuan muda, terlalu jahat setiap bicara dengan orang tua aku, sudah cukup keluarga aku direndahkan dan dihina oleh mereka dan perpisahan kita lebih baik supaya tidak ada yang tersakiti lagi karena kesombongan orang tua tuan muda, saya memang masih mencintai tuan muda tapi saya tidak rela jika saya dan orang tua saya direndahkan terus, apa lagi jika kita bersama dengan kondisi hidup susah maaf tidak bisa " Tegas Denada walaupun berat hati melepaskan hubungan nya bersama Gilang, tapi Denada tidak ingin menjalankan hidup bersama Gilang dalam hinaan dan direndahkan terus menerus oleh orang tuanya Gilang
__ADS_1
Gilang langsung peluk Denada yang mau mengakhiri hubungannya, Gilang bener bener menncintai Denada tapi bener apa kata Denada jika bersama terus akan mendapatkan hinaan dan ribut terus dengan orang tuanya.