DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Hitungan hari


__ADS_3

Salsa dan Susanto, memberikan undangan pernikahan, yang harus dibagikan oleh Anin dan Andika ke temen temen kampusnya.


" Ayah dan bunda hebat, undangan dan sovenirnya sudah selesai cepat." Ucap Anin bahagia, karena persiapan untuk acara resepsi pernikahan tidak harus nunggu lama.


" Gedungnya juga keren sekali, kok bisa sih pakai teman itu ayah?" Tanya Andika salut, Susanto bisa pilih tempat resepsinya yang tidak bisa orang umum pakai.


" Kekuatan banyak orang yang kerjain memang luar biasa kan, semuanya selesai dalam sekejap dan kalian tinggal datang saja saat acara kan." Ucap Susanto bangga, karena bisa cepat selesaikan masalah anak anaknya.


" Bulan depan kalian menikah, harus sehat dan tidak boleh terlalu gemuk yah kalian, biar kalian jadi ratu dan raja dalam sehari. Enak dilihatnya langsing dan baju yang kalian pakai terlihat sempurna kalian pakai." Ucap Salsa tidak sabar ingin sekali pakai kebayanya, dihari bahagianya Anin dan Andika.


" Tenang saja bunda, Anin juga tidak mau gemuk karena merusak gaun nantinya, jadi tenang saja deh" Lanjut Anin bersyukur, karena orang tuanya banyak kenalan dan membuat persiapan pernikahannya Anin dan Andika lebih cepat selesai.


Dilain sisi, Oki kesal sekali, karena selama di kampus tadi, tidak berani deketin Anin karena ketahuan sudah punya pacar dan tidak lagi bisa paksa Anin menerima keinginannya untuk jadian.


" Sial sial, kenapa harus ketahuan sih kemarin, bagaimana bisa jebak perempuan manis itu coba, bener bener menyebalkan sekali sih." Ucap Oki sambil melempar botol yang dipegangnya dengan keras.


" Sayang, Hubungan kita kan sudah lama, apa sebaiknya kita menikah yah? Usia aku semakin lama semakin tua sayang? Aku ingin kita memiliki keturunan dan jadi keluarga yang utuh?" Tanya Lesi, Lesi sengaja pulang cepat karena kangen dengan Oki.


" Usia saya dan Lesi cuman beda enam belas tahun, tidak masalah lah untuk menikah, dia sudah membiayai sekolah saya dan dia yang kasih uang jajan dengan layak, kasihan juga jika ditinggalkan dan dia berguna juga untuk hidup saya." Batin Oki, Oki melihat Lesi yang sudah berusia tiga puluh lima tahun dan suka dengan anak kecil.

__ADS_1


" Boleh sayang, Teteh saja yah yang siapin semuanya kan tahu kalo aku belum kerja dan masih kuliah." Lanjut Oki, Oki tidak ingin keluarin biaya sedikit pun untuk biaya pernikahannya.


" Oke tidak masalah sayang, akan aku urus semuanya sayang." Lanjut Lesi sambil cium Oki, yang kelihatannya sudah setengah sadar dan Lesi tidak akan dengan mudah melepaskan Oki yang sudah menemani enam tahun yang menyenangkan berdua.


Dilain sisi, Andika lega sekali, karena hari ini kembali ke rumahnya Anin dan tidak merasakan tidur sendirian lagi, Andika minta jatahnya dua kali karena kemarin tidak mendapatkan jatahnya sama sekali.


" Sayang, aku minta jatah aku dua kali yah" Ucap Andika sambil godain Anin, yang lagi sibuk dengan buku kuliahnya.


" Dasar modus huh, Iyah sayang boleh dan dengan senang hati memberikan jatah papah sayang dua kali." Ucap Anin, Anin berusaha naha geli karena Andika membuat Anin tidak nyaman dengan keisengannya dan tidak menolak Andika membuatnya geli seperti sekarang Anin rasakan.


Dilain sisi, Denada setelah selesai temani Anin dan Andika belanja tadi, langsung pulang ke rumah lamanya Susanto untuk ditempati bersama keluarganya. Denada telefon Gilang karena rindu dan rencana Gilang datang ke pernikahannya Andika dan Anin.


" Aku habis terapi jalan sayang, supaya operasi kaki aku lebih cepat dilakukan sayang, karena kan aku mau datang ke pernikahannya Anin dan Andika, supaya bunda sayang tidak repot bantu aku dorong kursi roda dan tidak malu dorong dorong kursi roda aku selama kita datang ke pernikahan mereka." Ucap Gilang diseberang telelefon, Gilang melihat Denada terlihat cantik habis keluar rumah.


" Alhamdulillah sayang, jika operasinya cepat sayang, padahal aku tidak merasa repot sama sekali dorong kursi roda ayah dan tidak malu sama sekali sayang, masa bantuin suami sendiri malu sih." Lanjut Denada setuju, masih menjalin hubungan jarak jauh dengan Gilang, demi Gilang tenang selama tinggal di luar negeri, dan tidak terlalu memikirkan Denada yang tinggal di tanah air tanpa Gilang.


Dilain sisi, Haikal dan Okta datang ke rumahnya Susanto, untuk makan malam bersama dan bahas pernikahannya Anin dan Andika.


" Pernikahan kalian apa mau pakai adat?" Tanya Haikal melihat Anin dan Andika, kompak makan buah mangga.

__ADS_1


" Tidak usah ayah, karena kita masih kuliah takut banyak ijin tidak kuliahnya dan tidak mudah kejar ketinggalan, dikasih tugas, dan belajar untuk mata kuliah saat ini." Ucap Andika tidak ingin ribet, kejar kejar pelajaran yang tidak sedikit.


" Bener ayah, pusing dan ribet ah kalo terlalu banyak yang dikerjain nantinya." Ucap Anin yang sama sama malas, banyak ijin karena akan ribet kerjain banyak tugas.


" Dasar kalian ini, kompak sekali alasannya tidak pakai adat. baik lah jika tidak ingin pakai adat sama sekali." Protes Susanto heran, alasan Anin dan Andika bisa kompak untuk nolak pakai acara adat untuk pernikahannya.


Dilain sisi, Gilang kesel, karena sudah sore tapi kedua orang tuanya belum pulang juga. membuat Gilang minta dianterin ke kantor ayah nya.


" Sekarang kalian anterin saya, untuk ketemu majikan kalian, yang masih betah kerja padahal mau malam seperti ini." Ucap Gilang, Gilang bosan dirumah sendirian sampai sore.


" Baik Tuan muda, mari saya antar ke kantor tuan Sekarang." Ucap Bodyguard yang langsung dorong kursi rodanya Gilang, untuk jalan ke mobil karena Gilang ingin ketemu kedua orang tuanya.


Gilang tidak mengerti, karena kedua orangtuanya tidak ada rasa lelah sama sekali, masih saja sibuk kerja padahal sudah sore seharusnya pulang untuk istirahat.


Dilain sisi, Andika kerjain soal soal yang diberikan oleh Anin, Andika berusaha meluangkan waktu satu jam untuk belajar mata kuliah yang dipelajari oleh Anin.


" Ingat papah, kalo ada jawaban yang salah tidak mendapatkan jatah malam ini yah, sesuai perjian kita kan setiap papah diberikan soal soal mata kuliah mamah." Ucap Anin berharap Andika, salah kerjain soal, Supaya Anin bisa istirahat malam ini tanpa gangguan dari Andika sama sekali.


" Sial, setiap ada kuis Anin selalu begini, hukuman selalu dengan tidak memberikan jatah sepanjang malam mana bisa sih." Batin Andika kesel, setiap diberikan kuis oleh Anin dan hukumannya tidak mendapatkan kesenangannya sama sekali.

__ADS_1


" Tenang saja mamah sayang, suami mamah ini kan jenius sayang, mana mungkin sih salah kerjain kuis seperti ini, kan setiap hari aku belajar." Ucap Andika dengan sombong, Andika berusaha isi soal soal yang diberikan oleh Anin dan berusaha bisa isi soal soal yang diberikan Supaya ketenteraman malam ini, bisa Andika rasakan dan tidur nyenyak.


__ADS_2