
Lulu yang selalu berusaha deketin Andika, sekarang harus menelan pil patah hati, karena Andika sudah menikah.
" Yah Andika, sudah ada pawangnya, semakin susah deketin dia, dulu waktu mereka pacaran dikirain bisa direbut ternyata tidak bisa sama sekali." Ucap Lulu dengan sedih, karena sudah tidak ada jalan untuk deketin Andika.
" Itu artinya, Andika bukan jodoh kamu dan kamu harus cari cowok lain, jangan suami temen sendiri yang dideketin!." Tegas Denada, melihat Lulu yang lagi patah hati.
" Iyah kamu bener, baik lah saya akan mencari laki-laki lain, saya juga malu disebut plakor." Lanjut Lulu akan mencoba melupakan Andika, dari pada nekat deketin Andika yang akhirnya akan malu sendiri.
Denada berharap Lulu tidak melupakan ucapan sendiri, Denada melanjutkan pencarian Gilang yang tiba-tiba menhilang.
Dilain sisi, Anin bahagia sekali, akhirnya bisa merasakan duduk diatas pelaminan bersama Andika dan orang tuanya.
" Pah, aku bahagia sekali, akhirnya bisa merasakan duduk disini juga, bersama Papah dan orang tua kita." Ucap Anin bahagia, karena akhirnya pernikahan resminya dijalankan juga.
" Iyah sayang, aku juga bahagia sekali dan tidak menyangka karena pernikahan resmi kita, disenggarakan sekarang." Ucap Andika bersyukur, karena orang tuanya bener-bener gerak cepat untuk mempersiapkan acara penting bersama Anin.
Anin dan Andika salimin tamu undangan, yang terus berdatangan. Terutama temen SMU tidak menyangka, jika Anin dan Andika menikah disaat keduanya masih kuliah.
Dilain sisi, Gilang pesan dua tiket pesawat untuk kembali pulang, Gilang semakin yakin untuk bawa Denada untuk minta restu ke orang tuanya untuk menikah resmi.
" Ya tuhan, lancarkan niat saya untuk menghalalkan pernikahan saya dan Denada, demi masa depan anak saya supaya tidak dihina orang-orang jika tahu pernikahan orang tuanya, tidak nikah resmi." Batin Gilang berharap, kedua orang tuanya bisa menerima kehadiran Denada sebagai istrinya dan juga cucu pertamanya.
Gilang setelah selesai pesan tiket pesawat, langsung mencari keberadaan Denada, karena Gilang sudah rindu lagi dengan istrinya.
__ADS_1
Dilain sisi, Leni kesel sekali, saat tahu kelakukan Oki selama ini di belakang Leni selalu kejar-kejar Anin temen kuliahnya.
" Apa benar, selama ini kamu selalu kejar-kejar temen kuliah kamu? Sampai paksa dan ancam teman kuliah kamu segala?." Tanya Leni melihat wajahnya Oki yang bengkak, karena dihajar Haikal dan Susanto.
" Teteh tahu dari mana? Itu tidak benar Teh, mana berani sih aku menduakan Teteh orang yang berjasa bagi hidup aku?." Tanya Oki berusaha menggoda Leni, supaya Leni tidak marah terus.
" Dari temen kampus kamu, yang magang di kantor tempat Teteh kerja, dia tidak sengaja melihat foto kamu bersama Teteh dan kasih tahu semuanya. Oki stop keisengan kamu dan kita lagi bicara serius!." Tegas Leni uang sudah tidak kuat, dengan keisengannya Oki, yang lagi diajak bicara serius. Tapi berusaha menggodanya terus.
" Tidak usah di dengerin sayang, aku mencintai Teteh dan akan selalu bersama Teteh dan terbukti kan kita sudah menjalanin hubungan selama enam tahu lebih kan." Lanjut Oki berusaha terus membuat Oki, percaya dengan ucapannya.
Leni bener-bener dibuat melupakan apa yang disampaikan temen kampusnya, yang memang selama ini Oki selalu deketin Anin dengan paksa Anin untuk jadian walaupun selalu ditolak.
Dilain sisi, Okta ajak foto-foto keluarga setelah acara resepsi pernikahan selesai.
" Kita foto dulu sebelum pulang yah." Ucap Okta, yang ingin ada foto kenangan pernikahan Anin dan Andika.
Setelah Acara pernikahan Anin dan Andika selesai, kedua pengantin istirahat kamar hotel dan pulangnya besok pagi.
" Mah, bulan madu kita." Ucap Andika bahagia, karena akhirnya bisa merasakan bulan madu di hotel.
" Tapi kali ini, cuman tiga kali yah, sebelum tidur, tengah malam aku pasang alrm, dan nanti pagi yah.Karena kalo tidak seperti itu enakan di Papah dong sepuasnya Papah dapat jatah, ini kan peresmian saja, mau atau tidak?." Tanya Anin menatap Andika yang mau mendapatkan jatahnya.
" Astaga dikasih batas begitu, ya sudah deh dari pada tidak sama sekali, baik lah Mah, kita menikmati malam pengantin kita." Ucap Andika yang setuju untuk dikasih jatah tiga kali, padahal dimalam pertama dan bulan madu."Lanjut Andika, dari pada tidak mendapatkan, sama sekali haknya.
__ADS_1
" Nah kan enak begitu, bisa tidur dengan nyenyak." Lanjut Anin senang, karena Andika mau tiga kali saja.
Dilain sisi, Gilang dan Denada makan bersama orang tuanya Anin dan Andika, setelah acara resepsi pernikahannya.
" Denada kamu yakin akan ikut ke luar negeri? Yakin tidak lanjut kuliah? Selamat yah sudah mengandung? Om hargai apapun keputusan kamu dan yang terbaik untuk kamu?." Tanya Susanto yang mengerti, kenapa tiba-tiba Denada ikut ke luar negeri padahal baru pindah kuliah.
" Yakin Om, saya akan bawa Denada tinggal sana, supaya orang tua saya tidak merusak kehidupan kita lagi Om dan saya akan berjuang untuk mendapatkan restu dan mempertahankan pernikahan kami." Ucap Gilang optimis, bisa bahagia bersama Denada dan membesarkan anaknya bersama-sama.
" Saya ikut saja kemana pun suami ajak saya tinggal Om, Maaf kalo mendadak saya tidak lanjut kuliah om, karena saya mengandung juga mendadak Om. Terimakasih sudah baik untuk membiayai pendidikan saya." Ucap Denada merasa bersalah, tapi mau bagaimana pun, Denada harus ikut kemana pun Gilang ajak pergi.
" Terus kalian kapan kembali ke US?." Tanya Salsa yang masih belum rela Denada ikut ke US cepet, Denada anak yang rajin membuat Salsa seneng dibantuin oleh Denada.
" Dua hari lagi tante, karena Andika dan Anin katanya mau ikut ke rumah katanya." Lanjut Gilang senang, karena kedua sahabatnya mau ikut ke luar negeri bareng.
" Oh bareng pengantin baru yah, yah sudah tidak masalah kalo dua hari lagi karena mereka juga libur kuliah juga." Ucap Okta yang sebenarnya kaget, anaknya mendadak mau ke luar negeri.
Dilain sisi, Sulis melihat Oki dan Leni belanja ke Mall, membuat Sulis langsung mendekati Leni kaka sepupunya.
" Ka Leni? Kok bisa jalan bersama Oki? Apa hubungan Kaka bersama Oki?." Tanya Sulis kaget melihat Leni gandeng tangannya, Oki di Mall.
" Sial! Kenapa harus ketemu dengan Sulis disini!." Batin Oki kesel, karena tiba-tiba ketemu dengan Sulis.
" Kamu kenal dengan Oki? Oki pacar Kaka dan kita sudah pacaran selama enam tahun, oh yah Oki kenalin Sulis ini adik sepupuh aku sayang, kalian kenal dimana yah?." Tanya Leni penasaran, karena Leni tidak pernah cerita ke siapapun kalo Leni sudah punya pacar.
__ADS_1
" Oh, perempuan yang dimaksud Anin waktu itu, Ka Leni toh yang dilihat di Mall, Saya dan Anin temen satu kampus dan temen satu kelas ka. Maaf Ka tapi Oki bukan cowok baik-baik ka, Karena setiap hari deketin Anin untuk paksa Anin jadi pacarnya, bukan itu saja tapi Oki ancam Anin untuk merusak sahabat saya kalo nolak dia, setiap pagi ke rumah Anin untuk ajak jalan-jalan tapi selalu ditolak oleh Anin dan orang tuanya." Lanjut Sulis terus terang, Sulis tidak menyangka kalo Kaka Sepupunya menjalin hubungan bersama Oki secara diam-diam.
Oki mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapan Sulis, karena ucapan Sulis membuat Leni melepaskan tangannya dan terlihat sedih sekaligus marah tidak menyangka mendengar kenyataan tentang Oki.