
Anin merasa lega sekali karena akhirnya sampai dipuncak gunung pancar,membuat Anin istirahat duduk dibatu sebelum bantuin Andika pasangin tenda.
" Sayang cape yah? biarin aku saja yah yang pasang tendanya, jika sudah selesai terpasang baru kita bisa istirahat didalam tenda yah?" Tanya Andika tidak tega membuat Anin cape mendaki cukup jauh, sampai ke puncak gunung
" Lumayan sayang, setengah jam lagi aku bantuin yah sayang" Ucap Anin yang tidak tega membiarkan Andika pasang tenda sendirian, sedangkan Anin duduk saja
" Kalo kalian butuh apa apa, jangan sungkan ke pos penjaga saja yah, untuk minta bantuan temani cari kayu bakar, jangan pernah cari kayu sendirian karena bisa bahaya jika kesasar ditempat seperti ini" Ucap Penjaga gunung pancar
" Baik pak, kita tidak akan cari kayu sendirian dan pasti akan minta bantuan kalian untuk temani kami mencari kayu bakar" Ucap Haikal yang tidak berani juga cari kayu bakar sendirian
" Baik lah, silahkan menikamati pemandangan yang ada disini dan menikmati camping keluarga kaliann dan permisi kalo begitu" Lanjut pengurus gunung pancar dan langsung pergi, membiarkan keluarganya Anin dan Andika menikmati camping sampai besok.
' Anak anak,disini ada pemandian air panas, apa nanti sore kalian mau berendam dikolam pemandian air panas?" Tanya Haikal yang sudah banyak tanya, fasilitas wisata di gunung pancar
" Boleh deh ayah, tapi sekarang kita bikin tenda dulu biar tidak semakin kepanasan kita" Protes Andika yang sudah tidak sabar mau istirahat setelah, jalan kaki cukup jauh dan mau cepet cepet istirahat
" Ya baik lah, kita juga pasang tenda kita sendiri" Ucap Susanto yang merasa badannya pegel semua dan tidak sabar mau istirahat sebelum melanjutkan jalan jalan
Susanto mulai pasang tenda yang sudah dikeluarin dari dalam tas ranselnya, Susanto merasa bersyukur karena punya tenda tiga bekas kegiatan kantor dulu dan tendanya Susanto bawa pulang karena takut hilang dan jika karyawan membutuhkan tenda pasti dipinjamin lagi oleh Susanto
__ADS_1
Anin dan Andika saling tolong menolong untuk pasang tenda bareng bareng, Anin yang merasa lelah berusaha tetep bantuin Andika pasang tenda sampai selesai dan tidak tega membiarkan Andika cape sendirian
Dilain sisi, Denada menerima telefon dari orang tuanya Gilang, Denada berusaha sabar dan ikhlas apapun yang disampaikan orang tuanya Gilang
" Bik, apa uang yang kita kasih cukup? bagaimana kondisinya Gilang dan barang barang Gilang dan barang barang kita sudh kamu rapihkan? barang barang yang tidak penting apa sudah dibuang? terutama buku kuliah dan barang bekas pemberian kamu apa sudah dibuang?" Tanya Bunda nya Gilang diseberang telefon, yang tidak ingin barang barang Gilang banyak yang dibawa ke US
" Alhamdulillah uang pemberian ibu masih banyak, saya sudah kirim struk belanjaan saya untuk makan, kebutuhan pribadi saya masih ada, sudah saya buang bu dan tersisa baju, tas, sepatu, dan laptop saja bu" Ucap Denada berusaha sopan, walaupun selalu direndahkan oleh mertunya
" Bagus kalo sisa, bagus barang barang tidak penting bagi Gilang sudah kamu buang, ingat jangan bohong kamu yah, apa kata dokter soal kondisinya Gilang?" Tanya Bunda nya Gilang yang penasaran dengan keadaan anaknya
" Masih sama bu, belum ada perubahan sama sekali bu" Lanjut Denada sedih, karena Gilang sampai sekarang tidak sadar juga
" Yah sudah lah, jagain anak saya yang bener dan jika bayaran kamu kurang tinggal bilang saja akan saya berikan" Lanjut Bunda nya Gilang dan langsung mematikan telefonnya
Dilain sisi, Anin setelah bantuin Andika pasang tenda, langsung memberikan Andika teh manis hangat buatan Anin,supaya badannya Andika lebih enakan
" Terimakasih yah sayang teh manis hangatnya, ternyata camping brsama istri itu lebih seru dari pada camping bersama temen yah sayang" Ucap Andika yang godain dan modusin Anin
"Mulai yah modusnya, jngan memikirkan itu terus sih pah, aku sebel papah selalu saja modusin soal itu, apa mau selama disini peluk guling karena aku paling males dimodusin?" Tanya Anin pura pura marah, karena Andika pembahasananya selalu kewajiban suami istri terus, membuat Anin semakin kesel dengernya
__ADS_1
' Maaf deh sayang, jangan marah yah sayang" Bujuk Andika yang selalu menyesal, sudah membuat Anin marah tapi masih saja dilanjutin keisengannya ke Anin.
" Huh, untung sayang, selalu saja dimaafin sangat menyebalkan sekali, oh yah bagaimana kondisinya Gilang kasihan dia sudah beberapa koma yah sayang. aku prihatin sekali dengan hidupnya sayang." Protes Anin kesel, walaupun tidak pernah suka Andika modus tapi tidak pernah marah lama dengan Andika setiap kali Andika modus
" Iyah sayang, hidupnya tidak pernah bahagia sama sekali, masa kado kado ulang tahun dari temennya mau dibuang sih, kaos olahraga yang sengaja aku kasih Gilang sebagai kado olahraga mau dibuang dan bola basket juga mau dibuang sayang, aku bilang Denada bola basket besok aku ambil dan aku akan ke rumah sakit " Lanjut Andika tidak rela bola basket dibuang, karena orang tuanya Gilang tidak ingin ribet bawa bawa barangnya Gilang ke US
" Ya ampun tega sekali dibuang, Iyah sayang besok diambil setelah kita pulang dari haiking dan jangan sampai barang barang pemberian papah dibuang begitu saja " Lanjut Anin tidak tega dengernya, karena orang tuanya Gilang tega membuang barang barang pemberian temen temennya Gilang .
" Pasti sayang, aku yakin sih setelah Gilang sadar dari komanya pasti akan marah besar ke orang tuanya karena dengan teganya buang buangin barang barangnya Gilang seenaknya mereka " Lanjut Andika tidak bisa bayangin betapa hancurnya perasaan Gilang, saat tahu barang barangnya banyak yang dibuang begitu saja.
" Pasti hancur sekali sayang, punya orang tua modelnya seperti itu " Lanjut Anin, tidak bisa bayangin bagaimana sabarnya Gilang menghadapi keegoisan orang tuanya..
Anin dan Andika ngobrol santai sambil menikmati teh manis hangat dan cemilan yang dibawa oleh Salsa tadi, Salsa memang sengaja bawa makanan banyak untuk camping keluarga
Dilain sisi, Salsa dan Okta bawa dendeng balado dan ikan emas, untuk makan siang makan malam.
" Yang kita bawa banyak juga ya ternyata dan bawa sate juga buat bikin sate dan sambil bikin api unggun disini, seperti jaman sekolah dulu yah bikin dapur umum depan tenda seperti ini " Ucap Okta ingat jaman jaman ikut organisasi sekolah, dan kebagian untuk masak
" Iyah bener, ribet tapi seru yah acara organisasi sekolah yang suruh kita bawa kayu lima per orang supaya kita bisa buat api unggun pas malam harinya." Ucap Salsa yang merasakan ribetnya bawa kayu kayu dari rumah dan bawa barang pribadinya
__ADS_1
" Walaupun ribet dan banyak barang bawaan, tapi pas dijalanin seru dan pulang pulang kaki sakit dan banyak nyamuk lagi." Lanjut Okta yang ingat sekali, setiap ikut acara camping selalu bawa lotation supaya tidak digigit nyamuk
" Namanya juga alam bebas lebih banyak nyamuk, sama saja Okta kaki saya juga jadi bengkak karena jalan jarak jauh yah seperti sekarang jalan walaupun cape tapi seru juga bisa jalan bersama anak dan suami." Lanjut Salsa ngeluh cape tapi mau diajak haiking dan camping oleh Susanto kemarin