DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Kalian jadian


__ADS_3

Sulis melihat Oki memperhatikan Anin terus, membuat Sulis penasaran sejauh mana hubungannya Oki dan Anin.


" Kalian jadian? Kok Oki memperhatikan kamu terus sih Anin? Jangan main api loh karena kasihan Andika kalo kamu mempermainkan perasaannya, kalian kan sudah pacaran dari SMU sampai sekarang, jangan sampai mencoba main api diam diam?" Tanya Sulis penasaran, sekaligus berharap Anin tidak Sakitin Andika dengan Anin diam diam suka dengan Oki


" Idih ogah sekali, menduakan Andika demi dia, dia terlalu obsesi dengan saya untuk paksa saya jadi pacarnya mana mau, dia keterlaluan membuat Andika yanng selalu sabar akhirnya kepancing juga kesabarannya, tadi bicara tegas didepan Oki dan ancam dia jika Oki semakin nekat deketin saya apa lagi Sakitin saya. Andika rela jauh jauh dari kampusnya kesini, naik motor untuk melindungi saya." Ucap Anin, yang terharu karena Andika mau melakukan apapun demi Anin.


" So sweet sekali Andika, kasihan tapi keterlaluan yah Oki sampai membuat Andika marah seperti itu, karena setahu saya kan Andika tidak pernah marah ke siapapun apa lagi berkata kasar lagi kan. Berarti Andika sudah dibatas kesabarannya berarti." Lanjut Sulis yang tidak pernah melihat Andika marah marah, apa lagi berantem dengan temen sekolah nya sama sekali.


" Iyah memang sangat keterlaluan, saya saja jadi ilfil melihat Oki karena sikapnya sendiri " Lanjut Anin, Anin berharap tidak ada tugas kelompok bersama Oki sama sekali.


Dilain sisi, Okta yang tahu kalo Denada dan keluarganya tinggal dirumahnya Susanto yang lama, membuat Okta mendapatkan ide untuk minta bantuan Sumini untuk bantuin siapin pernikahannya Anin dan Andika.


" Saya ikut senang, Denada bisa kuliah lagi, setelah Gilang kembali ke luar negeri, oh yah Salsa bagaimana kalo kita minta bantuan Sumini, suaminya, dan Ochi. Untuk bantuin kita urus pernikahan Anin dan Andika?" Tanya Okta, yang butuh bantuan tambahan, untuk persiapan pernikahannya Anin dan Andika.


" Anin dan Andika mau nikah? Kok mendadak sekali Tante, Denada siap bantuin apapun yang kalian butuhkan bantuan Denada dan keluarganya Denada?" Tanya Denada kaget mendengar Anin dan Andika mau menikah, dalam waktu dekat ini


" Iyah betul, sebenarnya Anin dan Andika sudah menikah dari mereka masih SMU, karena mereka selalu pulang malam karena kelamaan belajarnya dan akhirnya Tante dan om minta Andika ajak orang tuanya ke rumah dan nikahin mereka berdua, takutnya Andika hilaf merusak Anin masih sekolah kan. Sekarang kita rasa pernikahan resmi mereka sudah wajib banyak yang tahu dan resmi supaya lebih lega karena mereka punya buku nikah dan temen temen mereka tahu kalo Anin dan Andika sudah menikah" Ucap Salsa, Salsa tidak akan kasih tahu alasan pernikahan dipercepat.

__ADS_1


" Pantas saja Anin tidak takut pulang malam di marahin oleh om Susanto, karena Anin pulang malam bersama suami sendiri ternyata, Anin dan Andika sama seperti saya yang sudah menikah dan nasip pernikahan mereka lebih beruntung dari pada saya alami." Batin Denada mengerti, Denada juga baru faham kenapa Anin bisa pulang malam dan yakin tidak dimarahin karena pulang malam bersama Andika.


" Baik tante, kalo butuh bantuin apapun, insya Allah Denada siap membantu apa lagi untuk persiapan pernikahan Anin dengan senang hati membantunya" Lanjut Denada, tidak merasa keberatan sama sekali untuk bantuin orang tuanya Anin, untuk persiapan pesta pernikahannya Anin dan Andika. yang selama ini selalu bantuin Denada dan Gilang tanpa ngeluh sama sekali.


Dilain sisi, Andika yang was was dengan Anin, melakukan Vidio call pas Andika jalan ke kantin kampus.


" Sayang, tidak ke kantin untuk beli minum? kenapa masih didalam kelas?" Tanya Andika saat saluran telefon terhubug, Andika sengaja jam istirahat telefon Anin supaya bisa melihat apa yang dilakukan Oki, pas jam istirahat ke Anin.


" Tidak sayang, aku masih ada minum yang tadi kita beli, sayangnya aku beli apa di kantin kampus?" Tanya Anin diseberang telefon


" Rame sayang, Ada Ainun, ada Sisil, ada Robi. yang malas ke kantin sayang." Ucap Anin yang kasih lihat layar handphone nya kearah temen temennya, yang malas kemana mana, Anin melihat Oki duduk sendirian membuat Anin merasa takut pas melihat Oki senyum kearahnya Anin.


" Dia mencintai Anin, dengan cara yang salah, awas saja saat datang ke sana akan saya bikin menyesal dia." Batin Andika, yang tidak akan membiarkan Oki bisa senyum manis lagi dengan bebas, memandang istrinya


" Lumayan ramai juga yah sayang, Sayang jangan nahan lamar yah sayang, nanti sakit yah sayang, mau temani aku sampai aku selesai makan?" Tanya Andika sambil benerin posisi handphone nya, Andika bisa makan dengan nyaman.


" Boleh sayang, yah sudah deh, aku ke kantin untuk beli makanan, jangan di matikan telefon ya yah." Lanjut Anin, yang merasa lapar mendadak saat melihat mangkok nya Andika.

__ADS_1


" Yah Iyah sayang, aku tungguin deh." Lanjut Andika pasrah, mienya sudah kurang enak sampai Anin selesai beli mie ayam baksonya


Andika memperhatikn Anin jalan meninggalkan kelas, unttuk jalan ke kantin kampus untuk beli mie ayam bakso seperti Andika.


Dilain sisi, Gilang malas sekali ke rumah sakit bersama asisten ayah nya, karena ayah nya lagi sibuk kerja.


" Tuan muda, semuanya sudah siap dan kita bisa ke rumah sakit sekarang." Ucap Asisten nya Gilang dan bodyguard nya, yang bantuin Gilang ke rumah sakit.


" Setelah dari rumah sakit, saya mau melihat orang sibuk itu kerja seharian, enak sekali paksa saya kesini tapi masih saja diabaikan." Ucap Gilang yang malas menatap karyawan ayah nya sama sekali


" Maaf tuan muda, tuan muda tidak boleh kemana mana kata madam, karena tuan muda masih butuh banyak istirahat dirumah, sabar untuk jalan jalan sampai kondisi kakinya sudah normal, selain jalan jalan tuan muda langsung kuliah katanya." Ucap Bodyguard nya Gilang, pelan pelan masukin Gilang kedalam mobil


" Ya sudah saya jalan saja, tidak usah kasih tahu mereka, kalian ikut saja apa mau saya mengerti." Tegas Gilang yang ingin keluar rumah, dari pada didalam rumah terus sendirian, bikin sedih saja dengan nasipnya.


" Baik tuan muda, kita akan temani kemana pun tuan muda inginkan." Ucap Supirnya Gilang, nurut saja diajak jalan karena merasa tidak tega juga membuat Gilang bosan dirumah saja.


Gilang memilih main handphone selama perjalanan ke rumah sakit, Gilang diam diam berdoa ada keajaiban Denada isi cepat, supaya Gilang bisa ketemu lagi dengan Denada dan bersatu lagi.

__ADS_1


__ADS_2