DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Tega sekali


__ADS_3

Denada merapihkan sendiri barang barang pribadinya Gilang dan Denada, berniat untuk simpan barang barang pribadinya Gilang dirumahnya


" Mereka bener bener tega sekali, paksa Gilang untuk pindah ke US dan barang barang pribadi ini dari pada mereka buang, lebih baik saya saja yang simpan untuk jadi kenangan abadi, walaupun tidak bisa bersatu kembali, setidaknya barang barang ini masih tersimpan dengan baik di rumah." Ucap Denada yang langsung masukin foto fotonya bersama Gilang kedalam ranselnya Gilang, baju dan jaket pilihan Denada,  buku tulis yang tukeran karena Gilang yang mau pakai buku tulisnya Denada, dan sebagainya barang barang yang dibelikan Denada untuk Gilang yang akan Denada simpan selamanya.


Dilain sisi, Andika dan Anin setelah selesai jalan jalan berdua, sempatkan diri untuk ke rumah sakit buat jenguk Gilang yang ternyata dijagain oleh suster.


" Suster, dimana perempuan yang jagain pasien ini?" Tanya Andika yang tidak melihat Denada sama sekali


" Katanya disuruh merapihkan barang barang pasien dirumahnya, setelah selesai pasti akan kesini lagi." Ucap Suster jaga, yang dari tadi jagain Gilang.


" Oh begitu yah, kita saja suster yang jagain pasien, suster bisa kembali ke ruangan suster dan terimakasih mau direpotkan" Ucap Anin yang mau jagain Gilang, sampai Denada datang, Anin dan Andika juga bawain banyak makanan untuk Denada makan


" Sama sama, yah sudah permisi." Lanjut Suster yang langsung keluar dari kamar perawatan Gilang, dan jalan menuju ruangannya..


Dilain sisi, Salsa dan Okta membahas Gilang temennya Anin dan Andika, yang sekarang lagi koma karena kecelakaan motor kemarin.


" Apa ada masalah besar yah, sampai Gilang ngebut bawa motor kemarin soalnya kata Andika, Gilang kalo merasa kesepian dan kesel dengan orang tuanya pasti akan seperti itu, ngebut bawa motornya." Ucap Okta yang sering denger cerita tentang Gilang dari Andika, karena Andika sering jenguk Gilang dirumahny.

__ADS_1


" Bisa jadi sih, Apa lagi kedua orang tuanya Gilang tinggal di US kan dan Gilang tinggal sendirian disini, mungkin ada masalah dengan orang tuany lagi. Alhamdulillah yah suami suami kita masih mau cari nafkah disini, jadi anak anak kita tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang orang tua. Membuat anak anak kita damai saja sampai sekarang." Ucap Salsa bersyukur, karena tidak gila harta dan masih bersyukur dengan rezeki yang ada, tidak sampai ke luar negeri segala untuk mencari rezeki.


" Alhamdulillah,  kita masih beruntung dan anak anak juga beruntung, masih merasakan kasih sayang orang tua lengkap." Lanjut Okta bersyukur karena tidak pernah minta Haikal, buka kantor cabang di luar negeri karena takut kesibukan Haikal membuat Andika kekurangan kasih sayang orang tua.


Dilain sisi, Andika dan Anin kaget melihat Denada masuk kedalam kamar perawatan Gilang, bawa kardus besar dan tas ransel yang dipakai oleh Denada.


" Denada, ngapain kamu bawa kardus besar ini? Apa ini barang barangnya Gilang?" Tanya Andika kaget, melihat Denada bawa masuk kardus besar.


" Iyah betul, ini semua barang barang Gilang dan orang tuanya Gilang sudah jual rumah beserta isi isinya, dan jual mobilnya Gilang, disaat Gilang sadar kedua orang tuanya akan kesini sekalian ambil barang barang terakhir mereka di rumah mereka, dan akan ajak Gilang langsung pindah ke US untuk pengobatan lanjutan Gilang dan langsung didaftarkan kuliah disana." Ucap Denada berusaha tidak menunjukan rasa sedihnya, supaya tidak ditanya tanya oleh Anin dan Andika jika melihat Denada nangis.


" Astaga, mereka tega sekali sih dengan Gilang, anak baru sadar dan masih sakit mau dibawa ke US, walaupun kita tidak tahu kapan Gilang sadar tapi kan kasihan juga." Ucap Anin merasa prihatin dengan keadaan Gilang, saat tahu rencana kedua orang tuanya Gilang ke anaknya.


" Iyah bener, yah sudah lah kita jangan sedih terus, Denada sudah makan belum? Kita kesini bawa banyak makanan, untuk makan bersama kamu?" Tanya Anin yang tidak ingin larut dalam kesedihan, bahkan sampai tidak makan sama sekali.


" Belum beli Anin, terimakasih sudah repot repot bawain makanan untuk saya, yah sudah yuk kita makan bareng" Lanjut Denada langsung simpan tas ranselnya, ke meja karena mau makanan malam bareng, Denada bahagia dan terharu karena Anin mau ke rumah sakit jauh jauh, untuk makan malam bareng, saking pedulinya dengan Denada yang lagi tungguin Gilang di rumah sakit.


Anin langsung buka bungkusan makanan yang dibawanya, Anin memberikan makan makan untuk Andika dan kasih air minum yang dibawanya untuk Andika.

__ADS_1


Dilain sisi, Oki berencana besok ajak Anin untuk jogging bareng, karena hari libur kuliah dan berusaha mendekati Anin lagi.


" Besok ajak Anin jogging ah, semoga pacarnya besok belum ke rumahnya Anin pagi pagi, supaya saya bisa duluan ajak jalan Anin." Ucap Oki berharap untuk bisa ajak Anin jalan besok.


Oki kirim chat ke Anin untuk besok siap-siap joging bersama, supaya Oki datang langsung jalan.


Dilain sisi, Anin dan Andika, setelah puas lihat dokter periksa kondisinya Gilang dan memberikan obat untuk Gilang, membuat Andika langsung ajak Anin untuk pulang


" Anin pulang yuk, sudah malam saya takut digoreng oleh om Susanto kalo ajak kamu jalan jalan sampai jam segini." Ucap Andika pura pura takut, Andika selalu seneng sudah menikah lebih bebas ajak Anin pulang malam tanpa rasa takut dimarahin.


" Biarin saja digoreng, dagingnya saya makan dan tulangnya dikasih kucing, ya sudah Denada karena sudah malam saya pamit pulang yah dan saya takut kalo Andika beneran digoreng. besok insya allah kita akan kesini lagi " Ucap Anin balas lelucoan Andika, Anin merapihkan bekas makan sebelum pulang


" Astaga kejam sekali" Lanjut Andika merinding sendiri mendengar ucapannya Anin, walaupun tahu bercanda tapi merasa jijik membayangkan nya.


" Yah sudah kalian hati hati dijalan yah, terimakasih mau kesini untuk jenguk Gilang dan terimakasih sudah bawain banyak makanan untuk saya " Ucap Denada bahagia, karena disaat Gilang koma masih ada saja temn yang peduli dengan Gilang.


" Sama sama Denada, yuk sayang kita pulang " Lanjut Anin langsung keluar kamarnya Gilang, diikutin oleh Andika yang sudah mulai ngantuk

__ADS_1


" Alhamdulillah sebelum kita pisah selamanya, masjh dipertemukan temen baik seperti mereka, yang tidak pernah ngeluh cape atau apapun, mereka terlihat santai untuk jenguk Gilang dan santai ajak saya makan bersama, mereka pasangan yang sama sama baiknya tulus." Ucap Denada sambil melihat Andika dan Anin keluar dari kamarnya Gilang.


__ADS_2