
Andika kaget mendengar rencana kedua orang tuanya, untuk mempercepat rencana pernikahan resminya bersama Anin.
" Andika, ayah, bunda bersama bunda Salsa dan ayah Susanto. sepakat pernikahan sekaligus resepsi pernikahan kalian akan dilaksakan bulan depan, semuanya sudah kita siapkan dan Kalian akan cobain baju Pernikahannya yah" Ucap Haikal, Haikal lega sekali karena rencana persiapan pernikahan Anin dan Andika bisa cepet prosesnya.
" Kenapa secepat itu ayah? kan Anin juga belum ngisi juga? ngapain buru buru sih ayah dan Andika juga kan baru semester satu?" Tanya Andika kaget, karena sebelumnya tidak ada pembahasan pernikahan sama sekali.
__ADS_1
" Karena kita tidak ingin cemas terus, karena temen kampusnya Anin bisa tiba datang kerumahnya Anin, atau Anin diganggu selama di kampus. kita tidak tega membuat kalian harus sabar terus karena tingkah temennya Anin." Ucap Okta yang tidak ingin, anak anaknya selalu nahan amarah terus.
" Jika temennya Anin masih saja nekat deketin Anin, saat tahu kalian sudah nikah terpaksa kita pindahkan kuliahnya Anin satu kampus dengan kamu, supaya istri kamu sama sekali tidak ada yang ganggu lagi." Lannjut Haikal yang setuju dengan idenya Salsa, untuk pindahin Anin jika ada yang masih nekat gangguin rumah tangga anaknya
" Oh seperti itu yah ayah, baik lah jika tujuannya seperti itu dan sudah mendapatkan solusinya, nanti Andika akan bahas bersama Anin, ayah dan bunda juga. setelah Denada pulang dari rumahnya Anin" Lanjut Andika merasa lega, ternyata orang tuanya memikirkan masalah dalam rumah tangganya dan mendapatkan solusinya juga.
__ADS_1
" Om dan tante sudah tahu, masalah yang kamu alami sekarang tidak lah mudah, jika kita tawarin pekerjaan kira kira kamu mau kerja apa, dan apa kamu mau melanjutkan pendidikan kamu?" Tanya Susanto, Susanto berusaha untuk membantu masalahnya Denada dan tidak tega melihat Denada harus putus kuliah karena tidak ada biaya sama sekali.
" Ya allah om, Terimakasih niat baiknya untuk saya om, soal pendidikan Yah saya mau saja untuk kuliah om, soal pekerjaan terserah om saja om saya nurut saja, asal saya bisa kuliah lagi sampai selesai." Ucap Denada bahagia dan tidak menyangka jika orang tuanya Anin mau membiayai, bayar kuliahnya dan berharap bisa sampai lulus kuliah.
" Bagaimana kalo jadi asisten saya aja, apa lagi kita kan bakal magang dan kerja di kantor ayah saya, jadi kita bisa kerja dari Sekarang di kantor Ayah bagaimana mau kan menjadi asisten ceo dari sekarang?" Tanya Anin sengajaa, menjadikan Denada jadi wakil ceo supaya Denada bisa mendapatkan biaya pendindikan dan bisa merubah kehidupanya Denada jauh lebih baik.
__ADS_1
" Ayah setuju, Denada jadi asisten kamu di kantor dari sekarang, bagaimana apa mau? soal tempat tinggal kamu bisa ajak orang tua kamu untuk tinggal dirumah lama om, yang tidak terpakai dan orang tua kamu bisa tanam banyak buah dan bumbu dapur, lumayan kan bisa dijual untuk kebutuhan hidup kalian?" Tanya Susanto yang ingin memberikan tempat tinggal untuk Denada, Susanto tidak ingin Denada tinggal dirumah karena ada Andika tidak ingin ada salah faham sama sekali ke anak anaknya lagi
" Baik om, saya akan tanya orang tua saya jika mereka setuju, saya dan orang tua saya ke sini untuk bawa persyaratan masuk kuliah. " Lanjut Denada tidak menyangka, jika Anin dan orang tuanya mau bantuin Denada untuk kembali kuliah dan bisa kerja dengan jabatan yang bagus juga