DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Semoga mendapat


__ADS_3

Haikal, Susanto, Salsa, Sumini, dan Okta. Anterin Andika, Anin, dan Gilang ke Bandara.


" Kalian kalo sudah sampai bilang yah anak-anak, awas barang bawaan kalian yah, saling menjaga dan saling ingetin barang bawaan kalian selama di sana." Ucap Salsa, Salsa memberikan jamu dan obat yang wajib Anin minum.


" Pasti Bunda, kita saling peduli dan ingetin Bunda." Ucap Anin, Anin masukin jamu dan obat pemberian Salsa kedalam tas ranselnya.


" Bahasa Inggris kalian, jangan sampai salah yah anak-anak selama di sana, karena itu bahasa internasional yang lebih sering dipakai untuk komunikasi." Ucap Haikal yang ingetin, Anin dan Andika untuk lancar berbahasa Inggris selama ada dirumahnya Gilang.


" Insya Allah lancar Ayah, yah sudah kita masuk kedalam ruang tunggu yah." Ucap Andika langsung pegang kopernya Anin, dan bawain kopernya Anin.


" Kita duluan yah semuanya." Ucap Denada, berharap perjalanan ke rumahnya Gilang tidak sia-sia, Denada akan berjuang mendapatkan restu demi masa depan anaknya.


" Gilang, jagain Denada selama perjalanan yah, apa lagi ibu hamil lebih sering mual-mual." Ucap Sumini, berharap perjalanan anaknya berjalan dengan lancar.


" Bunda tenang saja, Gilang mengerti kok." Ucap Gilang yang pasti akan menjaga, Denada selama perjalanan jauh.


Gilang, Denada, Anin, dan Andika. Jalan menuju ruang tunggu.


Dilain sisi, Leni usir Oki dari kontrakannya, yang selama ini ditempati bersama Oki selama enam tahun memadu kasih.


" Teteh, kenapa semua barang-barang aku dikeluarkan sayang?, Apa salah aku sayang sampai Teteh tega keluarin barang-barang aku?." Tanya Oki kaget dan kesel, karena Leni tega keluarin barang-barangnya.


" Kita putus dan sekarang keluar dari sini Oki, aku tahu kamu masih mencari perempuan lain yang kamu godain, setelah tidak dapat Anin!." Bentak Leni penuh amarah, Leni tidak ingin dipermainkan oleh Oki terus menerus.

__ADS_1


" Tidak mau sayang, aku minta maaf sayang dan aku janji tidak akan cari perempuan lain sayang. Kasih aku kesempatan untuk setia sayang." Lanjut Oki berusaha bujuk Leni, supaya tidak usirnya apa lagi, Leni lahan keuangannya Oki, semua barang-barang mewahnya pemberiannya Leni.


" Tidak lagi, aku lelah sekali dengerin ucapan orang-orang yang negatif tentang kamu. Sekarang keluar lah dari sini dan aku sudah tidak ingin melihat wajah kamu dirumah ini!." Tegas Leni, yang tidak ingin kembali dengan Oki, dan Leni langsung masuk kedalam rumah.


" Sial-sial, semenjak ketahuan waktu itu, semakin banyak yang terus terang ke Leni. Sirna sudah perempuan yang bisa memberikan gaya hidup mewah dan Leni perempuan baik memperlakukan saya." Lanjut Oki, Oki menyesal sudah bermain api.


" Oki langsung dorong kopernya meninggalkan rumahnya Leni, dengan terpaksa karena Leni marah karena kelakuan Oki yang sering godain banyak perempuan.


Tiga belas jam kemudian, pesawat yang ditumpangi Gilang dan rombongan sampai di Bandara Internasional Denver. Gilang langsung ajak Denada, Anin, dan Andika. Ke mobil orang tuanya Gilang untuk pulang dan istirahat.


" Mereka tidak ada dirumah kan?." Tanya Gilang memastikan orang tuanya, tidak ada dirumah dan aman ajak Denada ke rumahnya.


" Mereka ke Korea selama dua bulan Tuan muda, jadi aman Tuan muda ajak istri Tuan muda." Ucap Supirnya Gilang, yang sudah tahu Denada istrinya Gilang.


"" Bagus kalo begitu, kita bisa jalan-jalan sepuasnya tanpa ada yang ribetin kita." Lanjut Gilang bahagia, karena disaat Gilang ajak Denada, Anin, dan Andika. Pas tidak ada orang tuanya.


Anin menikmati pemandangan tanpa, ada niatan ikut bicara bareng Gilang, Denada, dan Andika. Sama sekali.


Dilain sisi, Haikal ajak Susanto dan Salsa, liburan di villa nya setelah selesai acara pernikahan Anin dan Andika, ajak liburan bersama-sama.


" Anto, kita liburan ke Villa saya yuk, menikmati liburan keluarga di sana." Ucap Haikal yang lagi berniat, ajak liburan bersama.


" Boleh juga, yah sudah kita jalan yuk, soal baju ganti bisa kita beli dijalan saja." Ucap Susanto, yang tidak ingin ribet bulak balik cukup jauh, untuk ambil baju ganti.

__ADS_1


" Boleh deh belanja baju baru, sudah lama tidak beli baju juga." Ucap Salsa yang setuju belanja, karena sudah lama tidak ke Mall, karena tidak ada waktu untuk belanja.


Haikal langsung melanjutkan mobilnya ke Mall, untuk belanja baju yang akan dibawa ke Villa.


Dilain sisi, Anin dan Andika, merasa lega karena sudah sampai dirumahnya Gilang setelah melakukan perjalan jauh selama tiga belas jam didalam pesawat.


" Kamar untuk kalian, sudah dibersihkan dan ada juga makanan untuk kalian, jika merasa lapar selama ada didalam kamar, jika kalian butuh bantuan ART disini tinggal pencet tombol yang dideket sofa, supaya kalian tidak usah keluar kamar." Ucap Gilang yang hafal, isi kamar dirumah orang tuanya, terutama tombol untuk panggil pelayan yang ada didalam rumah.


" Hebat sekali, mempermudah tamu yah Gilang, oh yah kita jalan-jalan ditemani supir kamu yah, supaya kita tidak kesasar selama jalan-jalan disini, dan kita tidak cape bawa mobil jarak jauh juga kan." Ucap Anin yang tidak tega, jika Andika yang bawa mobil jarak jauh dan tidak tahu jalan takutnya kesasar.


" Yah boleh deh, selamat istirahat temen-temen, kita akan ketemu pas makan malam yah, bumil yuk istirahat sayang." Lanjut Gilang langsung nuntun Denada untuk berdiri dan jalan menuju kamarnya.


" Mari Tuan muda Andika dan Nona Anin, ikut saya ke kamar kalian." Ucap Pelayan, langsung pegang kopernya Anin dan Andika untuk jalan duluan.


" Bagaimana orang tuanya Gilang tidak sombong, kalo punya rumah semewah ini dengan pelayan banyak sekali." Batin Andika, yang salut dengan orang tuanya Gilang, yang benar-benar pekerja keras demi punya rumah mewah di luar negeri.


Anin dan Andika ikut pelayan dirumahnya Gilang, untuk jalan ke kamar tamu dan kopernya dibawakan pelayannya Gilang.


Dilain sisi, Susanto ajak Salsa jalan-jalan naik kuda, untuk keliling villa menikmati waktu berdua saja.


" Sayang, sudah lama yah kita tidak naik kuda seperti ini, apa Bunda takut naik kuda bersama Ayah?." Tanya Susanto, yang pegangin Salsa dari belakang.


" Tidak takut sayang, karena aku percaya dengan Ayah yang selalu bisa melindungi Bunda." Ucap Salsa, yang selalu percaya dengan Susanto.

__ADS_1


" Terimakasih sayang, selalu memberikan kepercayaan untuk aku, untuk selalu melindungi Bunda apapun yang terjadi." Lanjut Susanto bahagia, karena Salsa bisa gombal juga.


Susanto berusaha menjalankan kudanya dengan seimbang, supaya tidak jatuh dan tidak membuat Salsa takut naik kuda berdua.


__ADS_2