
Gilang minta Denada untuk dorongin kursi rodanya, untuk masuk kedalam panti asuhan sekalian paksa ibu nya untuk memberikan sumbangan untuk anak anak panti asuhan.
" Selamat pagi, Terimakasih mau mampir ke panti asuhan kami, maaf kalo boleh tahu ada perlu apa kesini?" Tanya Marsya pemilik panti
" Begini bu, saya kesini untuk ajak ibu saya yang terhormat ini, melihat bagaimana seorang anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan ayah, bagaimana seorang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dan juga perhatian orang tua. orang tua saya ini gila harta yang tidak ada waktu libur kerja sama sekali, anak sudah mohon mohon untuk dikasih waktu jalan bersama tidak dikasih juga, jadi intinya saya kesini mau kasih lihat bagaimana nasip anak kalo tidak ada orang tua sama sekali. biar orang sibuk ini sadar bahwa kekayaan tidak sepenuhnya dibutuhkan seorang anak dan orang sibuk ini akan memberikan sumbangan untuk anak anak panti disini" Tegas Gilang, yang tidak peduli dianggap tidak sopan sama sekali, karena orang tuanya tidak bisa diajak bicara baik baik, kalo Gilang juga butuh waktu bersama orang tua walaupun cuman sebentar saja.
" Oh seperti itu, saya mengerti dan baik lah, silahkan ikut saya untuk mellihat anak anak disini." Lanjut Marsya yang mengerti, tamu yang datang adalah anak orang kaya yang kurang kasih sayang orang tua yang terlalu sibuk dengan peekrjaannya.
Marsya langsung jalan duluan, ajak tamu tamunya untuk ketemu dengan anak asuhnya, Bunda nya Gilang ikuti saja apa mau anaknya supaya puas mempermalukan orang tuanya sendiri.
Dilain sisi, Anin merasa ada yang ikutin Anin dari belakang, Anin jalan sendiri ke kantin kampus, tiba tiba ada yang tarik paksa tangannya Anin untuk tidak melanjutkan jalan ke kantin.
" Lepasin, mau apa lagi sih Oki, sudah lah lupakan saya dan cari perempuan lain yang belum punya pasangan." Ucap Anin berusaha melepaskan tangannya
" Tidak mau, saya sudah terlanjur cinta dengan kamu Anin, sekarang pilihan kamu ada dua, mau jadian dengan cara baik baik atau saya lukai kamu yang akhirnya mau jadi pacar saya, kamu mau yang mana?" Tanya Oki menatap Anin dari ujung kaki sampai ujung kepala
" Tidak semuanya cinta itu ketulusan hati, tidak bisa dipaksa oleh siapapun. kamu nafsong bukan cinta ke saya, maaf tetep saya tolak." Tegas Anin yang tidak ingin, menduakan cinta nya Andika laki laki yang super sabar dan tidak tega menduakan andika apa lagi selingkuhannya model Oki.
__ADS_1
" Saya tidak peduli, yang jelas saya ingin memiliki kamu seutuhnya." Tegas Oki, Oki tidak ingin dibantah sama sekali.
Bugh, Oki jatuh ke lantai, saat Oki berusaha mencium Anin, tanpa Oki sadari dari tadi Oki diawasi oleh dosen yang mendengar semuanya.
" Oki, kamu tidak sopan bersikap kasar dengan temen kamu sendiri, tidak sopan sembarangan mencium temen sendiri, bapak tegaskan ke kamu, jika Anin terluka maka kamu akan bapak keluarkan dari kampus ini, kampus ini tidak mendidik mahasiswa seperti kamu mengerti." Tegas Dosen, yang sudah melihat Oki tarik paksa Anin ikut ke taman kampus.
" Terimakas pak, saya takut Oki melukai saya pak, dia sudah tahu kalo saya sudah punya pacar dan paksa saya untuk selingkuh." Ucap Anin, yang bener bener ketakutan.
" Cinta itu soal rasa, bukan obsesi Oki jika kamu berhasil memiliki Anin karena dipaksa tapi tidak membuat dia bahagia, untuk apa jadian kan, pacaran tujuannya saling bahagia, berbagi perhatian dan peduli. bapak saranin kamu sadar dan lupakn cinta kamu untuk Anin yang sudah punya pacar dan jika kamu sakitin Anin kamu akan kehilangan pendidikan kamu disini dan kamu akan malu dikeluarkan dari kampus. Anin silahkan lanjutkan makan kamu." Tegas Dosen menatap Oki, yang menahan sakit di wajahnya
" Baik pak permisi dan Terimakasih banyak" Lanjut Anin langsung lari menuju kantin kampus, Anin bener bener takut dengan Oki yang semakin nekat paksa Anin.
" Andika, kamu sudah membuat desain gedung sekolahan belum?" Tanya Yuyun dengan centil, Yuyun sengaja duduk diatas meja.
" Sudah bersama pacar saya, jangan bersikap seperti wanita liar yang menjijikan Yun, disini kamu di didik menjadi mahasiswa yang tahu sopan santun selain di didik untuk pinter." Ucap Andika merasa jijik, melihat gayanya Yuyun
" Apa sih Andika, siapa juga yang wanita liar, saya kan lagi tanya kamu, lagian kenapa sih saya duduk disini dan merasa terganggu yah?" Tanya Yuyun, Yuyun berusaha pegang lengannya Andika.
__ADS_1
" Iyah sangat terganggu, pergi sana karena saya tidak suka perempuan menjijikan seperti kamu dan saya sudah punya pacar. " Tegas Andika menatap sinis kearah Yuyun
" Cowok payah, apa serunya sih setia seperti itu." Protes Yuyun kesel, karena godain Andika gagal total
" Pergi " Bentak Andika semakin marah, Yuyun langsung pergi setelah mendengar ucapannya Andika yang berani bentak dirinya didalam kelas.
Dilain sisi, Denada tidak tega, melihat mertuanya nangis saat melihat anak anak panti asuhan, dari bayi sudah ditinggalkan oleh orang tua sampai dewasa tinggal di panti asuhan.
" Bunda, kehidupan Gilang seperti mereka tidak punya orang tua, karena kalian lebih banyak waktu dipakai untuk kerja dari pagi sampai malam, bahkan waktu bersama Gilang tidak ada sama sekali. kalian paksa Gilang ikut ke US karena mau melihat Gilang ada disana tanpa ajak Gilang bicara, jalan jalan, dan seorang anak butuh orang tua juga bukan diberikan harta yang banyak tapi tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian sama sekali, kehidupan Gilang sama seperti mereka kurangnya kasih sayang orang tua dan kalian mau sampai kapan egois?" Tanya Gilang, Gilang sudah lelah ikutin keinginan orang tua tapi orang tuanya saja tidak ada waktu lebih untuk Gilang
" Maaf saya ikut campur, Gilang setiap sakit selalu manja dengan ibu saya, dia selalu minta disuapin, selalu minta di masakin makanan kesukaan Gilang, dibelikan obat, dan diperhatikan Gilang jangan telat makan juga obatnya harus habis. setiap sakit Gilang selalu bilang, andaikan bunda seperti ini Gilang pasti bahagia sekali, pas Gilang di US saat sakit pun kalian tidak peduli dengan kondisinya yang lagi sakit, katanya kalian cuman memberikan uang untuk berobat bukan temani Gilang untuk berobat." Ucap Denada yang selalu lihat, Gilang selalu manja dengan ibu nya.
" Selama anak masih ada, berikan kasih sayang yang seharusnya bu, Jangan mengabaikan anak demi mengejar harta supaya bisa dapat banyak. dan disaat anak sudah tiada baru menyesal dan deprasi, saran saya berikan apa yang anak ingin kan selama anak masih muda dan sakitnya tidak parah, jangan diabaikan terus menerus bu." Ucap Marsya pemilik panti asuhan.
" Kita pulang sekarang Gilang, Ini santunan semoga bermanfaat untuk anak anak disini." Ucap Bunda nya Gilang, menahan haru, sedih, dan kesel. karena apa yang disampaikan Gilang, Denada, dan Marsya benar.
" Biarin saya sendiri Denada, yang dorong kursi roda ini." Lanjut Gilang, bener bener kesel, karena bunda nya masih saja tidak mengakui salah sudah mengabaikan anaknya.
__ADS_1
Gilang pelan pelan dorong kursi rodanya, untuk meninggalkan panti asuhan, karena kesel dengan orang tuanya yang tidak mengerti apa mau Gilang