DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Tidak takut gemuk


__ADS_3

Gilang melihat kedua sahabatnya masuk kedalam kamar perawatannya merasa bahagia sekali, karena sampai sekarang Anin dan Andika masih mau berteman baik dengan Gilang yang dianggap nakal waktu SMU.


" Terimakasih yah mau kesini kalian" Ucap Gilang bahagia, karena Anin dan Andika mau cape cape ke rumah sakit untuk jenguk Gilang


" Sama sama, bagaimana kondisi kamu Gilang dan kita kesini bawa makanan yang banyak soalnya mau makan malam bareng nih?" Tanya Anin yang melihat Gilang duduk ditempat tidur


" Kata dokter, kedua kaki nya Gilang tidak bisa digerakkan sama sekali. Cuman kelumpuhan Gilang cuman sebentar saja kok karena bakal ada pengobatan lanjutan di US" Ucap Denada berusaha sabar dan menerima, karena rumah tangganya tidak bisa ditolong sama sekali.


" Ya sudah kita nikmati momentum terakhir kita disini, buat makan bareng, besok kita jalan jalan bareng, kebetulan besok tanggal merah dan kita bisa sepuasnya jalan jalan berempat, kampusnya Anin juga besok libur, jadi kita bisa liburan bareng." Ucap Andika yang ingin sekali ajak Gilang jalan jalan bareng, sebelum Gilang dibawa ke US


" Memangnya boleh diajak jalan oleh dokter? Kita ijin dulu bawa pasien untuk jalan jalan." Tanya  Anin heran, karena Andika punya ide untuk ajak Gilang jalan jalan seharian besok.


" Sekarang kita ijin dokter dan suster, mumpung belum pulang kan dokternya." Lanjut Andika yang mau ijin ke dokter.


" Tidak usah Andika, jalan jalan justru bikin saya tidak rela pergi dari sini, kita makan bareng, main gitar bareng, dan main PlayStation bareng saja bagaimana?besok kita habisin waktu bersama disini seharian dan Anin tidak masalah kan besok kalo pulang malam? Karena saya mau habisin waktu bersama kalian sampai malam?" Tanya Gilang yang takut Anin tidak ikut, karena tidak boleh pulang malam oleh Susanto


" Boleh kok, asal pulang bareng Andika lagi, kalo pulang sendiri baru tidak boleh." Lanjut Anin yang akan temani Gilang dan Denada besok sampai malam dan tidak akan dimarahin pulang malam karena pulang bersama Andika

__ADS_1


" Alhamdulillah kalian mau temani Gilang besok seharian dan terimakasih atas perhatian dan kebaikan kalian buat Gilang yah" Lanjut Denada senang, karena masih ada yang bener bener peduli dengan Andika.


" Sama sama, yuk makan kita sudah bawa makanan untuk kalian juga." Lanjut Anin sedih, karena besok terakhir bersama Gilang sebelum pindah ke luar negeri.


Anin keluarin kotak makan yang dibawa dan memberikan untuk Andika, Gilang, dan Denada. Untuk makan malam bersama sama


Gilang yang sebenarnya sudah makan tapi mau makan yang dibawa oleh Anin dan Andika, untuk makan malam bersama sama


Dilain sisi, Okta melihat foto foto kenangan, jalan jalan bersama Anin dan Andika, yang sengaja Okta cetak untuk disimpan dirumahnya Okta.


" Alhamdulillah Andika, punya istri yang tidak banyak mau, rajin, tidak seenaknya ke Andika, dan mau menjadi istri yang baik dalam segala hal untuk Andika. Tidak pernah berantem lagi pernikahan mereka indah sekali tidak pernah ribut soal uang sama sekali dan ribut lainnya. Kamu hebat nak pilih pacar sekaligus istri yang seperti Anin bisa membuat kamu selalu merasa bahagia selama menjalankan rumah tangga berdua Anin. Bersyukur sekali bunda melihat kamu selalu bahagia didampingi Anin." Ucap Okta sambil melihat foto fotonya Anin dan Andika saat jalan jalan saat lebaran dipakai untuk Anin dan Andika pakai untuk bulan madu.


Dilain sisi, Anin melihat Denada begitu perhatian ke Gilang, merasa aneh karena yang Anin tahu Denada adalah ART nya Gilang.


" Denada, kamu suka dengan Gilang? Saya perhatikan kamu peduli sekali dengan Gilang? Maaf kalo saya kepo?" Tanya Anin melihat Denada yang memberikan perhatian ke Gilang bukan perhatian antara bawahan dan atasan.


" Kamu perhatian juga Anin, kalo ada Yang beda dari perhatian yang saya berikan untuk Gilang." Ucap Denada pelan, Denada membiarkan Gilang dan Andika main PlayStation, untungnya games milik Gilang tidak dibuang, karena Denada tahu PlayStation hadiah pemberian Andika saat Gilang ulang tahun.

__ADS_1


" Apa diam diam kalian pacaran? Maaf yah, karena kalo ART biasa pasti risih untuk jaga anak majikan sampai sekarang?apa alasan hubungan kalian yang membuat Gilang diajak ke US dan kamu tidak lanjut pendidikannya lagi?" Tanya Anin semakin penasaran, dengan hubungan Gilang dan Denada


" Iyah Anin, kedua orang tuanya Gilang tidak suka melihat kita semakin Deket, dan anggap saya sebagai perusak nama baik mereka, jika kita masih saja pacaran, orang tuanya Gilang tidak mau malu terus setiap saya dan Gilang pergi. Kebetulan Gilang sakit seperti ini, membuat mereka semakin ada cara untuk memisahkan kita, dengan Gilang pengobatan di sana, kuliah disana, dan barang barang disini sudah dijual jadi Gilang sudah tidak punya rumah disini." Lanjut Denada yang tidak cerita sebenarnya, kalo Denada adalah istrinya Gilang dan tidak ingin membuat Denada semakin sedih cerita yang sebenarnya ke Anin.


" Ya ampun, jahat sekali sih, anggap apapun dengan harta dan melarang kalian bersatu cuman karena perbedaan status sosial saja. Jahat sekali sih mereka" Lanjut Anin kesel, karena orang tuanya Gilang, sesombong itu.


" Yah begitu deh Anin, kita habisin waktu bersama sama dengan rasa bahagia yah, jangan sedih sedih lagi, supaya Gilang tidak sedih karena harus pindah ke luar negeri."  Lanjut Denada yang berusaha bahagia dan tidak bahas yang bikin sedih sama sekali.


" Saya setuju, hayo gabung bersama mereka main games, supaya bisa seru seruan bareng mereka." Lanjut Anin langsung jalan menghampiri Andika yang terlihat serius main PlayStation pertandingan sepak bola bersama Gilang yang tidak mau kalah oleh Andika yang sama sama jago main games bola.


Dilain sisi, Gilang minta Andika beli minuman yang disukai Gilang, dan diminum didalam kamar perawatannya, membuat Andika langsung melotot mendengar keinginannya Gilang.


" Andika, apa mau beliin minuman kesukaan saya? Saya mau minum banyak disini, supaya hilangin stres dan bisa tidur nyenyak?' Tanya Gilang melihat, Andika berharap mau beliin minuman yang disukai oleh Gilang


" Gila saja, saya tidak mau Gilang apa lagi Anin tidak akan setuju saya beli itu walaupun untuk kamu, lagian ini di rumah sakit, bisa jadi bahaya bawa bawa begitu kesini, jangan membahayakan temen sendiri dong" Protes Andika, Andika tidak ingin ambil resiko karena ikutin keinginannya Gilang yang mau minum


" Maaf Andika, baik lah kita lanjut saja main PlayStation, tanpa minuman itu sama sekali" Lanjut Gilang mengerti, kalo Andika tidak akan pernah mau diajak minum itu walaupun dirumahnya sekali pun pasti ditolak oleh Andika

__ADS_1


" Oke kita lanjut main PlayStation" Lanjut Andika, Andika mengerti keadaan Gilang sekarang, yang lagi emosi sekali dan minuman itu saja yang bisa menenangkan Gilang setiap lagi banyak masalah.


__ADS_2