DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Pura pura main


__ADS_3

Bik Nur kasih tahu Anin kalo didepan rumah, ada temnnya Anin dan ajak jalan Anin.


" Maaf nona muda, didepan ada temennya yang sering kesini." Ucap Bik Nur setelah melihat pagi pagi ada tamu didepan rumah


" Tuh orang sudah muka tembok, dan bertamu selalu pagi jam sarapan, memangnya tidak bisa sedikit siang apa heran." Protes Andika heran dengan Oki, selalu datang ke rumahnya Anin, selalu pagi terus.


" Kalo siang pasti tidak bisa, dia sudah memperkirakan kalo siang aku pasti sudah diajak jalan jalan oleh pacar aku paling tampan ini." Ucap Anin yang sudah tahu, orang seperti Oki sudah tahu resiko ajak jalan siang pasti Anin sudah jalan bersama Andika


" Apa perlu diusir dari sini?" Tanya Salsa semakin ksel, karena Oki masih saja berusaha deketin Anin terus.


" Jangan Bunda, hayo sayang kita ke depan dan pura pura aku main kesini dari pagi, diajak sarapan oleh bunda sebelum kita jalan jalan." Lanjut Andika, mau lihat wajah kagetnya Oki, yang dikirain orang pacaran tidak bisa datang dari pagi.


" Biarin mereka selesaikan gangguan kecil dalam rumah tangga mereka, jika mereka tidak sanggup baru kita bantu" Ucap Susanto yang mau tahu, sejauh mana Andika mampu selesaikan masalah dalam rumah tangganya, tanpa ada emosi sama sekali.


" Iyah ayah, sudah sana kedepan, kalian bersandiwara dengan baik." Lanjut Salsa setuju, walaupun kesel karena tega sekali, temennya Anin mau merusak hubungannya Anin bersama Andika.


" Iyah bunda dan ayah, kita ke depan dulu." Lannjut Anin, sejujurnya tidak tega selalu membuat Andika sabar menghadapi tingkahnya Oki yang masih mendekati Anin terus.


Andika gandeng tangannya Anin sambil jalan menuju depan rumah, mau kasih kejutan ke Oki tiba tiba Andika masih pagi Sudah ada dirumahnya Anin.


Dilain sisi, Gilang beli makanan online, tidak tega jika melihat Anin dan Andika terus yang bawa makanan.

__ADS_1


" Sayang, aku mau pesen makanan nanti, tolong ke depan yah untuk ambilin makanan yang aku pesen." Ucap Gilang yang langsung pegang handphone nya, mau beli banyak makanan, karena Anin dan Andika mau di rumah sakit dari pagi sampai malam


" Boleh sayang, aku setuju kita yang siapin makanan, tidak enak kalo mereka yang bawa makanan dari rumah mereka masing-masing " Ucap Denada, Denada siap siap memberikan olahraga pagi, karena Gilang walaupun masih sakit tapi masih mau menerima olahraga yang diberikan oleh Denada


" Betul sayang" Lanjut Gilang, Gilang langsung pesan banyak makanan, supaya hari ini banyak makan bersama Andika dan Anin didalam kamarnya. Setelah pesen makanan online, Gilang pelan pelan olahraga bersama Denada sebelum besok bener bener dipisahkan oleh orang tuanya yang tidak jelas dan selalu memaksakan apapun sesuai keinginannya.


Dilain sisi, Oki kaget melihat Andika, keluar dari rumahnya Anin bersama Anin, sambil gandengan tangan.


" Ada apa Oki? maaf ya karena tadi lagi sarapan bersama Andika?" Tanya Anin yang sengaja gandengan tangan, selama ngobrol bersama Oki


" Masih pagi sudah main ke rumah, sial tidak ada kesempatan sama sekali untuk deketin Anin. " Batin Oki, merasa kalah cepet dari Andika yang sudah datang duluan ke rumah nya Anin.


" Sayang, muka tembok kan sudah pulang, waktunya kita temani Gilang dirumah sakit yuk. tidak enak kalo telat datang ke sana karrna ada gangguan yang tidak penting dan tidak sopan." Lanjut Andika lega, karena Oki langsung pulang, dari pada memaksakan diri untuk dirumahnya Anin dan semakin menguji kesabarannya Andika.


" Hayo siap siap, aku mau bawa congklak, bekel, dan monopoli sayang, buat main bersama Denada, papah pasti lama kan main playstation bersama Gilang." Lanjut Anin lega, melihat Andika tidak marah marah karena kedatangan Oki masih pagi ke rumah nya


Andika mencium keningnya Anin, sebelum masuk kedalam rumah untuk siap siap ke rumah sakit karena mau temani Gilang seharian di rumah sakit.


Dilain sisi, Haikal ajak Okta untuk ke rumah orang tuanya Haikal, untuk jenguk ibu nya sekaligus ziarah ke makam ayah nya Haikal.


" Apa tidak sebaiknya kita ajak anak anak, untuk jenguk nenek nya?" Tanya Haikal yang ingin ajak Andkka dan Anin untuk jenguk jenguk nenek nya.

__ADS_1


" Anak anak hari ini lagi di rumah sakit, seharian temani Gilang sebelum besok Gilang pindah ke US, tadi aku sudah telefon Andika dan tadi dia bilang sendiri" Ucap Okta sambil merapihkan baju untuk dibawa nginep ke rumah mertuanya.


" Yah sudah deh, kalo anak anak sudah ada kegiatan sendiri dan kita saja yang jenguk nenek sekaligus nginep disana selama tiga hari." Lanjut Haikal, berusaha mengerti kalo anak anaknya lagi main ke tempatnya Gilang sekarang


Haikal bantuin Okta masukin baju bajunya, kedalam koper besar, supaya tidak ribet bawa banyak tas ke rumah ibu nya


Dilain sisi, Anin dan Andika kaget, melihat kamar perawatannya Gilang, banyak makanan yang sudah dibelikan oleh Gilang tadi


" Kalian tidak salah beli banyak makanan ini? jadi merepotkan membuat kalian beli makanan sendiri, untuk kita berdua?" Tanya Andika yang melihat meja dan sofa ada bungkusan makanan.


" Santai saja, kita disini kan sampai malam, kalian sendiri bawa apa?" Tanya Gilang melihat paperbage yang dipegang oleh Anin


" Mainan, kalian kan main playstation pasti lama berduaan saja, nah kita dari pada bosan nungguin kalian, yah sudah deh saya bawa banyak mainan untuk dimainkan bersama Denada." Ucap Anin kasih lihat mainan yang dibawanya


" Sini saya bantu disimpan diatas tempat tidur itu, dan saya juga beliin jamu diet supaya kita tidak gemuk karena banyak makan." Ucap Denada, yang sengaja beli jamu diet untuk diminum bareng Anin


" Dasar perempuan, mau makan banyak tapi takut gemuk huh." Protes Andika yang tahu Denada, beliin jamu diet untuk Anin


" Biarin saja, dasar protes saja. yuk kita rapihkan dulu makanan yang kalian beli, supaya mainan ini bisa disimpan diatas meja." Lanjut Anin yang langsung pegang buah buahan, untuk dimasukin kedalam kulkas, Anin salut dengan orang tuanya Gilang, yang kasih kamar. vvip untuk Gilang selama dirawat di rumah sakit


Andika dan Denada bantuin Anin masukin makanan kedalam kulkas, supaya disaat dinikmati sudah dingin dan beberapa minuman penyegar, Andika melihat minuman yang tidak asing buat Andika lihat, walaupun dimasukin kedalam botol yang berbeda tapi Andika tahu itu minuman kesuksaan Gilang yang sengaja Gilang beli diem diem

__ADS_1


__ADS_2