DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Siapa Yuda?


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Bel pulang pun berbunyi, seperti biasa Ayumi jalan kaki menuju halte bus tapi belum juga sampai di halte tiba-tiba sebuah mobil berhenyi di samping Ayumi.


"Ay, kamu mau pulang?" tanya Yuda.


"Iya."


"Mau aku anterin kamu pulang?"


"Ah tidak usah, aku bisa naik bus saja."


Yuda pun turun dari mobilnya..


"Jangan menolak, ayo biar aku anterin kamu pulang."


"Tidak usah Yuda, aku bisa pulang naik bus kalau begitu aku permisi dulu itu busnya sudah datang."


Ayumi segera berlari dan masuk ke dalam bus.


"Si Yuda nyeremin banget," gumam Ayumi.


***


Malam pun tiba, saat ini Ayumi sedang mengerjakan tugas sekolahnya di kamar, pintu kamar Ayumi terbuka.


"Kamu belum tidur, sayang?" tanya Mama Anis.


"Belum Ma, tugas Ayumi belum selesai."


Mama Anis duduk di samping Ayumi dan memperhatikan wajah cantik sang puteri.


"Apa kamu bahagia, Nak?"


Ayumi menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah Mamanya.


"Maksud Mama apa?"


"Selama ini kamu tumbuh tanpa seorang Papa, apa kamu tidak merasa sedih karena teman-teman kamu masih mempunyai orang tua yang lengkap."


"Tidak Ma, Ayumi tidak merasa sedih justru Ayumi sangat bahagia karena sudah tidak melihat Mama menderita lagi, Ayumi tidak kuat melihat Mama setiap hari disiksa."


"Apa kamu sampai saat ini masih membencia Papa?" tanya Mama Anis dengan membelai pipi Ayumi.


"Entahlah Ma, yang jelas untuk saat ini Ayumi lebih merasa nyaman dan tenang hidup berdua dengan Mama dibanding dengan masih punya Papa."


Mama Anis menarik Ayumi ke dalam pelukkannya.

__ADS_1


"Maafkan Mama Ayumi."


"Tidak Ma, Mama tidak perlu meminta maaf kepada Ayumi karena Mama tidak bersalah, disini seharusnya Papa yang meminta maaf karena sudah membuat kita hidup menderita."


Mama Anis melepaskan pelukkannya, dia tersenyum kepada anak semata wayangnya yang sangat kuat dan mandiri.


"Oh iya, bagaimana apa sekarang ku masih suka bertemu dengan arwah penasaran?"


"Tidak sih Ma, semenjak Ayumi menolong Kak Lula sudah tidak ada lagi yang meminta tolong dan Ayumi berharap memang itu yang terakhir, tapi kalau masalah penampakan ya setiap hari juga Ayumi melihatnya Ma."


"Apa itu sangat menakutkan buatmu Sayang?"


"Iyalah Ma, siapa sih yang tidak takut dan kaget kalau tiba-tiba melihat penampakan apalagi kalau penampakannya menyeramkan. Oh iya Ma, Ayumi sudah cerita sama teman-teman kalau Ayumi anak Indigo."


"Terus pendapat mereka bagaimana? apa mereka percaya?"


"Mereka percaya sama Ayumi, apalagi Kak Farrel ikut menyakinkan teman-teman. Kak Farrel juga seperti Ayumi Ma, cuman Kak Farrel tidak bisa melihat makhluk itu hanya bisa merasakan kehadiran mereka saja."


"Farrel yang waktu itu nganterin kamu pulang?"


"Iya Ma."


"Apa dia pacar kamu?" goda Mama Anis.


"Apaan sih Ma, Ayumi baru saja masuk SMA, Ayumi belum mau pacaran dulu, Ayumi ingin fokus belajar supaya Ayumi menjadi anak yang sukses dan membanggakan Mama, biar orang itu tahu kalau anak yang dia sia-siakan bisa sukses."


"Iya sayang."


"Oh iya Ma, tadi ada murid baru pindahan dari Semarang namanya Yuda, dia aneh Ayumi saja merasa merinding kalau dekat dengan dia," seru Ayumi.


"Ih Mama apaan sih, masa hantu bisa sekolah."


Mama Anis tertawa...


"Sudah ah, Mama sudah ngantuk kamu juga jangan terlalu malam tidurnya."


"Iya Ma."


Mama Anis mencium kening Ayumi dan keluar dari kamar Ayumi. Tinggallah Ayumi sendirian di kamar, Ayumi mengusap tengkuk lehernya.


"Kok tiba-tiba merinding ya," gumam Ayumi dengan memperhatikan setiap sudut kamarnya tapi dia tidak menemukan apa-apa.


Ayumi segera merapikan buku-bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya, setelah itu Ayumi langsung merebahkan tubuhnya dan mematikan lampu kamarnya.


Sementara diluar rumah Ayumi, seorang pemuda tampak memperhatikan kamar Ayumi yang berada di lantai dua, setelah lampunya mati baru pemuda itu tersenyum.


"Selamat malam Ayumi," gumam Yuda.


Yuda pun menutup kaca mobilnya...


"Jalan Pak."


"Baik Den."


Mobil Yuda pun pergi meninggalkan rumah Ayumi.

__ADS_1


***


Keesokkan harinya...


Ayumi baru saja sampai di sekolah tapi Bella dan Riska langsung menarik tangan Ayumi dan membawa Ayumi ke halaman belakang.


"Lepasin Kak, kalian mau apa?" seru Ayumi.


Bella menghempaskan Ayumi sehingga tubuh Ayumi terhunyung ke belakang.


"Kenapa lo ga bisa dibilangin sih, harus pakai cara apa gue ingetin lo kalau Farrel milik gue dan lo jangan deketin Farrel," bentak Bella.


"Gue ga pernah deketin Kak Farrel, dia sendiri yang suka nyamperin gue," sahut Ayumi.


"Oh, jadi sekarang lo mulai berani sama gue. Jangan sok kecantikan lo jadi cewek, maksud lo Farrel yang deketin lo?" bentak Bella.


"Ga mungkin, Farrel itu orangnya paling dingin sama cewek, dasar lo nya aja yang ganjen," bentak Riska.


"Kayanya lo harus di kasih pelajaran, supaya lo ngerti," seru Bella.


Bella langsung melayangkan tangannya hendak menampar Ayumi, Ayumi pun sudah memejamkan matanya tapi dengan cepat seseorang mencengkram tangan Bella.


"Jangan macam-macam lo sama Ayumi, berani sedikit saja lo menyentuh Ayumi, lo berurusan sama gue," sentak Yuda dan menghpaskan tangan Bella.


Ayumi membuka matanya dan terkejut saat melihat Yuda berada disana.


"Wow, bukannya lo anak baru ya tapi lo berani banget ngelawan sama senior," cibir Bella.


"Senior kaya kalian ga pantes dihargai, jadi kalau kalian pengen dihargai sama adik kelas, introspeksi diri dulu," sahut Yuda dingin.


Yuda menggenggam tangan Ayumi dan membawa Ayumi pergi dari tempat itu. Sementara Bella semakin kesal dengan Ayumi. Ayumi hanya diam saja saat Yuda menarik tangannya.


"Siapa dia sebenarnya?" batin Ayumi.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2