
💀
💀
💀
💀
💀
Malam pun tiba...
Yuda baru saja selesai shalat isya, seperti biasa sehabis shalat Yuda selalu menyempatkan diri untuk mengaji sebentar.
Setelah selesai mengaji, Yuda masih terdiam diatas sajadahnya. Yuda mulai memusatkan konsentrasinya dengan memejamkan matanya, hingga tidak lama kemudian Yuda pun kembali membuka matanya.
Sementara itu di rumah Ayumi, Ayumi pun sama baru selesai shalat isya. Ayumi masih terduduk dengan lamunannya.
"Sepertinya Yuda memang bukan orang sembarangan, Yuda pasti bisa membantu menolong Kak Farrel," gumam Ayumi.
***
Keesokan harinya....
Dillan kembali masuk ke dalam kelas Ayumi..
"Bagaimana ini, cincinnya tidak bisa dilepaskan aku sama Farrel sudah mencobanya dan cincin itu susah sekali lepas," seru Dillan.
"Waduh, terus bagaimana dong bisa-bisa Kak Farrel bakalan terus menjadi bucin sama si Bella dong," sahut Sasa.
"Kasih sabun aja cincinnya, nanti juga bakalan lepas. Nenekku dulu kaya gitu kalau susah ngelepasin cincin," seru Olive.
Pletaakk...
Dillan menyentil kening Olive dengan gemasnya.
"Aw, sakit Kak," keluh Olive.
"Memangnya lo pikir itu cincin biasa, namanya juga cincin pelet harus pakai cara khusus buat ngelepasinnya," seru Dillan.
Tidak lama kemudian, Yuda pun masuk kelas dengan santainya dan langsung duduk di samping Denis.
"Yud, gue tahu lo bisa bantuin lepasin cincin itu jadi gue mohon tolong Kak Farrel, kasihan dia," seru Ayumi.
"Apa yang akan gue dapatkan kalau gue bisa lepasin cincin itu?" seru Yuda.
"Yaelah curut lo malah main tawar-tawaran sama teman sendiri," sahut Dillan.
"Sejak kapan gue temenan sama lo," ketus Yuda.
"Wah, lo ngelunjak."
Dillan bangkit dari duduknya hendak menghampiri Yuda tapi Denis menghalanginya.
"Jangan halangi gue mata empat, sana minggir," seru Dillan.
"Siapa yang menghalangi Kakak, aku bangun karena aku mau ke toilet," seru Denis yang langsung pergi.
__ADS_1
Dillan pun menghampiri Yuda, Ayumi pikir Dillan akan memukul Yuda atau apalah tapi nyatanya Dillan malah duduk di samping Yuda dan memohon kepada Yuda membuat Ayumi dan kedua sahabatnya melongo tidak percaya.
"Ayolah anak baru tolongin bestie gue, jangan sombong lo jadi orang. Lo pernah lihat ga di tv orang yang sombong kuburannya meledak," seru Dillan.
"Kebanyakan nonton sinetron jadinya seperti itu," sahut Yuda.
"Yud, please," seru Ayumi.
Yuda menoleh ke arah Ayumi, sungguh hati Yuda meleleh kalau dihadapkan dengan Ayumi rasanya tidak bisa menolak apa yang diucapkan Ayumi, Yuda seperti terkena hipnotis.
"Baiklah, nanti jam istirahat bawa Kak Farrel ke belakang sekolah gue bantuin lepasin cincin itu," seru Yuda dengan terpaksa.
"Kok raut wajah lo kaya yang ga ikhlas gitu, kalau ga ikhlas jangan dilakukan," kesal Dillan.
"Beneran? ya sudah, gue ga jadi bantuin bestie lo," sahut Yuda dengan santainya.
Dillan langsung terkejut. "Astaga, gue salah ngomong sorry-sorry ucapan gue barusan jangan lo masukin ke lambung, gue cuma bercanda," seru Dillan.
"Hati kali Kak, bukan lambung," sahut Sasa.
"Hah sudah ganti? sejak kapan?"
"Kak Dillan sumpah itu ga lucu, garing banget malah," sahut Olive.
"Yaelah namanya juga usaha, ya sudah nanti jam istirahat gue bawa Farrel ke belakang sekolah, awas kalau lo ga datang."
Yuda hanya mengangkat bahunya tak peduli, kalau itu bukan permintaan Ayumi, Yuda ogah banget bantuin Farrel.
Waktu pun berjalan dengan cepat, bel tanda istirahat pun berbunyi Ayumi dan sahabat-sahabatnya segera menuju ke belakang sekolah termasuk Yuda.
Sementara itu, Dillan sedikit kesusahan membujuk Farrel karena Farrel nempel terus kepada Bella.
Sejenak Dillan pun berpikir sejenak. "Bell, lo ke kantin duluan aja sama si Riska soalnya gue ada perlu sebentar sama si Farrel," seru Dillan.
"Memangnya ada perlu apa lo sama Yayang gue?" ketus Bella.
Sumpah, Dillan serasa ingin muntah mendengar Bella menyebut Farrel dengan sebutan Yayang.
"Pokoknya ada lah, urusan cowok."
"Oke, tapi lo jangan lama-lama."
"Siap, ga bakalan lama kok."
"Yang, gue ke kantin duluan ya sama Riska nanti lo nyusul gue ke kantin," seru Bella dengan manjanya.
Farrel pun menganggukkan kepakanya, Bella dan Riska pun langsung pergi menuju kantin. Akhirnya Dillan bisa bernapas lega, Dillan langsung menyeret Farrel menuju belakang sekolah.
"Sorry-sorry gue telat," seru Dillan.
"Wah, lo ngelunjak Kak mentang-mentang lo Kakak kelas gue. Nanti kalau waktu istirahat keburu berakhir dan gue kelaparan bagaimana? memangnya lo mau tanggung jawab," kesal Yuda.
"Yuda, sudah dong jangan adu mulut terus sekarang bantuin Kak Farrel," seru Ayumi.
Yuda pun mengalah, akhirnya Yuda pun mengajak Farrel untuk duduk bersila sementara dirinya duduk bersila juga di hadapan Farrel.
Yuda mulai memejamkan matanya, Yuda sangat konsentrasi. Cukup lama, Yuda memejamkan matanya sampai-sampai wajahnya pun sudah dipenuhi dengan keringat.
__ADS_1
Duarrr...
Sesajen yang ada di hadapan si dukun tiba-tiba meledak dengan sendirinya membuat Mbah Sukirman pun terkejut.
"Kurang ajar, siapa yang sudah melakukan semua ini?" gumamnya.
Yuda pun mulai membuka matanya dan mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat itu. Yuda meraih tangan Farrel. "Bismillahirohmanirrohim."
Yuda mulai mengambil cincin itu dan perlahan melepaskannya dan benar saja cincin itu akhirnya bisa lepas juga.
Wwwuuussss....
Tubuh Farrel sedikit bergetar, hingga akhirnya Farrel pun sadar dan memperhatikan orang-orang yang ada disana.
"Lah, gue kenapa? kok ada disini?" tanya Farrel bingung.
"Alhamdulillah, akhirnya lo kembali lagi. Nanti saja gue ceritain sama lo. Yud, thanks ya lo sudah bantuin teman gue mulai sekarang lo adalah bestie gue sama Farrel," seru Dillan.
"Woi tunggu dulu Lan, lo kalau ngomong suka ngaco ngapain suruh curut ini buat gabung sama kita," tolak Farrel.
"Idih, siapa juga yang mau gabung sama kalian?" kesal Yuda.
"Syukurlah."
"Lo memang ga tahu terima kasih Kak, gue pakaikan cincin ini lagi baru tahu rasa lo," kesal Yuda.
"Jangaaaaannnn..." semuanya serempak menjawab bersamaan.
"Sudah-sudah, Yuda terima kasih ya sudah mengembalikan bestie gue nanti gue jelasin sama dia semuanya," seru Dillan.
Dillan pun mengajak Farrel untuk pergi dari sana, begitupun dengan Olive, Sasa, dan Denis yang langsung pergi karena perut mereka sudah kelaparan.
"Terima kasih ya, Yud."
"Sama-sama Ay, jadi bisakah mulai sekarang kita temenan?" seru Yuda dengan mengulurkan tangannya.
Ayumi pun tersenyum dan membalas uluran tangan Yuda. Yuda begitu sangat bahagia, tidak sia-sia ternyata dia nolongin Kakak kelas ga ada akhlak itu yang penting sekarang dia bisa dekat dengan Ayumi.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU