
💀
💀
💀
💀
💀
Kegiatan kemping pun dimulai, dari mulai berbagai macam permainan antar kedua sekolah sampai kegiatan-kegiatan lainnya yang membuat hubungan kedua sekolah itu semakin terjalin dengan erat.
Tidak ada persaingan dan perselisihan diantara kedua sekolah itu semuanya kompak saling membantu satu sama lain.
Saat ini semuanya sedang membersihkan tempat kemping karena sore harinya semuanya akan kembali ke Jakarta. Semuanya bergotong royong mengumpulkan sampah bekas mereka makan.
"Kak, Disha juga ingin membantu Kakak."
"Disha, kalau kamu bantuin Kakak bisa-bisa disini heboh nanti sapunya melayang sendiri," sahut Ayumi dengan berbisik.
"Hehehe...iya juga ya."
"Astaga nih hantu bocah masih saja ngikutin Ayumi, kan gue sudah bilang jangan ngikutin Ayumi pergi jauh-jauh sana," seru Yuda.
Disha langsung sembunyi di belakang tubuh Ayumi karena Disha sangat takut dengan Yuda.
"Yuda, tuh kan Dishanya jadi takut. Lagipula dia ga jahat kok, justru selalu ngasih tahu gue kalau ada hantu yang mau nyelakain gue," sahut Ayumi.
"Tapi tetap saja Ay, dia itu setan lo ga boleh berteman sama setan biasanya setan itu minta timbal baliknya nanti."
"Enggak kok, Disha ga bakalan minta apa-apa Disha cuma ingin punya teman saja," sahut Disha yang masih bersembunyi di balik tubuh Ayumi.
Farrel dan yang lainnya mengerutkan keningnya melihat perseteruan antara Yuda dan Ayumi yang mereka tidak tahu sedang memperebutkan apa.
"Pasti tuh duo bocah memperebutkan setan," celetuk Dillan.
"Hus..lo ya kalau ngomong sembarangan aja," sahut Farrel.
"Ya habis mereka berseteru apa coba kalau bukan masalah setan, lihat tuh si Ayumi kaya yang lagi melindungi sesuatu di belakang tubuhnya," seru Dillan.
Semuanya memperhatikan Yuda dan Ayumi dan memang benar, Ayumi seperti sedang melindungi sesuatu dan Yuda berusaha mengambilnya.
"Kita samperin mereka yuk!" ajak Olive.
Semuanya pun menghampiri Ayumi dan Yuda.
"Kalian itu kenapa sih?" tanya Sasa.
"Itu, si Ayumi disuruh jangan temenan sama setan ga bisa dibilangin," sahut Yuda.
__ADS_1
"Hah, temenan sama setan? wah parah lo Ay, masa temenan sama setan," seru Dillan.
"Tapi ini setannya baik kok, kasihan juga kalau dibiarkan sendirian," sahut Ayumi.
"Wah, nih anak sudah gila mana ada setan baik," seru Olive.
"Asli Liv, Disha baik kok."
Setelah semuanya selesai, mereka pun duduk berkumpul melingkar.
"Cerita dong Ay, dimana kamu ketemu setan itu?" seru Sasa.
"Aku menemukan Disha di halte bus, waktu itu dia lagi sendirian dan wajahnya terlihat sedih dan akhirnya aku bawa dia pulang aja."
"Jangan-jangan itu modus Ay, bisa aja dia pura-pura berdiri di halte dengan wajah sedih padahal dia ga punya duit buat pulang, hati-hati Ay penipuan," celetuk Denis.
Farrel menoyor kepala Denis. "Woi mata empat, dia itu setan kalau dia mau pulang tinggal menghilang aja ngapain pura-pura berdiri di halte, ah lama-lama gue gibeng juga lo," sahut Farrel dengan gemasnya.
"Kenapa dia masih berada disini, apa masih ada urusan yang belum dia selesaikan?" tanya Olive.
Ayumi pun menceritakan mengenai kematian Disha membuat semuanya bergidik ngeri, apalagi Sasa dan Olive saat ini sudah menangis karena tidak tega dengan nasib Disha.
"Jadi, Disha belum tenang karena dia ingin mencari potongan tangannya yang dibawa sama Bapaknya?" seru Dillan.
"Iya."
"Lah, dimana kita akan mencarinya? Dishanya aja ga tahu dia mati dimana, kan sekarang keadaannya berubah beda sama zaman dulu," seru Farrel.
"Hiks..hiks..hiks..Kak Yuda jahat," seru Disha dengan tangisannya kemudian dia menghilang.
"Tuh kan Yuda, Dishanya jadi pergi kan lo mah jadi manusia jahat banget," kesal Ayumi.
Yuda hanya memutar bola matanya jengah, Yuda memang tidak suka berhubungan dengan setan, setan itu hanya akan membawa pada kesesatan.
Tiba-tiba terdengar teriakan Riska membuat semuanya panik dan menghampiri Riska.
"Ada apa, Riska?" tanya Bu Verra.
"Bella tidak ada Bu, tadi dia ada disini kok sekarang tiba-tiba menghilang," sahut Riska panik.
"Apa?"
Semuanya kembali panik, Yuda kembali memusatkan pikirannya menyalurkan kekuatan mencari keberadaan Bella dan tidak lama kemudian, Yuda pun tersentak.
"Sudah kalian jangan panik, Bu Verra, Pak Bbang, biar saya yang mencari Bella," seru Yuda.
"Gue ikut Yud," seru Ayumi.
"Gue juga," sambung Farrel.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo yang lainnya tolong diam disini jangan kemana-mana dan bantu kami dengan do'a," seru Yuda.
"Iya, kalian hati-hati."
Ketiganya pun segera berlari mengikuti langkah Yuda, dan ternyata Yuda menuju ke ujung aliran sungai.
"Nah itu Bella!" tunjuk Yuda.
Farrel dan Ayumi terkejut, ternyata Bella sudah mengambang di sungai itu dengan keadaan tidak sadarkan diri. Terlihat kaki Bella terlilit sebuah rambut panjang yang ternyata itu kepala tanpa badan yang pernah Ayumi temui.
"Astagfirullah, Yud bagaimana ini?" seru Ayumi panik.
Yuda langsung duduk bersila kembali memusatkan pikirannya, Yuda membacakan do'a-do'a hingga tidak lama kemudian, rambut yang melilit kaki Bella terlepas dan Bella pun tersadar.
Bella terkejut karena saat ini sudah berada di tengah-tengah sungai.
"Kak Bella, sini gue bantuin!" teriak Ayumi.
Bella yang masih terkejut akhirnya menerima bantuan Ayumi.
"Kenapa gue ada disini?" tanya Bella bingung.
"Kalau barusan gue telat nolongin lo, sudah dipastikan lo bakalan dibawa ke alam mereka," sahut Yuda.
"Kenapa dari kemarin selalu Bella yang jadi sasarannya?" tanya Farrel.
"Karena saat ini Kak Bella sedang haid, jadi semua makhluk halus mendekati dia dan ingin membawa dia ke alamnya apalagi bau darah haid akan mengundang para makhluk halus untuk mendekati dia. Ya sudah, ayo kita kembali ke tenda," seru Yuda.
Sesampainya di tenda, semuanya pun memutuskan untuk pulang hari itu juga demi keamanan para siswa.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU