
💀
💀
💀
💀
💀
Keesokan harinya...
Ayumi berangkat ke sekolah dengan mata sembab karena semalaman Ayumi menangis tanpa henti.
"Astaga Ay, mata lo bengkak banget lo habis nangis?" tanya Sasa.
"Ya begitulah."
"Lo kenapa sih? kenapa lo kemarin langsung kabur gitu aja saat melihat Bapak-bapak itu? memangnya lo kenal sama Bapak-bapak itu?" tanya Olive.
"Sudahlah jangan banyak tanya, nanti kalau gue sudah mood gue bakalan cerita," sahut Ayumi.
Bel masuk pun berbunyi, Ibu Vera masuk kelas dengan seseorang di belakangnya dan itu membuat Ayumi membelalakan matanya.
"Dia kan....?" batin Ayumi.
"Selamat pagi anak-anak, pagi ini kelas kita kedatangan murid baru. Silakan perkenalkan diri kamu," seru Bu Vera.
"Pagi semuanya, perkenalkan namaku Jenny aku baru saja kembali dari Amerika jadi mohon bantuannya," seru Jenny.
"Sombong sekali dia," bisik Olive.
"Tunggu, perasaan gue pernah lihat tuh anak tapi dimana ya?" sahut Sasa.
"Kenapa dia masuk di sekolah ini," batin Ayumi dengan geramnya.
"Jenny, silakan kamu cari kursi yang kosong."
"Baik Bu."
Jenny pun duduk di bangku tepat di hadapan Yuda.
"Hai, aku Jenny!"
Yuda hanya menyunggingkan sedikit senyumannya tanpa mau membalas uluran tangan Jenny membuat Jenny menarik kembali tangannya dengan perasaan dongkol.
"Sial, baru kali ini gue di cuekin sama cowok," batin Jenny.
Jenny pun membalikan tubuhnya dan Jenny tidak sengaja melihat Ayumi yang saat ini sedang menatapnya.
__ADS_1
"Loh, bukanya dia cewek yang kemarin di Mall ya? astaga ternyata gue harus sekelas dengan anak menyebalkan itu," batin Jenny.
Proses belajar pun berjalan dengan lancar tapi pikiran Ayumi melayang entah kemana membuat Yuda yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Ayumi merasa aneh.
"Pasti ada sesuatu antara Ayumi dan cewek itu," batin Yuda.
Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa seperti biasa berlarian menuju kantin.
"Hai, bolehkah gue ke kantin bareng sama lo soalnya gue ga tahu letak kantinnya," seru Jenny.
"Lo kan bisa tanya sama anak-anak yang lain, kalau lo ga tahu dimana kantin, gue kasih tahu ya. Lo tinggal jalan lurus terus belok kanan kemudian naik tangga nah disana ada kantin. Lo sudah gede kan, jadi bisa ke kantin sendirian," ketus Yuda.
Ayumi dan teman-temannya pergi ke kantin tanpa berniat mengajak Jenny membuat Jenny merasa kesal sendiri.
"Ah, gue ingat bukanya tuh cewek yang kemarin kita temui di Mall? yang Bapaknya ga sengaja Ayumi tabrak, iya kan?" seru Sasa.
"Benar juga, wah ga disangka dia bakalan sekolah disini juga," sahut Olive.
Ayumi hanya diam saja, dia fokus melahap mie ayamnya dengan wajah yang kesal dan itu tidak luput dari perhatian Yuda.
"Liv, pesenin gue es jeruk dong," seru Yuda.
"Ih, lo pesan aja sendiri."
"Ayolah, nanti gue bayarin makanan lo."
"Nah kalau gitu, gue mau."
"Sa, lo pesenin gue batagor soalnya gue masih lapar ini."
"Tumben-tumbenan lo makan banyak."
"Sudah sana jangan banyak ngomong, pesenin aja."
"Oke, tapi gue juga gratis kan makanannya?"
"Iya, gue bayarin semuanya."
"Asyik."
Sasa pun juga pergi untuk memesankan batagor, tinggalah Yuda, Ayumi, dan Denis. Yuda tidak mempermasalahkan Denis karena dia kalau sudah makan akan fokus tidak akan memikirkan hal lain.
"Ay, sebenarnya ada apa? lo kenal sama anak itu?" tanya Yuda.
Ayumi menghentikan kunyahannya dan menatap Yuda.
"Tidak, gue ga kenal," ketus Ayumi.
"Jangan bohong sama gue, gue tahu ada sesuatu yang sedang lo sembunyikan. Lo kenal kan sama cewek dan Bapak-bapak yang kemarin?"
__ADS_1
Ayumi menghentikan makannya dan tampak menundukan kepalanya, matanya mulai berkaca-kaca bahkan saat ini airmatanya pun sudah mulai menetes membuat Yuda merasa terenyuh dan pindah duduk ke samping Ayumi.
"Ceritalah sama gue, gue sudah janji sama si dugong buat jagain lo gue ga mau sampai si dugong marahin gue gara-gara lo sedih seperti ini."
Ayumi menyeka airmatanya. "Bapak-bapak kemarin itu Papa gue Yud, dan Jenny pasti anaknya."
"Apa?"
"Papa ninggalin gue dan Mama demi wanita lain dan wanita itu adalah sekertarisnya di kantor Papa."
Airmata Ayumi kembali menetes. "Gue benci sama dia Yud, gue berharap gue ga bakalan pernah bertemu lagi dengan orang itu tapi sekarang anaknya justru sekolah disini juga," lirih Ayumi.
"Ternyata masib lo sama kaya si dugong."
Olive dan Sasa pun datang dengan membawa pesanan Yuda.
"Eh, kok Ayumi nangis? lo apain Ayumi, Yud?" bentak Olive.
"Gue ga apa-apa kok, lo jangan khawatir," sahut Ayumi.
"Si Yuda apain lo Ay? kalau dia buat lo nangis, jangan sungkan-sungkan bilang sama kita biar kita kasih pelajaran sama dia," seru Sasa.
"Apaan sih, kalian diam aja kalau ga tahu masalahnya," seru Yuda.
Sementara itu dari kejauhan Jenny tampak memperhatikan Ayumi dan teman-temannya.
"Jadi cowok ganteng itu pacarnya si cewek nyebelin, lihat aja gue bakalan rebut cowok itu dan gue yakin cowok itu bakalan jatuh ke pelukan gue, secara gue lebih cantik dibandingkan si cewek nyebelin itu," batin Jenny dengan senyumannya.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU