DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Misteri Ruangan Kosong


__ADS_3

đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Keesokan harinya....


Pagi-pagi sekali Ayumi dan teman-temannya sudah sampai di kampus, hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ospek.


“Mumpung masih ada waktu sepuluh menit lagi, ayo sarapan dulu kebetulan Mama buatkan sandwich banyak ini,” seru Ayumi.


“Asyik...”


Semuanya langsung mengambil sandwich masing-masing, Ayumi melahap sandwichnya dengan santai hingga tidak sengaja Ayumi melihat ke arah lantai dua gedung universitas itu.


Ayumi seperti melihat bayangan seseorang tapi Ayumi tidak bisa melihatnya dengan jelas.


“Ada apa Ay? Jangan bilang kamu melihat sesuatu,” seru Denis.


“Aku seperti melihat seseorang di bangunan itu,” tunjuk Ayumi.


Semua orang pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Ayumi.


“Masa iya, ada yang nginap di kampus ini, soalnya ini masih jam setengah enam pagi dan perkuliahan itu dimulainya dari pukul tujuh,” seru Olive.


“Wah jangan-jangan-----?”


Sasa tidak melanjutkan ucapannya karena Denis langsung menutup mulut Sasa.


“Jangan ngomongin hal-hal yang macam-macam, belum apa-apa dari tadi aku sudah merinding tahu,” sahut Denis.


Sasa menghempaskan tangan Denis dengan kesalnya.


“Apaan sih kamu Denis, tangan kamu bau tahu!” sentak Sasa.


“Masa sih?”


Denis pun mengendus-ngendus tangannya, sementara itu Yuda tampak memperhatikan gedung itu dengan seksama. Memang Yuda merasakan ada kekuatan gaib disana, dari kemarin juga Yuda sudah sangat merasakannya tapi Yuda pura-pura tidak tahu.


***


Sore pun tiba...


Akhirnya proses ospek pun berjalan dengan lancar, mulai besok semuanya sudah mulai belajar dan resmi menjadi Mahasiswa dan Mahasiswi di universitas xxx.


Kegiatan ospek terakhir ini ternyata sampai sore bahkan saat ini sudah hampir gelap karena sebentar lagi masuk waktu maghrib.


Suasana kampus mulai sepi hanya ada beberapa fakultas yang terlihat ada kegiatan karena ada juga beberapa anak yang mengambil jam sore dan pulang malam.


“Guys, bagaimana kalau kita sekarang melihat kelas kita? Soalnya aku lupa lagi tempatnya,” seru Venny.


“Idih, kaya ga ada besok saja. Sudah gelap Ven, ogah banget aku harus nganterin kamu mana kelas kita berada di lantai dua dan kamu tahu suasana di lantai dua sangat sepi dan menakutkan,” seru Sasa.


“Iyakah? Ternyata kamu penakut juga ya, masih saja percaya dengan hal begituan,” cibir Venny.


“Ga tahu aja doi, kalau selama ini kita---“

__ADS_1


Ucapan Olive terhenti karena kali ini Ayumi menutup mulut Olive.


“Jangan sampai dia tahu aku indigo,” bisik Ayumi.


Olive pun menganggukan kepalanya membuat Venny sedikit heran.


“Sudahlah Ven, besok saja ini sudah gelap juga mendingan sekarang kita pulang,” seru Ayumi.


Tiba-tiba Venny mendekati Yuda. “Yud, boleh ga aku nebeng mobil kamu? Soalnya hari ini sopir aku ga bisa jemput, lagi jemput Papa ke Bandara baru pulang dari London,” seru Venny.


“Tapi aku harus anterin Ayumi pulang,” sahut Yuda.


“Ya sudah ga apa-apa, anterin Ayumi pulang dulu habis itu anterin aku pulang, kalau mau dibayar juga nanti aku bayar kok,” seru Venny.


“Memangnya kamu pikir aku taksi online,” kesal Yuda.


“Sudah Yud, kamu anterin Venny pulang saja kasihan dia mana ini sudah gelap lagi,” seru Ayumi.


Yuda paling tidak bisa menolak ucapan Ayumi dan dengan terpaksa, Yuda pun menyetujui untuk mengantar Venny pulang.


Ayumi dan yang lainnya pun mulai melangkahkan kakinya menuju parkiran, tapi di ruangan kosong yang berada di lantai dua itu tampak sesosok gadis dengan leher yang tampak miring seperti ada tulang lehernya yang patah memperhatikan Ayumi dan teman-temannya.


Sepanjang perjalanan, Yuda hanya mengajak Ayumi untuk mengobrol sedangkan Venny justru malah dicuekin membuat Venny sedikit kesal karena Yuda cuek kepadanya.


“Rumahmu dimana? Biar aku antarkan kamu pulang duluan,” seru Yuda dengan melirik ke arah Venny.


“Bagaimana kalau antarkan Ayumi dulu, baru nanti kamu antarkan aku pulang soalnya rumah aku sedikit agak jauh,” sahut Venny.


Yuda ingin membuka mulutnya tapi Ayumi menahannya. “Sudah, antarkan aku duluan rumah aku kan tidak jauh sebentar lagi juga sampai,” seru Ayumi.


Dengan terpaksa Yuda hanya bisa mengikuti apa yang Ayumi ucapkan, dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mobil Yuda pun sampai di depan rumah Ayumi.


“Terima kasih ya Yud.”


“Oke, Ven aku duluan ya!”


“Iya, sampai jumpa besok.”


Ayumi pun turun dari dalam mobil Yuda begitu pun dengan Venny yang ikut turun, tapi Venny turun hanya ingin berpindah duduk ke depan bersama Yuda.


“Kenapa kamu pindah?” ketus Yuda.


“Kan biar kamu ada teman ngobrol.”


“Aku ga butuh teman ngobrol.”


Yuda pun mulai melajukan mobilnya saat melihat Ayumi sudah masuk ke dalam rumahnya.


“Kenapa semua orang memperhatikan Ayumi? Apa sih keistimewaan dia, padahal aku lebih cantik dibandingkan Ayumi,” batin Venny.


Selama dalam perjalanan, Yuda hanya diam saja walaupun Venny sudah berusaha mengajaknya ngobrol tapi Yuda tetap saja dingin tidak seperti bersama Ayumi tampak sangat hangat.


"Rumah kamu yang mana?" tanya Yuda.


"Itu yang pagar hitam," tunjuk Venny.


Yuda pun menghentikan mobilnya di depan rumah berpagar hitam yang tinggi itu, rumahnya sangat besar dan juga megah.


"Terima kasih Yud, mau mampir dulu."


"Tidak usah, sudah malam juga."

__ADS_1


"Oh ya sudah, kamu hati-hati ya di jalan."


Yuda tidak menanggapi ocehan Venny, dia pun langsung menancap gas mobilnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Venny.


"Ih nyebelin banget sih, tapi sayangnya aku sudah terlanjur suka sama Yuda. Lihat saja aku pasti bisa dapetin Yuda," batin Venny dengan senyumannya.


Keesokan harinya....


Hari ini adalah hari pertama Ayumi dan teman-temannya menjadi seorang mahasiswa, mereka sangat bahagia dan tampak semangat.


Seperti biasa, Ayumi dan teman-temannya berjalan sembari bercanda satu sama lain hingga akhirnya Ayumi pun menabrak seseorang.


Bruuukkkk...


Tubuh Ayumi oleng, tapi dengan sigap orang itu menangkap tubuh Ayumi membuat Ayumi dan orang itu saling bertatapan untuk beberapa saat.


"Ay, kamu ga apa-apa?" seru Yuda.


Orang itu pun langsung melepaskan tubuh Ayumi dan tersenyum.


"Maaf, aku ga sengaja," seru Ayumi.


"Ah, tidak apa-apa kalau begitu aku duluan ya."


Orang itu pun langsung pergi, sedangkan Sasa dan Olive tampak menganga melihat laki-laki tampan itu.


"Ya ampun Sa, siapa dia tampan sekali," seru Olive.


"Hooh, bikin hati aku meleleh," sahut Sasa.


Yuda yang kesal pun mengusap wajah Sasa dan Olive secara bergantian.


"Istighfar, tampanan juga aku dibandingkan dia," kesal Yuda.


"Idih, tampanan dialah jauh sama kamu mah," seru Olive.


"Apa kamu bilang?"


Yuda memiting leher Olive dan Sasa, membuat kedua gadis cantik itu berteriak meminta ampun sedangkan Ayumi hanya tersenyum sembari geleng-geleng kepala.


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


     


__ADS_2