
💀
💀
💀
💀
💀
Waktu pulang sekolah pun tiba, Farrel sudah menunggu di depan sekolah dengan motor sportnya.
"Ay, mau pulang bareng sama gue?" seru Yuda.
Baru saja Ayumi membuka mulutnya, Sasa sudah menyikut lengan Ayumi.
"Noh, pangerannya sudah menunggu," seru Sasa sembari menunjuk ke arah Gerbang.
"Kak Farrel, ya sudah kalau begitu gue duluan ya."
Ayumi pun langsung berlari menghampiri Farrel, Olive menepuk pundak Yuda.
"Sabar-sabar."
"Apaan sih lo," ketus Yuda sembari pergi.
"Idih ngambek."
"Hai Kak!" seru Ayumi.
"Hai, mau pulang sekarang atau mau jalan-jalan dulu?" seru Farrel dengan mengusap kepala Ayumi.
"Terserah."
"Oke...kita jalan-jalan dulu."
Farrel pun memakaikan helm di kepala Ayumi, Yuda yang melihat mereka dari kejauhan hanya bisa menghela napasnya. Pupus sudah harapan dia untuk mendapatkan Ayumi.
Ayumi pun segera naik ke atas motor Farrel, Farrel menarik tangan Ayumi supaya memeluk perutnya.
"Pegangan biar ga jatuh."
Ayumi hanya bisa tersenyum, Ayumi memang sejak MOS sudah menaruh hati kepada Farrel ditambah Farrel yang selalu perhatian kepadanya membuat Ayumi semakin menyimpan perasaan kepada laki-laki tampan itu.
Farrel membawa Ayumi jajan bakso di pinggiran jalan yang ada di pinggir taman itu, seperti orang-orang yang baru jadian pada umumnya mereka sangat bahagia dan romantis.
Hingga akhirnya setelah puas jalan-jalan, Farrel pun mengantarkan Ayumi pulang.
"Lusa adalah pembagian ijazah dan aku akan lanjutkan kuliah, kamu harus jaga hati kamu tapi kalau berangkat dan pulang sekolah aku usahakan akan antar jemput kamu," seru Farrel.
"Jangan memaksakan diri, lagipula aku sudah biasa kok naik bus. Yang harusnya jaga hati itu Kakak bukanya aku, soalnya nanti di kampus bakalan banyak cewek yang jauh lebih segala-galanya daripada aku."
__ADS_1
"Hati aku sudah milik kamu, jadi mau ada cewek secantik apapun kamu akan tetap jadi ratu dalam hatiku."
"Alah gombal."
"Ya sudah, masuk sana."
"Kakak hati-hati ya."
"Oke."
Farrel pun mengusap kepala Ayumi sebelum dia pergi, membuat Ayumi semakin bahagia.
"Hayo loh ngapain Kakak senyum-senyum sendiri."
"Astagfirullah Disha, Kakak kaget. Kebiasaan deh kalau muncul ga bilang-bilang," kesal Ayumi.
"Hehehe...maaf Kak."
Ayumi pun masuk ke dalam rumah dan Disha mengikutinya dari belakang.
Sementara itu, Farrel pun langsung pulang ke rumahnya. Selama dalam perjalanan, Farrel tidak henti-hentinya menyunggingkan senyumananya karena pada akhirnya cewek gebetanya selama ini akhirnya sekarang sudah menjadi pacarnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Farrel pun sampai di rumahnya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Iya sayang, maafkan Mama. Mama sudah bereskan semua barang-barang kamu, jadi setelah pembagian ijazah kita bisa langsung berangkat."
"Kemana?"
"Hongkong."
"Berapa lama?"
"Dua tahun."
"Bisakah, Farrel tinggal disini saja?"
"Sayang, waktu dua tahun itu bukan waktu yang sebentar. Mama tidak bisa meninggalkan kamu disini sendirian, Mama juga sudah mengurus kuliah kamu disana jadi kamu jangan khawatir."
"Tapi Farrel ingin tetap disini Ma, Farrel sudah nyaman disini kalau kita pindah lagi, Farrel harus menyesuaikan diri lagi dan itu sangat menyebalkan."
"Maafkan Mama sayang, karena pekerjaan Mama kamu menjadi harus pindah-pindah terus. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi pekerjaan Mama dan hanya ini pekerjaan yang gajinya lumayan besar sehingga Mama bisa membiayai kamu sekolah dan hidup kita pun terjamin."
Farrel terlihat sangat kesal, tanpa bicara apa-apa Farrel pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
Papa Farrel meninggalkan Farrel disaat usia Farrel sepuluh tahun, Papa Farrel lebih memilih wanita lain dibandingkan Mamanya dan sampai sekarang Farrel tidak tahu keadaan Papanya.
Mamanya bekerja sebagai interpreter atau penerjemaah, Mama Farrel banyak dicari oleh perusahaan bertarap internasional untuk menjadi penerjemaah mereka. Maka dari itu, Farrel dan Mamanya sering berpindah-pindah Negara.
__ADS_1
Di Indonesia, Farrel dan Mamanya tinggal paling lama sampai tiga tahun biasanya mereka hanya tinggal bulanan dan paling lama hanya satu tahun sehingga Farrel bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa gangguan.
Tapi saat ini mimpi buruk itu pun terulang lagi, Farrel harus pindah lagi ke Hongkong karena Mamanya mendapat kerjaan dan dikontrak selama dua tahun.
Tok..tok..tok..
Mama Farrel pun masuk ke dalam kamar Farrel, dilihatnya saat ini Farrel sedang main game dengan wajah yang terlihat sangat marah.
"Sayang, maafkan Mama karena pekerjaan Mama kamu jadi korbannya tapi keahlian Mama hanya ini," seru Mama Farrel.
"Tidak bisakah Mama berhenti bekerja dan mencari pekerjaan yang lain?"
"Mama mau bekerja apa sayang? lagipula saat ini kamu juga mau masuk kuliah, kalau Mama berhenti bekerja siapa yang akan membiayai kamu kuliah?"
"Farrel bisa bekerja sambil kuliah, asalkan kita tidak pindah lagi dari sini."
Mama Farrel menghela napasnya, ia tahu kalau puteranya itu merasa marah karena harus pindah-pindah Negara.
"Mama janji, setelah ini Mama akan berhenti bekerja sebagai interpreter setidaknya kamu bisa lanjutin kuliah dulu dan kita kembali lagi kesini," bujuk Mama Farrel.
Farrel menatap Mamanya...
"Hanya dua tahun, Mama janji dan kamu bisa pegang janji Mama."
Mama Farrel pun bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar Farrel, sedangkan Farrel hanya bisa terdiam. Baru saja Farrel jadian dan bahagia, masa iya sekarang Farrel harus meninggalkan Ayumi.
Masih mending Ayumi mau menunggunya, kalau Ayumi tidak mau menunggunya bagaimana nasibnya.
"Sial, ini semua gara-gara Papa kalau dia tidak meninggalkan aku dan Mama, Mama tidak akan bekerja keras seperti ini dan aku juga tidak akan berpindah-pindah terus," gumam Farrel dengan mengepalkan tangannya.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gife
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU