DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Dukun Santet Part II


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Tidak lama kemudian, Bella dan Riska sampai di sebuah rumah sederhana yang semuanya terbuat dari bambu. Rumah itu terlihat sangat menyeramkan karena letaknya yang jauh dari rumah tetangga dan banyak di tumbuhi pohon-pohon pisang di samping kiri dan kanan sehingga menambah kesan angker dan menyeramkan.


"Bell, serius lo mau masuk ke rumah itu? gue takut tahu, lebih baik gue tunggu lo di dalam mobil saja ya," seru Riska.


"Mau kemana lo, lo harus ikut sama gue."


Bella menarik tangan Riska untuk ikut masuk ke dalam rumah itu.


Tok..tok..tok..


krrreeeetttt...


Seorang pria paruh baya dengan pakaian serba hitam dan ikat kepalanya menyambut kedatangan Bella dan Riska.


"Mbah Sukirman, saya Bella."


"Silakan masuk."


Bella dan Riska pun akhirnya masuk, bau kemenyan langsung menyeruak ke indera penciuman mereka berdua.


Mbah Sukirman sudah duduk bersila didepan sesajen yang masih mengepulkan asapnya itu.


"Silakan duduk."


Bella dan Riska pun duduk di depan Mbah Sukirman, sedangkan Mbah Sukirman terlihat komat-kamit entah apa yang sedang dia bacakan.


"Mana foto orang itu?" seru Mbah Sukirman.


"Foto? foto apa?" tanya Bella polos.


"Bukannya kamu datang kesini ingin menyantet seseorang?"


"Loh, kok Mbah tahu?"


"Jangan sebut saya dukun sakti kalau saya tidak tahu maksud dari kedatangan kamu."


"Ah iya."

__ADS_1


Bella pun segera mengeluarkan selembar foto seorang gadis cantik dan menyerahkannya kepada Mbak Sukirman.


"Bell, lo serius mau ngelakuin ini?" bisik Riska.


"Sudah lo diam saja, jangan banyak omong."


Mbah Sukirman mulai menyimpan foto gadis itu di atas sesajen dan mulai membacakan sesuatu, bibir sang dukun mulai komat-kamit.


Riska terus saja merapatkan tubuhnya kepada Bella, dia merasa takut dan ngeri melihat apa yang dilakukan dukun itu.


***


Sementara itu, di sebuah rumah mewah tampak seorang pemuda sedang duduk bersila, matanya terpejam, bibirnya komat-kamit dengan jari-jarinya memegang sebuah tasbih.


Diwaktu yang sama, sang dukun dan pemuda itu seperti sedang beradu kekuatan. Sang dukun ingin mencelakai gadis itu sedangkan sang pemuda ingin menyelamatkan gadis itu pula.


Pemuda itu sudah mengeluarkan keringat diseluruh wajah dan tubuhnya. Hingga pada akhirnya sesajen yang ada dihadapan Bella dan Riska meledak seketika


Duaaaarrrrr....


"Aaaaaa....." Bella dan Riska menjauh dan berteriak ketakutan.


Sang dukun pun sedikit terkejut...


"Ada apa ini Mbah, kenapa bisa meledak?" tany Bella.


"Apa? kok bisa? bukannya Mbah dukun sakti, kenapa menyantet satu gadis saja Mbah tidak bisa? jangan-jangan Mbah dukun palsu," sentak Bella.


"Apa kamu bilang? jadi kamu meremehkan kesaktianku? coba kamu cari dukun paling sakti yang bisa menandingiku, aku yakin tidak akan ada yang bisa menyantet gadis ini, karena gadis ini ada yang jaga dan penjaganya itu sangat kuat," jelas Mbah Sukirman.


"Jadi si Ayumi anak dukun juga gitu?" tanya Bella.


"Bukan, tapi gadis ini gadis luar biasa dan ada yang menjaganya dan orang yang menjaganya itu bukan orang sembarangan," seru Mbah Sukirman.


"Terus bagaimana? jadi Mbah ga sanggup santet Ayumi?" tanya Bella.


"Tidak bisa, kamu cari dukun yang lain saja."


"Kalau orang ini bagaimana? apa Mbah bisa membuat orang ini cinta mati sama saya."


Bella mengeluarkan foto Farrel dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Mbah Sukirman.


"Nah, kalau ini saya bisa. Kamu mau buat dia bagaiamana?" tanya Mbah Sukirman.


"Pokoknya saya ingin orang itu tergila-gila sama saya, dan dia tidak mau jauh-jauh dari saya, pokoknya saya ingin dia cinta mati deh sama saya Mbah."


"Gampang, tapi ini biayanya tidak murah."

__ADS_1


"Berapapun, akan saya bayar yang penting Farrel jatuh ke pelukkan saya."


"Baiklah."


Mbak Sukirman mulai komat-kamit dan menabur kemenyan dalam sesajennya, asap mulai mengepul sehingga membuat ruangan yang gelap semakin tidak terlihat akibar asap dari sesajen itu.


Cukup lama asap itu mengepul, bahkan Bella dan Riska pun sudah saling berpelukkan karena merasa takut. Perlahan asap itu sedikit demi sedikit menghilang dan Mbah Sukirman pun sudah terlihat kembali.


Mbah Sukirman mengepalkan tangannya dan perlahan tangan Mbak Sukirman pun terbuka. Di sana terlihat ada sebuah cincin dengan mata berwarna merah delima.


"Ini, pakaikan cincin ini kepada pemuda itu dan tidak lama kemudian, pemuda itu akan bertekuk lutut kepadamu dia akan menuruti semua keinginan kamu."


Bella mengambil cincin itu dan tersenyum puas tapi berbeda dengan Riska yang ketakutan. Riska takut kalau nantinya akan berbalik mencelakai Bella.


"Terima kasih Mbah, ini uang yang Mbah minta."


Bella mengeluarkan amplop coklat dengan di dalamnya uang entah berapa banyak yang jelas isinya lumayan banyak.


"Sama-sama."


"Kalau begitu kami permisi Mbah."


Mbah Sukirman hanya tersenyum dan merasa senang karena uang yang diberikan Bella sesuai dengan apa yang dia minta.


"Farrel, akhirnya lo akan menjadi milik gue," gumam Bella dengan senyumannya.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2