DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Arwah Anjani Part I


__ADS_3

đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Ayumi dan teman-temannya menuju gedung fakultas kedokteran, ternyata ruangan kosong itu berada tepat di samping kelas Ayumi.


“Ini ruangan yang aku lihat dari bawah serasa ada seseorang ternyata sebelahan dengan kelas aku,” batin Ayumi.


“Ay, disini ada tulisan lab berarti ruangan kosong ini bekas laboratorium,” seru Denis.


Olive dan Sasa yang kepo, mulai melihat keadaan di dalam lab itu dari kaca jendela yang gordennya sedikit terbuka.


“Tidak ada apa-apa, tapi anehnya alat-alat yang ada di lab itu lengkap masih tertata dengan rapi, kenapa ga dipakai ya?” seru Olive.


“Hooh, Cuma sayang sekarang sudah mulai berdebu,” sambung Sasa.


“Hai, kalian sedang melihat apa?” teriak Venny yang baru datang.


“Ah tidak melihat apa-apa, hanya penasaran saja dengan isinya,” sahut Olive.


“Sudah-sudah, ayo masuk,” seru Yuda.


Venny pun langsung mendekati Yuda dan berjalan di samping Yuda, sedangkan Ayumi melihat jendela yang gordenya terbuka sedikit itu.


“Astagfirullah....”


Lagi-lagi Ayumi melihat bayangan perempuan yang kemarin Ayumi lihat dari bawah.


Ayumi pun segera berlari menyusul teman-temannya masuk ke dalam kelas. Yuda duduk di kursinya dan Venny langsung duduk di samping Yuda membuat Yuda terlihat kesal kepada Venny.


“Itu kursi untuk Ayumi,” seru Yuda dingin.


“Lah, siapa yang cepat dia yang dapat lagipula kita bebas kan mau duduk dana saja ga ada larangannya,” sahut Venny.


“Tapi----“


“Sudahlah Yud, kursi masih banyak kok aku bisa duduk dimana saja,” seru Ayumi.


Hingga akhirnya Ayumi pun duduk di belakang kursi Olive, dan Sasa, sedangkan Denis duduk di belakang Ayumi.


Di samping kanan Ayumi masih ada kursi yang kosong dan Yuda pun mulai bangkit dari duduknya berniat ingin pindah kursi, tapi niat Yuda terhenti karena kursi di samping Ayumi keburu ada yang menempati.


“Ah sial, ini semua gara-gara perempuan ini,” batin Yuda.


Yuda pun kembali duduk dengan raut wajah kesalnya, Ayumi duduk di dekat jendela sehingga Ayumi bisa melihat keadaan kampus seluruhnya.


“Eh, kamu gadis yang tadi tabrakan sama aku kan?” tanya laki-laki itu.


Ayumi yang memang sedang fokus melihat keluar jendela langsung tersentak dan menoleh ke sampingnya, begitu pun dengan Olive dan Sasa yang langsung membalikan tubuhnya.


“Ya ampun ternyata kita sekelas?” seru Sasa antusias.


“Iya, hallo nama aku Ariel.”


“Sasa.”

__ADS_1


“Olive.”


Kemudian laki-laki bernama Ariel itu mengulurkan tangan kepada Ayumi dan tentu saja Ayumi menyambutnya dengan ramah.


“Ayumi.”


“Eh, perasaan waktu ospek kemarin kita ga lihat kamu deh,” seru Olive.


“Oh, aku memang sudah izin ga ikutan ospek soalnya Nenek aku lagi dirawat di rumah sakit dan ga ada yang jagain,” sahut Ariel.


“Ya ampun, terus sekarang bagaimana keadaan Nenek kamu? Siapa yang jaga di rumah sakit?” tanya Ayumi.


“Alhamdulillah, Nenek aku sudah agak mendingan dan aku titip Nenek aku sama suster soalnya ga enak juga masa hari pertama kuliah sudah bolos,” sahut Ariel.


Tidak lama kemudian, seorang dosen pun masuk ke dalam kelas.


“Selamat pagi, perkenalkan nama saya Anjas.”


“Selamat pagi Pak!”


“Oke, untuk hari pertama kuliah saya ingin berkenalan dulu dengan kalian semua, kita mulai dari ujung kiri sini,” seru Pak Anjas.


Acara perkenalan pun dimulai, satu persatu mahasiswa mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Ayumi terus saja memperhatikan gerak-gerik dosen bernama Anjas itu.


“Kok ada perasaan aneh dalam diriku, perasaan ini baru pertama kali aku bertemu dengan Pak Anjas tapi kok aku merasa tidak suka sama dia, ada apa ini?” batin Ayumi.


Acara perkenalan pun selesai, Pak Anjas mulai menjelaskan mata kuliahnya dan semua mahasiswa terlihat fokus mendengarkan dan memperhatikan Pak Anjas.


Hingga mata pelajaran pertama pun selesai.


“Baik Pak.”


Pak Anjas pun meninggalkan kelas dan semua mahasiswa mulai berhamburan keluar menuju kantin.


Ayumi dan teman-temannya pun langsung meluncur menuju kantin dan ternyata setelah sampai di kantin, Dillan tampak melambaikan tangannya.


“Itu Kak Dillan, Kak Bella, sama Kak Riska, kita kesana yuk!” ajak Olive.


“Ya sudah, kalian mau makan apa? Biar aku sama Denis yang pesankan,” seru Yuda.


“Mie ayam sama es jeruk,” sahut Ayumi.


“Kita juga itu aja deh samain,” sambung Sasa.


“Oke, ayo Den kita pesankan makanan buat mereka.”


“Siap.”


“Aku ikut Yud,” seru Venny.


Yuda tidak memperdulikan Venny, sehingga Venny harus berlari mengejar Yuda.


“Bagaimana kuliah pertama kalian?” tanya Bella.


“Lumayan menyenangkan,” sahut Olive.


“Eh Kak, kalian ada yang tahu tidak mengenai ruangan lab fakultas kedokteran yang sekarang ditutup? Ada apa ya, kok ditutup padahal alat-alatnya masih tertata rapi,” tanya Ayumi.


“Oh ruangan itu, aku sih ga tahu tapi aku juga pernah penasaran dengan hal itu sehingga aku pun menanyakannya kepada mahasiswa senior disini, dan menurut penuturan dia dulu di ruangan itu ada yang bunuh diri lompat dari jendela ke bawah dan korban langsung tewas ditempat,” sahut Dillan.

__ADS_1


“Astagfirullah, serem amat,” seru Sasa.


“Iya namanya Anjani, dan aku juga dengar kalau Anjani itu bunuh diri karena tidak lolos skripsi dan dia merasa frustasi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri,” sambung Bella.


“Masa iya, dia bunuh diri hanya gara-gara gagal membuat skripsi sepertinya aneh banget,” sahut Ayumi.


“Ruangan itu ditutup karena katanya arwah Anjani sering muncul dan ganggu para mahasiswa disana,” seru Riska.


“Wah, jadi arwah penasaran dong? Sepertinya masih ada masalah yang belum diselesaikan si Anjani itu makanya dia masih gentayangan di ruangan lab itu,” seru Olive.


“Ay, kamu dan Yuda kan anak indigo apalagi kamu juga sering menolong arwah penasaran bagaimana kalau kita buka jasa untuk menolong para arwah itu, kayanya seru tuh,” seru Bella.


Dillan menoyor kepala Bella. “Jangan sok-sokan deh jadi orang, memangnya kamu berani lihat para arwah penasaran itu?” kesal Dillan.


“Tantangan Lan, itung-itung kita uji nyali,” sahut Bella.


“Aku setuju dengan ide Kak Bella, kita jadi ghost buster gitu sepertinya keren deh,” seru Olive.


Tiba-tiba Yuda, Denis, dan Venny pun datang dengan membawa makanan.


“Terima kasih Yud.”


“Sama-sama Ay.”


“Kenapa sih, Yuda selalu bersikap manis kepada Ayumi berbeda kalau sama aku, bawaanya ketus mulu,” batin Venny.


Setelah selesai makan siang, Ayumi dan teman-temannya pun kembali ke kelas. Entah kenapa setiap lewat ruangan kosong itu, Ayumi selalu ingin menoleh dan jujur memang kali ini Ayumi merasa penasaran dengan arwah Anjani itu.


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2