DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Bertemu Disha


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Dillan dan Farrel berjalan beriringan dan selama perjalanan, Dillan menceritakan hal yang selama ini menimpa Farrel.


"Gila, si Bella kok mainnya magic sih pantas saja perasaan gue ga enak banget," seru Farrel.


"Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan sama si Nenek lampir itu?" tanya Dillan.


"Entahlah."


Farrel dan Dillan pun masuk ke dalam kelas, dan disana Bella sudah menunggu kedatangan Farrel.


"Ya ampun sayang, lo darimana saja? ditungguin di kantin kok ga datang-datang? lo juga, lo bawa Ayang gue kemana?" sentak Bella.


Bella memeluk lengan Farrel, dia tidak tahu kalau saat ini Farrel sudah sembuh. Farrel pun menghempaskan tangan Bella sehingga membuat Bella terkejut.


"Ya ampun sayang, kok kamu jadi kasar gitu sih sama gue?"


Farrel mencengkram wajah Bella membuat Bella meringis kesakitan. "Lo apa-apaan pakai pelet gue segala?" bentak Farrel.


Bella membelalakan matanya, dia kaget kenapa Farrel bisa tahu. Bella pun melihat jari Farrel yang ternyata sudah tidak tersemat cincin itu lagi.


"Rel, lepasin sakit."


Farrel pun melepaskan cengkramannya. "Kali ini gue masih maafin lo, tapi kalau lain kali lo ngelakuin ilmu hitam lagi buat deketin gue, gue pastikan lo bakalan dikeluarin dari sekolahan ini," ancam Farrel.


Farrel pun keluar dari kelasnya, kebetulan jam istirahat masih ada lima belas menit lagi. Farrel dan Dillan pun segera menuju kantin dan ternyata disana pun sudah ada Ayumi dan yang lainnya.


"Mata empat, pesenin kita makanan dong," seru Dillan.


"Kakak pesan saja sendiri," sahut Denis.


"Oh, jadi lo sudah mulai berani ngelawan sama gue," seru Dillan dengan hendak melayangkan kepalan tangannya.


"Iya-iya, aku pesankan makanan buat kalian."


"Nah gitu dong."


Denis pun segera memesankan makanan untuk Dillan dan Farrel dengan terus menggerutu.


"Yud, lo anak dukun ya? kok lo sakti banget bisa ngelepasin cincin itu?" tanya Dillan.


"Naudzubillahimindalik, kenal aja gue kagak sama dukun," sahut Yuda.


"Tapi gue penasaran, kok lo sakti?" tanya Farrel.


"Itu adalah kuasa Allah, mangkanya lo lebih rajin lagi shalatnya Kak biar ga gampang terkena hal-hal kaya gitu," seru Yuda.


"Iya, gue ngaku kalau selama ini gue jarang shalat."


"Nah itu dia."


Mereka pun akhirnya berbincang-bincang, setelah bel berbunyi semuanya masuk ke dalam kelas masing-masing.


***


Waktu pulang pun tiba...


Seperti biasa, Ayumi lebih suka pulang naik bus tapi disaat Ayumi sedang menunggu bus, Ayumi menoleh ke arah ujung halte disana terlihat seorang anak kecil perempuan dengan menggunakan dres warna putih serta rambut yang dikepang dengan pita merah di atasnya.


Ayumi sudah bisa menduga kalau anak kecil itu adalah hantu bukan manusia karena setiap orang yang melintas seolah-olah tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


Tatapan anak itu lurus ke depan, Ayumi merasa penasaran dan akhirnya menghampiri anak kecil yang sepertinya anak blasteran karena terlihat rambutnya yang pirang dengan wajah seperti noni-noni belanda.


"Hallo, kamu sedang apa Dek disini?" tanya Ayumi.


Anak perempuan cantik itu menoleh ke arah Ayumi. "Kakak bisa lihat aku?" tanyanya kembali.


Ayumi menganggukkan kepalanya. "Kamu mau kemana?" tanya Ayumi.


Anak kecil itu menggelengkan kepalanya sembari menunduk, wajahnya terlihat bersedih membuat Ayumi merasa terenyuh.


"Nama kamu siapa?" tanya Ayumi lagi.


"Disha, nama aku Disha. Kalau Kakak siapa namanya?"


"Kalau aku namanya Ayumi."


"Kak Ayumi, bolehkah Disha ikut dengan Kakak? Disha janji tidak akan nakal, Disha juga janji akan selalu melindungi Kakak dari gangguan para hantu jahat yang nantinya bisa saja mencelakai Kakak."


"Aduh, bagaimana ya? tapi aku takut kalau aku bawa kamu ke rumah, Mama akan merasa takut sama kamu."


"Mama Kakak tidak akan bisa melihat Disha, Kak."


Ayumi tampak berpikir. "Begini saja, rumah kamu dimana? biar Kakak antarkan kamu pulang," seru Ayumi.


"Rumah aku di ujung jalan sana, yang rumah peninggalan belanda itu tapi aku takut kalau pulang ke rumah itu lagi soalnya banyak hantu yang jahat dan aku suka digangguin sama mereka."


Ayumi bingung harus melakukan apa, tapi entah kenapa Ayumi merasa kasihan kepada hantu anak kecil itu.


"Ya sudah deh kamu boleh ikut sama aku, tapi kamu harus janji ya jangan buat ulah di rumah apalagi melakukan hal yang aneh-aneh di hadapan Mama."


"Siap Kak."


"Ya sudah, ayo kita pulang."


Untung saja suasana halte pada saat itu sepi, sehingga tidak ada yang menganggap Ayumi gila karena sudah berbicara sendiri.


Akhirnya Ayumi memutuskan untuk membawa Disha ke rumahnya. Entah kenapa Ayumi merasa kasihan saja kepada hantu anak perempuan itu.


"Waalaikumsalam."


Mama Anis menghampiri puterinya itu dan Ayumi pun mencium punggung tangan Mama Anis. Seketika Mama Anis mengusap tengkuknya sembari celingukan kesana kemari.


"Ay, apa disini ada hantu? kok bulu kuduk Mama tiba-tiba berdiri sih?" seru Mama Anis.


Ayumi menoleh ke arah Disha. "Tidak ada kok Ma, itu hanya perasaan Mama saja. Ya sudah Ayumi ke kamar dulu ya!"


Ayumi pun menggandeng tangan Disha yang terasa dingin itu membuat Mama Anis mengerutkan keningnya.


"Kok Ayumi seperti sedang menggandeng seseorang, apa mungkin Ayumi menggandeng hantu? ah masa sih? tapi kan barusan dia bilang ga ada hantu disini," batin Mama Anis.


***


Malam pun tiba...


Setelah selesai makan malam dan shalat isya juga, saat ini Ayumi duduk bersila di atas tempat tidurnya dan mengobrol dengan Disha yang sedang memainkan boneka milik Ayumi.


"Disha, bolehkan Kakak tanya sesuatu?"


"Kakak mau tanya apa?"


"Apa penyebab kamu meninggal?" tanya Ayumi.


Disha pun menghentikan kegiatannya memainkan boneka milik Ayumi, kemudian menatap Ayumi membuat Ayumi sedikit ngeri.


"Beneran Kakak mau tahu penyebab kematianku?"


Ayumi pun mengangguk dengan semangat membuat Disha menyunggingkan senyumannya.


"Papaku adalah seorang pemabuk berat dan juga suka judi, selain itu Papa juga adalah orang yang pemarah dan cepat sekali emosi. Suatu saat Papa pulang ke rumah dengan kondisi mabuk parah, Papa memaksa Mama untuk memberikannya uang untuk berjudi tapi waktu itu Mama menolak. Papa sangat marah dan akhirnya memukuli Mama, aku tidak tega melihat Mama dipukuli seperti itu akhirnya aku mengambil boneka aku dan memukuli Papa."

__ADS_1


Disha sejenak menghentikan ceritanya dan menerawang jauh ke masalalu.


"Tapi Papa justru malah murka kepadaku, Papa menjambak rambutku dan membenturkan kepalaku ke tembok, masih belum puas Papa menyeretku dan memukuli tanganku dengan bambu sehingga membuat tulang tanganku patah, Mama sangat histeris melihat kondisiku Mama berusaha menolongku tapi Papa mendorong Mama sampai Mama terbentur tembok dan tak sadarkan diri."


Ayumi yang mendengar cerita Disha tanpa sadar meneteskan airmatanya.


"Ya Allah, kok ada ya orangtua yang jahat seperti Papa kamu," seru Ayumi.


"Waktu itu aku sudah mati tapi sepertinya Papa belum puas denganku, akhirnya Papa mengambil sebuah parang dan memotong tanganku. Papa membawa potongan tanganku entah kemana, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tetap saja tidak menemukannya," sahut Disha.


Ayumi menutup mulutnya saking ngerinya mendengar cerita Disha.


"Jadi kamu masih ada disini karena kamu belum menemukan potongan tangan kamu?" tanya Ayumi.


Disha menganggukkan kepalanya. "Apa Kakak ingin melihat wujud asliku?" tanya Disha.


Belum juga Ayumi menjawab, tiba-tiba Disha merubah bentuk menjadi wujud aslinya.


"Aaaaaarrrrrrggghhhhh...."


Ayumi berteriak sekencang mungkin sembari menutup wajahnya dengan bantal. Sungguh Disha sangat mengerikan, wajahnya penuh dengan darah dan rambutnya pun acak-acakan, gaun putih terlihat dipenuhi dengan darah, dan jangan lupa tangan kiri yang sudah terpotong dan masih meneteskan darahnya.


"Astaga, Ayumi kamu kenapa teriak-teriak," seru Mama Anis yang langsung masuk ke dalam kamar Ayumi.


Ayumi pun perlahan membuka bantalnya dan dilihatnya Disha sudah berubah lagi menjadi cantik seperti semula membuat Ayumi menghela napasnya lega.


"Kamu kenapa?"


"Ah, tidak apa-apa Ma barusan Ayumi kaget aja ada tikus lewat," dusta Ayumi.


"Kirain ada hantu."


"Enggak kok Ma."


"Ya sudah, kamu tidur lagi jangan bergadang ya nanti bangunnya kesiangan loh."


"Iya Ma."


Mama Anis pun mencium kening Ayumi kemudian pergi meninggalkan kamar Ayumi, Disha terkekeh dan itu membuat Ayumi kesal.


"Kamu mah bikin kaget aja."


"Maaf Kak."


"Ya sudah, aku mau tidur dulu ya selamat malam."


"Selamat malam Kak."


Ayumi pun merebahkan tubuhnya dan tidak lama kemudian, Ayumi pun langsung terlelap menuju alam mimpinya. Sementara itu Disha tersenyum dan langsung menghilang entah kemana.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2