
💀
💀
💀
💀
💀
Dua hari pun berlalu, dan Dillan selalu saja mendapatkan penumpang yang sama yang tidak lain adalah Anggun. Setiap Anggun memesan taksi online Dillan selalu saja memakai gaun merah.
Seperti malam ini, Dillan kembali dapat orderan dari Anggun tapi kali ini ada yang aneh dengan Anggun tidak seperti biasanya Anggun yang akan mengobrol dengan Dillan tapi malam ini Anggun tampak murung dan hanya diam saja.
Dillan tidak berani mengajak Anggun mengobrol hingga akhirnya mobil yang dikendarai Dillan pun sampai di depan rumah besar itu. Dillan berdiam sebentar dan melihat Anggun membuka gerbang rumahnya dan langsung masuk.
Tiba-tiba sekumpulan Bapak-bapak yang sedang berjaga menghampiri mobil Dillan.
Tok..tok..tok..
Salah satu Bapak-bapak itu mengetuk kaca mobil Dillan, Dillan terkejut dan langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Iya Pak, ada apa ya?" tanya Dillan.
"Mas, kami lihat mobil Mas beberapa hari ini berhenti di depan rumah ini? ada apa ya Mas?" tanya salah satu Bapak-bapak itu.
"Oh, saya mengantarkan orang yang tinggal disini," sahut Dillan.
Ketiga Bapak-bapak itu saling pandang satu sama lain merasa heran dengan jawaban Dillan.
"Tapi kami lihat tidak ada orang yang keluar dari dalam mobil Mas, beberapa hari ini mobil Mas sering berhenti disini dan pergi begitu saja, kami takutnya Mas yang sedang mengintai rumah ini dan akan melakukan kejahatan."
"Astagfirullah, demi Allah Pak saya mengantarkan orang yang tinggal di rumah ini, saya tidak punya niat jahat sama sekali," sahut Dillan.
"Maaf kalau boleh tahu, Mas ini mengantarkan siapa?"
"Namanya Anggun Pak, masa Bapak-bapak tidak tahu mungkin Anggun ini anak yang punya rumah ini," sahut Dillan.
"Apa?"
Bapak-bapak itu merasa terkejut dan membelalakan matanya.
"Bapak-bapak kenapa? kok terkejut seperti itu?" tanya Dillan.
"Mas, Mbak Anggun itu sudah meninggal satu bulan yang lalu kecelakaan di persimpangan jalan."
"Apa?"
Betapa terkejutnya Dillan saat mendengar perkataan Bapak-bapak itu, seketika bulu kuduknya berdiri.
"Lebih baik sekarang Mas cepat pergi dari sini."
Dillan pun menganggukkan kepalanya dan tanpa menunggu lagi, Dillan langsung tancap gas dan meninggalkan rumah itu.
"Astaga ternyata selama ini dia setan, pantasan saja tangannya dingin banget," gumam Dillan.
Dillan pun tidak sengaja melihat ke arah spion dan ternyata di jok belakang Anggun sudah duduk dengan penampakan aslinya.
Wajahnya sebelah hancur sampai kulit wajahnya mengelupas serta matanya hilang satu dan darah segar masih mengalir dari wajah Anggun.
Cekiiiiiittttt....
Dillan langsung menghentikan mobilnya. "Huwaaaaaaa.......setaaaaan...."
Dillan keluar dari dalam mobilnya, dia tidak sadar kalau saat ini mobilnya berhenti di dean rumah Ayumi. Dillan terus berlari tunggang langgang, hingga Dillan pun menabrak Bapak-bapak yang sedang berjaga-jaga di komplek itu.
"Astagfirullah, ada apa Mas?" tanya salah satu Bapak-bapak.
Dillan tidak bisa bicara apa-apa, wajahnya penuh dengan keringat, tubuhnya menggigil karena ketakutan. Ayumi dan Mama Anis, melihat kerumunan warga kebetulan saat ini Ayumi dan Mama Anis baru saja kembali dari mini market.
"Ay, itu ada apa?"
__ADS_1
"Ga tahu Ma, yuk kita lihat."
Ayumi dan Mama Anis pun menghampiri kerumunan itu.
"Maaf Pak, ini ada apa ya?" tanya Mama Anis.
"Ini Bu Anis, ada anak muda yang berlari tapi ditanya dia tidak jawab."
Ayumi dan Mama Anis memperhatikan orang itu.
"Loh, Kak Dillan. Kakak kenapa?" tanya Ayumi.
Dillan masih tidak bisa bicara, tubuhnya masih menggigil. Akhirnya Ayumi dan Mama Anis pun membawa Dillan ke rumah mereka.
"Ini Kak, diminum dulu," seru Ayumi.
Dillan langsung meminum air itu sampai tandas, dan Dillan pun sudah sedikit tenang.
"Sebenarnya ada apa Kak?" tanya Ayumi.
Akhirnya Dillan pun menceritakan kejadian yang menimpanya dari awal hingga Ayumi dan Mama Anis pun merasa sedikit ngeri.
Ayumi membelalakan matanya saat tiba-tiba Anggun muncul di belakang tubuh Dillan.
"Tolong aku!"
"Kak, dia ada disini."
"Apa?"
Dillan langsung pindah duduk ke samping Ayumi.
"Lo jangan bercanda Ay, gue masih syok nih."
"Gue ga bercanda Kak, dia beneran ada disini dan dia minta tolong."
"Minta tolong apa?" tanya Mama Anis dan Dillan bersamaan.
"Pertemukan aku dengan kedua orang tuaku, ada sesuatu yang harus aku katakan kepada mereka."
"Kata wanita itu, dia ingin bertemu dengan orang tuanya," seru Ayumi.
"Tolong aku, kalau tidak aku akan terus mengganggu laki-laki itu."
Ayumi pun dengan terpaksa menganggukan kepalanya, lalu Ayumi pun menjelaskan semuanya kepada Dillan. Awalanya Dillan menolak, tapi demi ketentraman hidupnya akhirnya Dillan pun setuju.
Ayumi dan Dillan pun pergi ke rumah Anggun menggunakan mobil yang digunakan Dillan sebagai taksi online. Ayumi dan Dillan terdiam tidak berani bicara sedikit pun, sedangkan Anggun duduk di kursi belakang.
Tidak lama kemudian, mobil Dillan pun sampai di depan rumah Anggun. Ayumi dan Dillan pun turun kemudian Ayumi mencoba untuk menekan bel, seorang satpam menghampiri Ayumi dan Dillan.
"Adek-adek ini mau cari siapa malam-malam begini?"
"Maaf Pak, kami ingin bertemu dengan pemilik rumah ini," sahut Dillan.
"Ya ampun Dek, ini sudah malam lagipula kemungkinan Tuan dan Nyonya sudah tidur. Besok saja kalian datang lagi kesini."
"Tidak bisa Pak, kami harus bertemu dengan mereka sekarang juga ini masalah Mbak Anggun," seru Ayumi.
"Apa, Nona Anggun? memangnya ada apa?"
"Maka dari itu kami mohon, kami harus bertemu dengan pemilik rumah ini."
"Ya sudah, sebentar ya saya panggilkan dulu mudah-mudahan Tuan dan Nyonya belum tidur."
Satpam itu pun segera berlari masuk ke dalam rumah, sedangkan Ayumi dan Dillan menunggu di depan gerbang.
Beberapa saat kemudian Satpam itu pun kembali dan mempersilakan Ayumi dan Dillan masuk. Kedua orang tua Anggun sudah duduk di sofa menunggu kedatangan Ayumi dan Dillan.
Anggun langsung menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya tapi sayang Anggun tidak bisa memeluk mereka dan itu membuat Ayumi merasa kasihan juga.
"Silakan duduk."
__ADS_1
"Terima kasih Om."
"Kata Pak Satpam kalian datang kesini karena ingin membicarakan masalah almarhumah puteri kami Anggun, memangnya ada apa?" tanya Mama Anggun.
"Maaf Tante, selama ini Kak Anggun ingin mengatakan sesuatu sama Om dan Tante makanya sampai saat ini Kak Anggun belum bisa pergi dengan tenang," seru Ayumi.
"Ya Allah Anggun."
Mama Anggun langsung menutup mulutnya dan menangis, begitu pun dengan Papanya Anggun yang memeluk istrinya untuk menenangkan.
"Kalian jangan ngarang-ngarang cerita, memangnya anak kami kenapa sampai belum tenang seperti itu?" bentak Papanya Anggun.
"Kita tidak bohong Om," seru Dillan.
"Apa Om dan Tante sudah siap bertemu dengan Kak Anggun?" tanya Ayumi.
Mama dan Papa Anggun saling pandang satu sama lain.
"Kak Anggun pegang pundak aku ya, Tante bisakah Tante memegang tangan Ayumi."
Dengan ragu-ragu, akhirnya Mama Anggun pun memegang tangan Ayumi. Seketika Anggun muncul di hadapan mereka membuat keduanya terkejut.
"Anggun."
"Ma, Pa, Anggun hanya ingin meminta maaf kepada kalian karena Anggun sudah membangkang kepada kalian. Mama dan Papa benar kalau Evan bukan pria yang baik dan Anggun dengan bodohnya malah memilih Evan dibandingkan kalian. Anggun selama ini belum bisa pergi dengan tenang sebelum Anggun bertemu dan meminta maaf kepada kalian."
Orang tua Anggun tampak menangis, apalagi Mamanya yang sudah menangis tersedu-sedu.
"Kami sudah memaafkanmu Nak, pergilah dengan tenang," seru Papa Anggun.
"Terima kasih Pa, sekarang Anggun sudah lega jaga diri kalian baik-baik dan ikhlaskan Anggun pergi karena Anggun sudah tenang, jangan sedih lagi, yang terpenting kalian do'akan Anggun saja. Selamat tinggal Ma, Pa, Anggun pamit."
Bayangan Anggun pun perlahan mulai menghilang membuat kedua orang tuanya menangis, sedangkan Ayumi tampak lemah untung Dillan dengan sigap menahan tubuh Ayumi.
"Terima kasih Nak, kamu sudah mempertemukan kami dengan Anggun maafkan Om karena tadi sempat membentak kalian."
"Sama-sama Om."
Akhirnya Ayumi dan Dillan pun berpamitan, Dillan memapah Ayumi dam disaat mereka baru sampai gerbang, tiba-tiba angin berhembus.
"Terima kasih anak baik sudah mau menolongku."
Ayumi dan Dillan tersenyum. "Sudah malam Ay, ayo gue anterin lo pulang."
"Iya Kak."
Ayumi dan Dillan pun akhirnya pulang dan lagi-lagi Ayumi sudah berhasil menolong arwah yang masih penasaran untuk kembali ke alamnya.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1