
💀
💀
💀
💀
💀
Keesokan harinya....
Hari ini adalah hari sabtu dan sekolah Ayumi biasanya libur, Ayumi dan teman-temannya sudah janjian akan jalan-jalan bersama ke sebuah Mall.
Saat ini mereka sedang makan disebuah food court.
"Ay, bagaimana kabar Kak Farrel?" tanya Olive.
"Dia baik-baik saja kok," sahut Ayumi.
"Lo ga takut, si Dugong selingkuh disana? dia kan biasanya tebar pesona," sindir Yuda.
"Jangan jadi kompor deh lo," seru Sasa.
"Memang benar kan, si Dugong disini juga suka caper."
"Enggaklah, gue percaya sama Kak Farrel," sahut Ayumi.
"Hallo guys!" teriak Riska.
"Lah, ngapain tri kwek-kwek kesini?" ketus Yuda.
"Lo sensi banget sama kita curut," sahut Dillan.
"Gue yang ajak mereka, biar tambah rame," seru Ayumi.
Akhirnya mereka pun berbincang-bincang dan bercanda bersama. Setelah makan, mereka pun memutuskan untuk jalan-jalan berkeliling di Mall itu.
Mereka tertawa bersama hingga tanpa sengaja Ayumi pun menabrak Bapak-bapak yang sedang berjalan dengan tangan penuh barang belanjaan. Barang belanjaan itu jatuh berserakan di lantai.
"Kamu punya mata ga sih?" bentak anak si Bapak-bapak itu.
"Maaf Pak, ga sengaja," seru Ayumi.
"Tidak apa-apa."
Ayumi pun membantu membereskan barang-barang yang berserakan tanpa melihat wajah Bapak-bapak itu. Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Ayumi pun hendak memberikannya.
"Ini Pak barang-bara----"
Ucapan Ayumi terhenti saat melihat wajah Bapak-bapak itu, bahkan barang-barang yang hendak Ayumi berikan kembali terjatuh ke lantai. Begitu pun dengan Bapak-bapak itu tampak membelalakan matanya sangat terkejut.
Ayumi pun segera berlari dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ayumi tunggu!" teriak Olive.
Teman-teman Ayumi pun langsung menyusul Ayumi yang sudah pergi dari sana, sedangkan Bapak-bapak itu hanya bisa diam mematung.
"Astaga, orang itu kenapa sih?" gerutu anak Bapak itu.
"Ayumi," lirih Bapak itu.
"Apa? Papa kenal dengan anak itu?" tanya anaknya yang bernama Jenny itu.
__ADS_1
Bapak-bapak itu langsung berlari menyusul Ayumi dan itu membuat Jenny merasa heran. Bapak itu terus saja mencari keberadaan Ayumi tapi sayang Ayumi sudah pergi.
Ayumi segera pulang menggunakan taksi bahkan teman-temannya tidak bisa mencegahnya. Selama dalam perjalanan, airmata Ayumi akhirnya tumpah juga.
"Kenapa dia hadir? kenapa gue harus ketemu lagi dengan dia?" batin Ayumi.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Ayumi pun sampai di rumah. Ayumi langsung berlari ke kamarnya melewati Mama Anis yang sedang duduk di ruangan tv.
"Ay, kamu kenapa?" tanya Mama Anis.
Ayumi tidak mendengar dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Mama Anis yang merasa khawatir, akhirnya menyusul Ayumi ke kamarnya.
Tok..tok..tok..
"Sayang, Mama boleh masuk!"
Ayumi menenggelamkan wajahnya di atas bantal, karena tidak ada jawaban Mama Anis pun masuk ke dalam kamar Ayumi yang kebetulan tidak terkunci itu.
Mama Anis tampak kaget melihat Ayumi yang sedang menangis.
"Ya Allah Ayumi, kamu kenapa kok nangis?" tanya Mama Anis cemas.
Ayumi tidak menjawab, dia terus saja menangis membuat Mama Anis semakin khawatir. Mama Anis duduk di samping Ayumi dan mengusap kepala anak kesayangannya itu.
"Sayang, sebenarnya kamu kenapa?"
Setelah puas menangis, Ayumi pun mengangkat wajahnya dan duduk di hadapan Mama Anis.
"Ma, Ayumi bertemu dengan orang itu."
"Siapa?"
"Orang yang sudah meninggalkan kita tanpa perasaan."
Mama Anis tahu siapa yang sedang Ayumi bicarakan, nasib Ayumi memang kebetulan sama dengan Farrel ditinggalkan oleh Papanya demi wanita lain.
"Dimana kamu bertemu dengan orang itu?" tanya Mama Anis dingin.
"Di Mall Ma, dan dia sedang bersama anak seumuran Ayumi," sahut Ayumi dengan sesegukan.
Mama Anis menarik tubuh puterinya itu ke dalam dekapannya, sungguh hatinya merasa sangat sakit melihat anaknya seperti ini.
Flash back on...
Dulu Mama Anis sibuk dengan toko kue yang dikelolanya, disaat Mama Anis pulang dari luar kota karena harus menghadiri seminar mengenai keterampilan membuat kue, Mama Anis dikejutkan dengan Ayumi yang duduk di depan pintu sembari menangis dan masih menggunakan seragam sekolahnya.
"Ya ampun Ayumi, kamu kenapa sayang kok nangis disini?" tanya Mama Anis.
"Papa Ma, Papa jahat."
"Papa? kenapa dengan Papamu?"
"Hari ini adalah kelulusan Ayumi, tapi Papa sama sekali tidak datang. Disaat Ayumi pulang, Ayumi tidak sengaja melihat Papa bersama wanita lain dan anak perempuan sepantaran Ayumi masuk ke sebuah restoran," sahut Ayumi dengan deraian airmata.
"Apa?"
Mama Anis sangat terkejut dengan ucapan puterinya itu, padahal Mama Anis sudah menghubungi suaminya untuk menemani Ayumi pada acara kelulusan sekolah dasarnya karena Mama Anis tidak bisa menemani Ayumi dan suaminya menyetujuinya.
"Mungkin itu rekan bisnisnya Papa."
"Tidak Ma, wanita itu menggandeng tangan Papa dan anak perempuan itu pun digandeng sama Papa."
Mama Anis memeluk puterinya itu berusaha memberikan penjelasan walaupun hatinya begitu sangat sakit mendengar hal yang dilihat oleh Ayumi.
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang kita masuk ya maafkan Mama, seandainya Mama tidak pergi mungkin kamu tidak akan sedih seperti ini Nak."
Ayumi pun masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Mama Anis tampak terdiam di ruang tamu dengan lamunannya.
Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah dan Mama Anis bisa pastikan kalau itu mobil suaminya.
"Sayang, kamu sudah pulang? kenapa kamu tidak menghubungi Papa? Papa kan bisa jemput kamu di Bandara," seru Papa Ruben.
Papa Ruben hendak memeluk istrinya itu tapi Mama Anis segera menghindar membuat Paps Ruben mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa Ma?"
"Kenapa Papa tidak datang ke acara kelulusan Ayumi? padahal sebelum Mama berangkat, Mama sudah mewanti-wanti kepada Papa jangan sampai lupa datang ke sekolah Ayumi," geram Mama Anis.
"Astaga, Papa lupa Ma maafkan Papa karena hari ini Papa sibuk banget banyak kerjaan."
"Sibuk banyak kerjaan atau sibuk dengan wanita lain?" sindir Mama Anis.
"Maksud kamu apa Ma?" tanya Papa Ruben gugup.
"Tadi pulang sekolah, Ayumi melihat kamu dengan wanita lain masuk ke sebuah restoran dengan mesranya bahkan kalian pun membawa anak yang sepertinya seumuran dengan Ayumi."
Betapa terkejutnya Papa Ruben dengan ucapan istri sahnya itu dan Papa Ruben bungkam seribu bahasa.
"JAWAB! siapa wanita dan anak perempuan itu?" bentak Mama Ais dengan deraian airmata.
"Jangan menangis, Papa bisa jelaskan semuanya."
Papa Ruben hendak menyentuh tangan Mama Anis tapi lagi-lagi Mama Anis menepisnya.
"Jawab, sebelum Mama kehilangan kesabaran Mama!" bentak Mama Anis.
Sementara itu, Ayumi hanya bisa terdiam melihat interaksi kedua orang tuanya itu. Papa Ruben menundukan kepalanya, dengan berat hati akhirnya Papa Riben menceritakan semuanya.
Selama ini Papa Ruben sudah menikah siri dengan seorang perempuan yang merupakan sekertarisnya di kantor. Hati Mama Anis dan Ayumi sangat hancur mendengarkannya, hingga akhirnya dengan berat hati Mama Anis lebih memilih mengalah dan menceraikan Papa Ruben.
Papa Ruben memohon untuk tidak bercerai tapi keputusan Mama Anis sudah bulat, semenjak itu Mama Anis dan Ayumi tidak pernah melihat Papa Ruben lagi.
Flash back off....
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1