DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Pelet Pemikat


__ADS_3

πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


Keesokan harinya...


Disela-sela mengemudikan mobilnya, Bella tampak berpikir bagaimana caranya memakaikan cincin itu kepada Farrel.


"Bagaimana caranya, aku pakaikan cincin ini di jari Farrel ya?" gumam Bella.


Sementara itu...


Saat ini Farrel sudah sampai di sekolah dan menunggu kedatangan Ayumi, Farrel berniat ingin meminta maaf kepada Ayumi atas sikapnya yang selama ini sudah marah-marah tidak jelas.


Ayumi pun sampai di sekolah...


"Ma, Ayumi masuk dulu ya!"


"Iya sayang, kamu hati-hati."


Ayumi pun mencium kedua pipi Mama Anis dan tidak lupa mencium punggung Mama Anis, kemudian Ayumi pun segera masuk ke dalam sekolah.


"Ayumi!"


Ayumi pun membalikan tubuhnya. "Kak Farrel, ada apa Kak?" tanya Ayumi.


"Enggak, aku cuma ingin meminta maaf sama kamu."


"Minta maaf untuk apa?"


"Karena selama ini sikap aku mungkin kurang baik sama kamu, kadang-kadang suka marah-marah ga jelas."


"Oh masalah itu, ga apa-apa kok."


"Ya sudah, yuk kita masuk kelas!" ajak Farrel.


"Yuk."


Farrel dan Ayumi pun berjalan berdampingan menuju kelas, tapi tiba-tiba seseorang menghampiri keduanya.


"Pagi Ayumi!"


"Pagi Yuda."


"Yaelah, lo curut ngapain pakai jalan bareng sama kita sudah sana jalan duluan jangan bareng-bareng," kesal Farrel.

__ADS_1


"Apaan sih Kak, biarin aja gue kan sama Ayumi satu kelas memangnya kenapa kalau bareng?" sahut Yuda.


Farrel hanya bisa mengepalkan tangannya, berbeda dengan Yuda yang justru tertawa puas karena sudah mengganggu Farrel dan Ayumi.


"Enak saja, gue ga bakalan biarin lo deket-deket sama Ayumi," batin Yuda.


"Kak, aku masuk dulu ya," seru Ayumi.


"Iya Ay."


Farrel melayangkan kepalan tangannya kepada Yuda tapi itu hanya sebatas melayang di udara tidak sampai mengenai wajah Yuda membuat Yuda lagi-lagi tertawa penuh dengan kemenangan.


Akhirnya Farrel pun menuju kelasnya, ternyata Dillan sudah ada di kelas.


"Wah, mimpi apa gue semalem kok tiba-tiba jam segini lo udah ada di sekolah? biasanya juga di jam-jam mepet lo baru datang," ledek Farrel.


"Biasa, gue belum ngerjain tugas ini juga lagi nyontek sama si Ningrum," sahut Dillan.


"Dasar."


Farrel pun duduk di samping Dillan, tidak lama kemudian Bella dan Riska pun datang. Kebetulan bangku mereka itu berada di belakang bangku Farrel dan Dillan.


Bella melihat kalau tangan Farrel itu yang satu menjuntai ke mejanya sedangkan Farrel sendiri sibuk mainin ponselnya.


"Wah, ini kesempatan gue buat pakaikan cincin itu," batin Bella.


Bella pun mengeluarkan cincinnya, Bella terlihat celingukan takut ada siswa lain yang melihat. Perlahan Bella mengarahkan cincin itu ke jari Farrel, awalnya memang susah karena Farrel tidak mau diam tapi akhirnya dengan cepat, Bella langsung memasukan cincin itu ke jari Farrel.


Tiba-tiba Farrel tersentak, tatapannya berubah menjadi kosong kemudian menoleh ke arah Bella dan tersenyum.


"Sayang...."


Dillan dan Riska terkejut dan langsung menatap Farrel.


"Apa Rel? lo panggil Bella dengan sebutan sayang? lo ga salah minum obat kan pagi ini?" seru Dillan.


"Ih apaan sih lo, sirik aja jadi orang," ketus Bella.


Riska melihat jari Farrel sudah terpasang cincin yang kemarin dikasih oleh Mbah Sukirman.


"Sayang, nanti pas istirahat kita ke kantin sama-sama ya?" seru Bella.


Farrel pun mengangguk membuat Dillan mengerutkan keningnya, tapi Dillan lebih fokus mengerjakan PR mangkanya dia tidak terlalu memperdulikan Farrel.


"Bell, kok gue justru seram ya lihat wajah Farrel kaya gitu," bisik Riska.


"Sudah diam lo, yang penting untuk saat ini Farrel bakalan nurutin semua keinginan gue," sahut Bella dengan berbisik juga.


Bel istirahat pun berbunyi...


Bella segera menghampiri Farrel dan menarik tangan Farrel. "Sayang kita ke kantin yuk!" ajak Bella.

__ADS_1


Farrel hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti semua keinginan Bella.


"Si Farrel kenapa? kok sikapnya jadi aneh gitu sih? padahal kan selama ini, dia benci banget sama si Bella, lah kenapa sekarang tiba-tiba Farrel jadi lengket banget sama si Bella," gumam Dillan.


Bella dan Farrel sampai di kantin, semua murid pun melihat dengan tatapan aneh karena memang pasalnya Farrel itu sangat membenci Bella tapi saat ini Farrel justru bergandengan tangan bersama Bella.


"Astaga Ay, apa gue ga salah lihat," seru Oliv dengan mengucek-ngucek matanya.


"Apaan sih lo?"


"Tuh lihat," tunjuk Olive.


Ayumi, Sasa, dan Denis pun menoleh secara bersamaan. Ayumi terlihat bingung, bukan karena masalah Farrel gandengan tangan dengan Bella tapi Ayumi merasa ada yang aneh dengan Farrel.


"Kak Farrel kenapa? kok tatapannya kosong seperti itu sih?" batin Ayumi.


"OMG, bukannya selama ini Kak Farrel itu membenci Kak Bella ya? tapi kok sekarang malah mesra-mesraan kaya gitu? dasar memang para cowok itu munafik," seru Sasa.


"Denis ga munafik kok, Sa," sahut Denis.


"Iya, cuma Denis kayanya yang ga munafik," seru Sasa.


Bella terlihat melirik ke arah Ayumi dengan senyuman penuh kemenangan, disaat Bella dan Farrel melewati Yuda, Yuda langsung menghentikan makannya dan melihat ke arah tangan Farrel.


"Nah kan, gue bilang juga apa lo bakalan kena masalah," batin Yuda.


Yuda pun kembali melanjutkan makannya, dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada rivalnya itu. Yang jelas, seenggaknya untuk sementara waktu ga ada saingan buat ngedeketin Ayumi.


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


Hai-hai, maaf guys hiatus lama banget sekarang Insya Allah akan dilanjut lagi tapi slow update ya jangan minta update tiap hari soalnya ada yang lebih utamaπŸ™πŸ™πŸ˜…πŸ˜…


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2