
💀
💀
💀
💀
💀
Keesokan harinya....
Ayumi dan teman-temannya sedang duduk bersantai di kursi taman, Ariel memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Hallo semuanya, boleh aku gabung," seru Ariel.
"Bolehlah, gabung aja," sahut Sasa.
Ariel pun akhirnya gabung tapi Ariel hanya diam saja, bahkan saat ini Ariel terlihat meremas kedua tangannya membuat Ayumi curiga.
"Riel, kalau kamu ada masalah cerita sama kita. Kamu jangan khawatir kita orang-orang yang bisa dipercaya kok, iya kan teman-teman?" seru Ayumi.
"Iya Riel, kali aja kita bisa bantu," sambung Olive.
Ariel pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengembuskannya secara perlahan.
"Aku ingin menolong anak-anak panti yang saat ini dalam bahaya dan nyawanya terancam," sahut Ariel.
"Apa? memangnya siapa yang ingin membunuh mereka? apa kamu sudah lapor polisi?" seru Sasa.
"Ini bukan kejahatan kriminal pada umumnya, tapi ini berhubungan dengan psugihan," sahut Ariel.
"Apa, PESUGIHAN!" seru semuanya bersamaan.
***
Flash back on...
Saat itu Ariel baru saja lulus SMP, Ariel tinggal bersama Neneknya karena kedua orangtuanya sudah meninggal.
Ariel memutuskan tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya, Neneknya yang hanya sebagai pedangan gorengan tidak mampu membiayai sekolah Ariel ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan Ariel pun menerima itu.
Ariel sebenarnya masih mempunyai Om yang bernama Tio, Tio adalah adik dari Ibunya tapi Tio sudah lama tinggal di Jakarta. Ariel mendengar kalau Omnya itu sudah sukses di Jakarta bahkan Omnya terkenal dermawan dan sudah mendirikan sebuah panti asuhan tapi Ariel tidak berniat meminta bantuan kepada Omnya itu, karena Ariel lebih memilih tinggal bersama Neneknya yang sudah mengasuhnya sejak kecil.
Pada suatu hari, tidak ada hujan dan tidak ada angin tiba-tiba saja Tio pulang kampung.
"Ariel, bagaimana kalau kamu ikut Om ke Jakarta? Om akan membiayai sekolah kamu sampai kuliah nanti," seru Tio.
"Tapi Om, bagaimana dengan Nenek? Ariel tidak akan bisa meninggalkan Nenek sendirian disini," sahut Ariel.
"Nenek bawa saja ke Jakarta, kebetulan Om punya panti asuhan jadi kamu sama Nenek bisa ikut membantu menjaga panti," seru Tio.
Ariel cukup lama berpikir, hingga akhirnya Ariel dan Neneknya pun setuju untuk ikut ke Jakarta tanpa merasa curiga sedikit pun.
Singkat cerita, Ariel dan Neneknya pun sampai di Jakarta. Rumah Tio sangat besar dan panti asuhan itu berada tepat di samping rumah Tio, antara rumah Tio dan panti asuhan ada sebuah pintu penghubung tapi Tio selalu melarang Ariel atau pun penghuni lainnya untuk membuka pintu itu.
__ADS_1
Disinilah awal Ariel mengenal Ratna, Ratna adalah anak yang dibuang orangtuanya saat usianya satu tahun. Ariel menemukan Ratna sedang menangis di depan panti, dan dari saat itu Ariel yang mengurus Ratna hingga Ariel sangat menyayangi Ratna seperti adiknya sendiri.
Ariel sering mendengar cerita dari anak-anak panti kalau setiap malam dari balik pintu penghubung itu selalu terdengar ketukan pintu tapi tidak ada yang berani memeriksanya karena Tio memang melarangnya untuk membuka pintu itu.
Awalnya Ariel tidak percaya tapi hingga suatu malam, Ariel terbangun karena mendengar suara berisik dari balik pintu itu.
Tok..tok..tok..tok..tok...
Seketika Ariel terbangun, dan melihat jam dinding yang menunjukan pukul setengah satu subuh.
"Suara apa itu?" gumam Ariel.
Perlahan Ariel bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya, Ariel menajamkan pendengarannya dan benar saja suara itu terdengar di balik pintu penghubung antara panti dan rumah Tio.
Baru saja Ariel hendak membuka pintu itu, tiba-tiba saja gagang pintu bergerak sendiri membuat Ariel merasa ketakutan dan memilih kabur kembali ke kamarnya.
Semenjak kejadian itu, Ariel yang memang penakut tidak berani lagi keluar tengah malam dan suara ketukan pintu itu berlangsung setiap malam di jam-jam yang sama yaitu setengah satu subuh.
Semenjak itu, Ariel mulai terbiasa dengan suara-suara aneh itu dan Tio pun menepati janjinya untuk menyekolahkan Ariel sampai saat ini masuk jenjeng perkuliahan.
Tapi semakin hari, Ariel justru merasakan hal-hal yang janggal yang terjadi di panti. Apalagi disaat dua anak panti yang tiba-tiba sakit secara misterius, yang lebih anehnya lagi Tio sama sekali melarang Ariel untuk membawa anak-anak yang sakit itu diperiksa karena Tio bilang, kalau anak-anak itu hanya sakit biasa.
Hingga akhirnya kedua anak itu pun meninggal.
"Ariel...Ariel...." panggil Tio.
"Iya Om, ada apa?"
"Tolong kamu ke pasar ya, beli barang-barang seperti biasa," seru Tio.
"Iya Om."
Malam ini Om Tio akan mengadakan syukuran, entah syukuran apa Ariel pun tak tahu. Sesampainya di rumah panti, Om Tio menyuruh Ariel untuk menyiapkan kelapa hijau itu dan jajanan pasar kemudian ditata di atas nampan lalu di simpan disetiap pojok rumah panti.
Ariel dan anak panti dilarang memakan makanan dari nampan itu, tapi Ariel justru mengira kalau itu adalah sebuah sesajen tapi Ariel membuang pikiran-pikirannya itu, dia tidak mau suudzon kepada Omnya yang sudah berbaik hati kepada dirinya.
"Kamu kenapa melamun Ariel?" tanya Nenek.
"Nek, kok Ariel merasa kalau Om Tio menyembunyikan sesuatu."
"Menyembunyikan apa?"
"Om Tio, sering sekali menyuruh Ariel untuk membuatkan hal seperti itu dan menyimpannya di seluruh pojokan rumah panti, buat apa ya sebenarnya?"
"Entahlah Riel, Nenek juga merasa sudah tidak nyaman tinggal disini apalagi selama kita tinggal disini, Nenek sama sekali tidak pernah melihat Tantemu disaat Nenek tanya, Om kamu selalu jawab kalau Tantemu sedang sakit tapi disaat Nenek ingin menjenguknya, Om kamu selalu melarangnya. Rasanya aneh sekali."
"Iya Nek, nanti kalau Ariel sudah bekerja kita pindah dari sini. Sudah malam, lebih baik Nenek istirahat."
"Ya sudah, Nenek istirahat dulu dan kamu juga harus istirahat besok kamu kan harus kuliah."
"Iya Nek."
Nenek Ariel pun masuk ke dalam kamarnya, Ariel hendak masuk juga ke dalam kamarnya tapi Ariel melihat Tio sedang duduk sendirian di ruang tamu.
"Om Tio, belum tidur?"
__ADS_1
"Ariel, sini duduk Riel."
Ariel pun duduk di samping Tio, Ariel melihat kecemasan di wajah Omnya itu.
"Ada apa Om? sepertinya Om sedang ada masalah?"
"Riel, Om ingin jujur sama kamu karena Om rasa kamu adalah orang yang bisa Om percaya tapi tolong jangan bilang siapa-siapa."
"Ada apa Om?"
"Sebenarnya selama ini Om melakukan pesugihan Riel."
"Apa?"
Betapa terkejutnya Ariel mendengarkan pengakuan dari Omnya itu.
"Om melakukan pesugihan tuyul, dan suara berisik yang sering kamu dengar di balik pintu penghubung itu adalah para tuyul peliharaan Om."
Sungguh Ariel masih tidak percaya kalau selama ini Omnya melakukan hal seperti itu. Tio pun mengambil air sirih dari bawah meja, lalu menyipratkannya ke wajah Ariel. Awalnya Ariel biasa-biasa saja tidak merasakan apa-apa, tapi disaat Ariel melihat nampan yang berada di pojokan, betapa terkejutnya Ariel melihat penampakan tuyul yang baru saja dia lihat sedang memakan makanan yang ada di nampan itu.
Seketika tubuh Ariel bergetar hebat, melihat penampakan itu. Tubuh kecil tapi wajahnya seperti Kakek-kakek dengan kulitnya yang keriput serta mempunyai taring yang sangat menyeramkan.
"Om sudah tidak kuat lagi, Om ingin melepaskan semuanya karena Om merasa kasihan kepada Tantemu selalu sakit-sakitan. Para tuyul itu akan menghisap darah Tantemu kalau Om tidak menemukan tumbal untuk mereka."
"Astagfirullah, kenapa Om bisa sampai bersekutu dengan setan seperti itu. Om tahu, Allah sangat murka dengan perbuatan syirik."
"Justru itu, Om ingin melepaskan semuanya. Besok Om dan Tantemu akan pergi selama tiga hari, Om akan mengembalikan para tuyul itu jadi tolong kamu jaga rumah panti ini."
"Iya Om, Ariel akan jaga rumah panti ini."
"Ya sudah, sekarang kamu tidur biar besok tidak kesiangan."
"Baiklah Om."
Ariel pun berlari dan segera masuk ke dalam kamarnya, Ariel tidak mau melihat penampakan yang mengerikan itu lagi.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU