DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Teman Misterius Olive


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Saat ini Ayumi dan yang lainnya sedang berkumpul di kantin sekolah, seperti biasa mereka bercanda-canda dan memperdebatkan hal-hal yang unfaedah.


"Ay, bagaimana kalau kita buat grup penolong hantu saja bagaimana?" seru Olive.


"Idih, serem amat Liv," sahut Dillan.


"Akhir-akhir ini kan lo sering bertemu dengan arwah penasaran dan meminta tolong sama lo, jadi menurut gue lebih baik lo buka jasa untuk menolong para arwah penasaran itu," seru Olive.


"Ngaco lo kalau ngomong, gue kan sudah bilang jangan berurusan dengan para setan itu kita sudah tidak ada urusannya dengan mereka," kesal Yuda.


"Tapi kan kasihan Yud, itung-itung menambah amal karena kita membantu menyelesaikan kasus mereka kasihan kan kalau mereka harus terus gentayangan."


"Kalau setan-setan itu berbondong-bondong mendatangi rumah Ayumi bagaimana hayo?" seru Sasa.


"Iya juga ya."


Ayumi dengan santainya melahap mie ayam miliknya, dia tidak memperdulikan ocehan kedua sahabatnya itu.


Tiba-tiba, Bella dan Riska menghampiri mereka dengan membawa makanan.


"Hai, kita boleh gabung disini ga?" seru Bella.


Semua orang menatap Bella dan Riska secara bergantian.


"Bell, lo salah minum obat ya? sejak kapan ucapan lo lembut kaya gitu?" seru Dillan.


"Sebenarnya gue mau minta maaf sama kalian, terutama sama Farrel dan Ayumi. Gue tahu, gue sudah banyak salah sama kalian jadi gue ingin meminta maaf sama kalian dan berteman dengan kalian," sahut Bella.


Ayumi dan Farrel saling pandang satu sama lain. "Sudah sana kalian jangan berpura-pura segala, gue yakin lo pura-pura kan minta maaf supaya kita maafin lo dan setelah kita maafin lo, lo bakalan ngelakuin hal yang sama lagi. Apa sebenarnya yang sedang lo rencanain?seru Farrel.


"Rel, gue serius gue minta maaf dan gue sudah sadar. Demi Allah, gue ga pura-pura gue tulus minta maaf sama kalian dan gue ingin berteman dengan kalian," sahut Bella dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan pura-pura nangis deh lo, gue ga bakalan tertipu dengan akal bulus lo," ketus Farrel.


"Rel, kita serius. Apa yang harus kita lakukan supaya kalian percaya sama kita dan mau memaafkan kita?" seru Riska.


"Kalian teriak di depan semua anak-anak, dan bilang kalau kalian menyesal," seru Farrel.


"Oke, kita akan melakukannya sebagai bukti kalau kita serius ingin meminta maaf kepada kalian," sahut Bella.


Bella dan Riska pun menyimpan makanannya dan naik ke salah satu meja kosong yang ada di kantin itu membuat Ayumi dan yang lainnya merasa terkejut dengan yang dilakukan keduanya.


"Perhatian semuanya, kali ini gue Bella dan juga sahabat gue Riska ingin meminta maaf kepada Farrel dan Ayumi karena selama ini sudah jahat kepada mereka, dan kita pun sudah sangat menyesal jadi kita harap Farrel dan Ayumi mau memaafkan kita dan menerima kita menjadi teman mereka!" teriak Bella.


"Wow, sangat mengagumkan," seru Yuda dengan santainya.


Ayumi yang melihat ketulusan Bella dan Riska, akhirnya bangkit dari duduknya dan menghampiri keduanya.


"Kak Bella, Kak Riska, ayo turun gue sudah memaafkan kalian kok," seru Ayumi.

__ADS_1


"Serius Ay?" seru Bella.


"Iya, ayo turun."


Bella dan Riska pun turun dari atas meja itu dan langsung memeluk Ayumi dengan senangnya.


"Terima kasih ya Ay, lo memang anak yang baik," seru Bella.


"Iya sama-sama."


"Jadi mulai sekarang kita temenan ya," seru Riska.


"Iya."


Ayumi pun mengajak Bella dan Riska bergabung dengannya dan sahabat-sahabatnya.


"Terima kasih ya, kalian sudah mau menerima kita," seru Bella.


"Iya Kak, nyantai saja sama kita mah. Iya kan Sa?" sahut Olive.


"Yoi."


Akhirnya Bella dan Riska pun bergabung bersama Ayumi and the geng, mereka berbincang-bincang kembali dan yang pastinga geng mereka menjadi tambah rame karena bertambah dua orang yaitu Bella dan Riska.


***


Malam pun tiba...


Olive saat ini mengendarai mobilnya seorang diri, Olive baru saja selesai kerja kelompok di rumah Ayumi. Setelah sebelumnya mengantarkan Sasa pulang ke rumahnya, sekarang Olive mulai melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Seperti biasa Olive mengendarai kendaraannya dengan santai sembari bernyanyi-nyanyi kecil. Tiba-tiba Olive menginjak remnya dengan sangat cepat, saat melihat seorang anak perempuan seumuran dengannya melambaikan tangan menghentikan mobil Olive.


Olive pun memperhatikan perempuan itu dari atas hingga bawah, akhirnya Olive pun bisa bernapas lega karena perempuan itu kakinya napak tidak melayang.


"Ah syukurlah ternyata dia manusia," gumam Olive.


Olive pun membuka kaca mobilnya. "Lo mau kemana?" tanya Olive.


"Maaf, bisa gue numpang mobil lo? soalnya dari tadi gue nungguin taksi ga ada, tenang saja nanti gue bakalan bayar lo kok," sahut perempuan itu.


"Masuklah, gue bakalan anterin lo."


"Terima kasih."


Perempuan itu pun segera masuk ke dalam mobil mobil Olive, seketika hawa dingin langsung menyeruak di dalam mobil Olive membuat Olive sedikit merinding.


"Hai, kenalkan nama gue Moza."


Perempuan itu mengulurkan tangan ke arah Olive, Olive pun akhirnya membalas uluran tangan Moza.


"Gue Olive."


Olive tampak mengerutkan keningnya dan segera melepaskan tangannya. "Tangan lo dingin banget," seru Olive.


"Maklumlah, dari tadi gue nungguin taksi di situ sampai kedinginan," sahut Moza.


"Ya sudah, rumah lo dimana? biar gue anterin lo pulang."


"Lo jalan aja, nanti gue kasih tahu dimana rumah gue."

__ADS_1


"Oke."


Olive pun segera melajukan mobilnya, sebenarnya Olive merasakan hal yang tidak enak berada satu mobil dengan Moza, tapi Olive berusaha berpikiran positif.


Setelah beberapa saat, akhirnya Moza menunjuk sebuah rumah.


"Nah, itu rumah gue," tunjuk Moza.


Olive pun menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang sebuah rumah berlantai dua yang lumayan besar.


"Terima kasih ya sudah mau mengantarkan gue pulang, sesuai janji ini gue bayar lo," seru Moza dengan menyerahkan selembar uang pecahan seratus ribu.


"Ah tidak usah, gue bukan taksi jadi lo ga usah bayar gue."


"Tapi gue sudah janji tadi sama lo."


"Sudah, lo simpan saja uang lo lagipula gue ikhlas kok nganterin lo pulang."


"Ya sudah, kalau begitu mampir dulu yuk ke rumah gue."


"Aduh, ini sudah malam sepertinya lain kali saja deh."


"Yah padahal gue pengen banget lo bisa mampir ke rumah gue."


"Iya, lain kali saja gue janji bakalan mampir ke rumah lo."


"Janji ya, awas kalau bohong."


"Iya gue janji."


Moza pun turun dari dalam mobil Olive. "Ya sudah, kalau begitu gue masuk dulu sekali lagi terima kasih sudah mau nganterin gue pulang."


"Iya sama-sama, gue pulang dulu ya! bye."


Olive pun mulai melajukan mobilnya dan Moza terlihat melambaikan tangannya dengan menyunggingkan senyumannya.


"Kok aneh sih, kok gue malah ngeri ngelihat senyuman si Moza," gumam Olive.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2