DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Akhir Dari Teror Pocong Maemunah


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Keesokan harinya....


Yuda dan yang lainnya merencanakan sesuatu.


"Kita harus cari tahu siapa orang yang sudah mencuri tali pocong si bocah, gue ga mau ya kalau harus nginap di rumah lo terus-terusan," seru Yuda.


"Sebenarnya ada satu orang yang membuat gue curiga," seru Denis.


"Siapa?"


"Pak Parman, dia itu awalnya orang kaya tapi entah kenapa tiba-tiba usahanya bangkrut dan semua harta bendanya habis, tapi sekarang dia jadi kaya lagi dalam waktu sekejap padahal saat ini dia hanya jualan sayuran keliling," sahut Denis.


"Wah, pantas dicurigai," seru Olive.


"Ya sudah, nanti pulang sekolah kita ke rumah Denis dan kita selidiki Pak Parman itu. Apa benar dia melakukan hal yang menyimpang atau tidak," sambung Ayumi.


***


Waktu pun berjalan dengan cepat, saat ini Ayumi dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju rumah Denis.


Ayumi dan Denis ikut mobil Yuda, sedangkan Sasa satu mobil dengan Olive. Dipertengahan jalan, Denis melihat Pak Parman sedang berjalan kaki dengan membawa kantong kresek besar berisi sayur-sayuran.


"Nah, itu dia yang namanya Pak Parman," tunjuk Denis.


"Rasanya tidak ada yang aneh dengan Bapak-bapak itu, dan kelihatannya dia baik," seru Ayumi.


"Jangan suka berasumsi dulu Ay, wajah bisa menipu," seru Yuda.


Disaat Pak Parman melewati mobil Yuda, Ayumi tidak sengaja melihat tali putih yang Bapak itu ikat di ikat pinggang celananya.


"Lah, kok Bapak itu pakai ikat lagi sih? kan itu celananya sudah pakai ikat pinggang," batin Ayumi.


"Lo lihatin apa Ay?" tanya Yuda.


"Ah tidak apa-apa."


Mobil Yuda pun kembali melaju menuju rumah Denis, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mobil Yuda dan Olive pun sampai di rumah Denis.


"Ayo masuk!" ajak Denis.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, tapi disaat Ayumi hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, lagi-lagi Ayumi melihat Pak Parman lewat.


Rasa penasaran Ayumi terhadap Bapak-bapak itu semakin besar, hingga akhirnya Ayumi memutuskan untuk mengikuti Bapak itu sendirian tanpa mengajak teman-teman yang lainnya.


Ayumi mengendap-ngendap mengikuti Pak Parman, Pak Parman pun masuk ke sebuah sederhana. Aura rumah Pak Parman sangat menyeramkan, walaupun itu siang hari tapi Ayumi masih bisa merinding dan Ayumi pastikan kalau rumah Pak Parman itu ada sesuatu yang aneh.


"Gue harus menyelidikinya nanti malam bareng teman-teman yang lain, gue yakin ada yang aneh dengan Pak Parman," batin Ayumi.


Ayumi pun akhirnya memilih untuk kembali ke rumah Denis, dan sesampainya di rumah Denis tidak ada yang sadar kalau Ayumi baru masuk ke dalam rumah Denis.


"Guys, bagaimana kalau nanti malam kita selidiki rumah Pak Parman itu," seru Ayumi.


"Lo yakin Ay? kalau nyokap lo nanya bagaimana?" tanya Yuda.


"Tenang saja, gue bisa bilang kalau gue mau nginap di rumah Olive," sahut Ayumi.


"Kebetulan sekali, orang tua gue lagi di luar kota jadi aman untuk malam ini," sambung Olive.

__ADS_1


"Oke kalau begitu, nanti malam kita selesaikan misteri ini," sahut Yuda.


Tiba-tiba Disha pun muncul di samping Ayumi.


"Kak Ayumi, Disha tadi sudah mencoba masuk ke rumah Bapak itu tapi Disha malah mental," seru Disha.


"Apa?"


Semua orang langsung menoleh ke arah Ayumi. "Lo kenapa Ay?" tanya Sasa.


"Eh, maaf gue lagi ngobrol sama Disha."


"Kenapa lo bisa mental?" tanya Yuda dengan menatap tajam ke arah Disha.


Disha langsung bersembunyi di belakang tubuh Ayumi, Disha selalu takut melihat tatapan tajam Yuda.


"Nanyanya biasa aja dong Yud, jangan buat Disha ketakutan kaya gitu," kesal Ayumi.


"Ckckck..."


"Disha juga ga tahu Kak, tapi pas Disha mau masuk baru juga sampai di halaman rumahnya, Disha sudah terpental ga bisa masuk ke dalam rumahnya," sahut Disha.


Bruakkk...


Yuda menggebrak meja membuat semua orang terkejut, bahkan Disha pun langsung menghilang saking terkejutnya.


"Astaga Yuda, bisa ga sih lo ga ngagetin," sentak Sasa.


"Gue yakin kalau Pak Parman itu pelakunya, dan gue juga yakin kalau si emak pocong itu tahu pelakunya hanya saja dia ga bisa nembus rumah Pak Parman," seru Yuda.


"Oke fix, nanti malam kita berkumpul disini," seru Olive.


***


Malam pun tiba...


Kali ini Dillan, Bella, dan juga Riska ikut serta dalam penyelidikan. Setelah mendiskusikan rencana yang akan dijalankan, akhirnya Ayumi dan yang lainnya pun menuju rumah Pak Parman.


"Mereka ga bakalan berani keluar Kak, karena takut akan teror si emak pocong," sahut Denis.


Mereka pun sampai di depan rumah Pak Parman yang terlihat sangat sepi dan juga mengerikan. Sudut pandang Ayumi menangkap sesosok pocong yang sedang duduk di atas dahan pohon yang tidak jauh dari rumah Pak Parman dengan tatapannya tajam ke arah rumah Pak Parman.


"Yud, itu kan pocongnya," bisik Ayumi.


"Iya gue tahu."


Tiba-tiba, pocong itu berada di belakang Ayumi membuat Ayumi menjerit ketakutan.


"Aaaaaaaaa....."


Yuda segera membekap mulut Ayumi, tapi sayang Pak Parman yang sedang melakukan ritualnya langsung tersentak mendengar teriakan Ayumi.


Pak Parman langsung keluar rumah...


"Siapa itu?" teriak Parman.


Ayumi dan yang lainnya langsung bersembunyi melihat Pak Parman keluar.


"Dia yang mencuri tali pocong anakku."


Ayumi dan Yuda saling pandang satu sama lain.


"Dia meminta tolong kepada dukun untuk melindungi rumahnya."


"Siapa kalian? keluarlah, saya tahu kalian sedang bersembunyi!" teriak Pak Parman.


Akhirnya Yuda dan teman-temannya pun keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


"Siapa kalian?"


"Kembalikan tali pocong yang anda curi," seru Yuda.


"Hahaha...apa urusannya dengan kalian? jangan pernah ikut campur urusanku, kalian anak ingusan hanya membuat susah saja cepat pergi atau kalian akan berada dalam bahaya," seru Parman.


"Kami akan pergi, tapi setelah anda mengbalikan tali pocong yang anda curi," sahut Yuda.


"Pak Parman, akibat dari perbuatan anda tempat tinggal kami jadi mendapatkan teror dari pocong itu, cepat kembalikan tali pocong itu!" sentak Denis.


"Kurang ajar."


Pak Parman menghampiri Denis dan Yuda dan hendak menyerang mereka dengan menggunakan senjata tajam tapi tiba-tiba pocong Maemunah muncul dan membuat Parman terkejut.


"Kembalikan tali pocong anakku."


Parman yang merasa ketakutan langsung lari tapi pocong Maemunah terus mengejarnya, Yuda dan yang lainnya ikut mengejar Parman.


"Kembalikan tali pocong anakku."


Pocong Maemunah terus saja mengejar Parman, hingga akhirnya Parman terpeleset dan jatuh ke atas aspal.


"Pergi, jangan mendekat!" teriak Parman.


Mata pocong Maemunah memerah menahan amarah, hingga tiba-tiba senjata tajam yang tadi Parman bawa untuk menyerang Yuda dan Denis melayang.


"Tidak, jangan lakukan itu!" teriak Parman.


Clebbbbbbb....


Senjata tajam itu menancap di perut Parman, dan seketika Parman tewas di tempat.


"Astagfirullah."


Ayumi menutup matanya, begitu pun dengan yang lainnya.


Sungguh sangat mengerikan menyaksikan pemandangan yang baru saja terjadi, Ayumi dan yang lainnya lantas segera melaporkan kejadian itu kepada Rt dan Rw setempat.


***


Keesokan harinya...


Semua warga kembali menggali makam bayi pocong Maemunah, setelah itu mereka memasangkan tali pocong yang sebelumnya dicuri oleh Parman.


Bahkan Ayumi dan yang lainnya pun ikut serta menyaksikan prosesi itu. Setelah selesai, Ayumi menoleh ke arah pohon asem yang ada di area pemakaman terlihat pocong Maemunah bertengger di dahan pohon itu.


Setelah semuanya selesai, pocong Maemunah itu pun langsung menghilang membuat Ayumi mengembangkan senyumannya.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2