
💀
💀
💀
💀
💀
Malam pun tiba...
Setelah Ardi memberitahukan semuanya kepada Rt dan Rw, semua warga serempak untuk segera memusnahkan kuyang itu.
Warga dibagi menjadi dua bagian, sebagian berjaga-jaga di rumah Kakek dan Nenek Sasa dan sebagian lagi mengepung rumah Mumun tanpa sepengetahuan Mumun.
"Disaat Mumun melepaskan kepalanya dari tubuhnya, masukan benda-benda itu ke dalam tubuhnya yang kosong menurut orang-orang benda-benda itu akan membuat si kunyang tidak bisa kembali lagi ke tubuhnya," bisik Pak Rw.
"Baik Pak Rw."
Sementara itu Yuda sudah bersiap-siap menunggu kedatangan si kuyang, Yuda yakin malam ini kuyang itu akan datang lagi.
Mumun saat ini sedang melakukan ritual pelepasan kepala dari tubuhnya, dia bertekad malam ini akan mendapatkan mangsanya yaitu bayi Wulan. Dan Mumun akan membunuh siapa pun yang sudah berusaha menghalanginya termasuk Yuda dan yang lainnya.
Ritual pun selesai, Mumun mulai melepaskan kepala dari tubuhnya dan itu membuat warga yang mengintai disekitaran rumah Mumun gemetaran dan takut tapi mereka berusaha tidak bersuara supaya Mumun tidak mengetahuinya.
Perlahan kepala dengan organ tubuh yang menggantung itu melayang dan keluar dari rumah Mumun itu.
"Astagfirullah, sangat mengerikan."
"Iya, aku tidak menyangka kalau Mumun bisa melakukan hal seperti itu."
"Sudah, lebih baik sekarang kita masuk dan kita harus memasukan benda-benda ini ke dalam tubuhnya," seru Pak Rw.
Pak Rw dan beberapa warganya merasa ragu-ragu untuk masuk ke dalam rumah Mumun, tapi akhirnya dengan memberanikam diri mereka pun masuk.
Tubuh mereka bergetar hebat saat melihat tubuh Mumun yang sudah kosong dan tanpa kepala itu, benar-benar sangat mengerikan. Dengan tangan yang bergetar, akhirnya mereka pun berhasil memasukan benda-benda yang menurut berita akan membuat si kuyang tidak bisa kembali lagi ke tubuhnya.
Sementara itu di rumah Kakek dan Nenek Sasa, Yuda memasang pagar gaib untuk menghalangi kuyang masuk ke dalam rumah.
"Kalian semua diam di dalam rumah, tidak boleh ada yang keluar rumah," seru Yuda.
Yuda berdiri di halaman rumah, instingnya sudah merasakan tanda-tanda kedatangan si kunyang dan benar saja dengan waktu yang cepat si kuyang itu datang melayang.
__ADS_1
"Sudah aku bilang, jangan pernah menghalangiku atau aku akan buat kamu mati," seru si kunyang.
"Aku tidak akan mati tapi kamu yang akan musnah dari dunia ini," sahut Yuda.
Tanpa menunggu lama, si kunyang pun menyerang Yuda tentu saja Yuda langsung menghadapinya. Sedangkan itu, orang-orang yang berada di dalam rumah hanya bisa melihat dibalik jendela.
"Tuh, bantuin si Yuda bukanya kemarin lo paling semangat buat musnahkan kuyang itu," bisik Bella.
"Itu kan kemarin, sekarang beda lagi."
"Dasar penakut."
"Tolong kalian baca ayat kursi!" teriak Yuda.
Semuanya pun mengerti, dan mereka dengan bersamaan membacakan ayat kursi. Si kuyang mulai merasa kepanasan bahkan kekuatannya mulai melemah.
"Ada apa ini? kenapa kekuatanku mulai melemah seperti ini?" batin si kuyang.
Si kuyang sudah merasa tersudut, akhirnya si kuyang memilih untuk kembali ke rumahnya. Yuda segera mengejar kunyang itu.
"Tidaaaaakkkk...."
Si kunyang berteriak, rumahnya saat ini sudah dibakar oleh para warga membuat dia semakin lemas.
Beberapa warga itu mundur, Ayumi dan yang lainnya pun sudah ada disana menyusul Yuda. Yuda mulai berdo'a, tiba-tiba dari tubuh Yuda muncul cahaya putih.
Perlahan cahaya putih itu berkumpul dan menggumpal, setelah itu cahaya putih itu melesat menghantam si kuyang. Si kuyang terlempar ke dalam api, teriakan si kuyang sangat menggelegar membuat bulu kuduk yang mendengarnya berdiri.
Duaaaaarrrrr....
Terjadi ledakan di dalam kerumunan api itu, membuat semua orang mundur dan menjauh.
"Alhamdulillah," gumam Yuda.
Ayumi dan yang lainnya segera menghampiri Yuda yang terlihat sudah sangat lemas, Yuda hampir saja terjatuh tapi Dillan dengan sigap menahannya.
"Lo kenapa Yud?"
"Ga apa-apa, gue hanya lemas saja."
Tanpa disangka-sangka, Farrel berjongkok di hadapan Yuda.
"Ayo naik ke punggung gue, biar gue gendong lo," seru Farrel.
__ADS_1
"Ga usah, gue bisa jalan sendiri."
"Jangan banyak membantah, buruan naik mumpung gue lagi baik sama lo. Besok belum tentu, gue bakalan mau gendong lo kaya gini," seru Farrel.
Yuda menoleh ke arah Ayumi dan Ayumi menganggukan kepalanya. Akhirnya dengan terpaksa, Yuda pun naik ke punggung Farrel.
Mereka pun pulang ke rumah dengan perasaan lega karena akhirnya si kuyang itu sudah benar-benar musnah dari kampung itu dan kampung itu akan kembali aman lagi seperti dulu.
***
Keesokan harinya...
Ayumi dan yang lainnya sudah bersiap-siap, pagi ini mereka memutuskan untuk pulang.
"Ini bagaimana kita membawanya?" seru Denis.
Mereka sangat kebingungan, semua warga disana memberikan hasil kebun mereka kepada Ayumi dan teman-temannya sebagai ucapan terima kasih.
Mereka sudah menolaknya tapi para warga keukeuh ingin mereka membawanya, dengan terpaksa mereka pun membawa sayuran hasil panen warga disana untuk dibawa pulang.
Setelah berpamitan, mereka pun meninggalkan kampung itu. Seorang warga mengantarkan Ayumi dan yang lainnya sampai stasiun kereta api menggunakan mobil yang biasa warga gunakan untuk mengangkut sayuran.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU