
💀
💀
💀
💀
💀
Yuda masih menggenggam tangan Ayumi dan membawanya menuju kelas tapi tiba-tiba Farrel dan Dillan mengahalangi jalan mereka.
"Ini ada apa? kok pegangan begitu kaya mau nyebrang saja," seru Farrel dengan ketusnya.
Ayumi langsung menghempaskan tangan Yuda. Yuda menatap tajam kearah Farrel hingga dia pun memutuskan untuk pergi dari sana.
"Kamu darimana Ay?" tanya Dillan.
"Oh tadi ak-- aku tidak sengaja bertemu dengan Yuda."
"Tidak sengaja bertemu, kok bisa gandengan kaya gitu?" tanya Farrel dengan ketusnya, ada rasa cemburu yang menghinggapi hati Farrel.
"Oh itu, anu..anu----"
"Lan, kita masuk kelas, sebentar lagi Bu Lastri datang," seru Farrel.
Farrel pun langsung meninggalkan Ayumi yang saat ini diam mematung, dia tidak menyangka kalau Farrel bisa berubah dengan sangat cepat.
Dengan langkah gontai, Ayumi melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Yuda terlihat sudah duduk di bangkunya, Ayumi melewati Yuda dan menghampiri Denis.
"Nis, bisa tukeran tempat duduk tidak?" seru Ayumi.
"Loh, kenapa Ay?"
"Mau tidak? kalau tidak mau, gue cari kursi kosong yang lain."
"Ok..ok, kamu bisa duduk disini."
Denis pun akhirnya tukeran tempat duduk bersama Ayumi. Denis duduk di samping Yuda dengan sangat hati-hati, Denis sangat takut dengan tatapan Yuda yang tajam.
"Sial, apa Ayumi takut sama gue?" batin Yuda.
Waktu istirahat pun tiba...
Seperti biasa, Ayumi dan yang lainnya pergi ke kantin. Farrel dan Dillan sudah ada disana, Dillan pun melambaikan tangannya kepada semuanya.
"Kalian duduk disini," seru Dillan.
"Hai Kak Dillan, Kak Farrel," sapa Oliv.
__ADS_1
"Lan, gue duluan gue lupa mau ngerjain tugas dulu," seru Dillan datar dan langsung meninggalkan semuanya.
Ayumi hanya menghela nafasnya kasar, dia tahu kalau Farrel pasti masih marah kepadanya.
"Kak Farrel kenapa?" tanya Sasa.
Dillan hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu. Farrel pergi ke ruangan musik, dan melampiaskan kekesalannya disana.
"Sial, kenapa gue jadi marah sama Ayumi, memangnya Ayumi siapanya gue? gue kan ga berhak ngelarang Ayumi dekat dengan siapapun," gumam Farrel dengan mengotak-ngatik gitar yang ada disana.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat Farrel menoleh.
"Kamu ngapain sih deketin anak baru itu? sudah tahu dia sok kecantikan semua cowok keren di sekolahan ini dia deketin," seru Bella yang langsung duduk dihadapan Farrel.
"Jaga mulut lo Bel, jangan sembarangan kalau ngomong, Ayumi tidak salah kok," sahut Farrel.
"Kenapa sih Rel, tidak bisakah kita balikan lagi seperti dulu? aku masih sayang sama kamu Farrel," seru Bella dengan menggenggam tangan Farrel.
Farrel dengan cepat menepis tangan Bella..
"Sampai kapan pun kita tidak akan pernah balikan lagi, salah sendiri kenapa lo khianati gue dan selingkuh di belakang gue?"
"Aku minta maaf Rel, aku khilaf waktu itu," rengek Bella.
"Sudahlah Bell, gue malas ngomong sama lo."
"Awas kamu Farrel, sebentar lagi lo bakalan bertekuk lutut sama gue," Gumam Bella.
Farrel menuju toilet, tiba-tiba dia ingin buang air kecil. Sesampainya di toilet, tidak ada siapa-siapa, Farrel pun segera masuk kedalam toilet dan menunaikan hajatnya.
Farrel keluar dari toilet dan cepat-cepat dia mencuci tangannya. Pandangannya tertuju kepada salah satu murid yang saat ini sama seperti Farrel sedang mencuci tangannya. Farrel tahu kalau itu anak baru yang tadi pagi bergandegan tangan dengan Ayumi.
Farrel segera melangkahkan kakinya hendak meninggalkan toilet itu tapi suara Yuda menghentikan langkah Farrel.
"Kakak harus berhati-hati, karena ke depannya Kakak akan mendapatkan masalah," seru Yuda dengan santainya sembari mencuci tangannya.
Farrel membalikkan tubuhnya dan menghampiri Yuda.
"Maksud lo apa ngomong seperti itu?" tanya Farrel dengan wajah kesalnya.
"Tidak ada maksud apa-apa, gue cuma memperingatkan Kakak saja kalau nanti Kakak akan mendapatkan masalah," sahut Yuda.
"Tahu darimana lo? jangan-jangan lo anak dukun ya?" sentak Farrel.
Yuda hanya mengangkat sudut bibirnya sedikit dan langsung pergi tanpa menghiraukan ocehan Farrel.
Waktu pulang pun tiba, kali ini Ayumi ikut sama Denis. Ayumi ingin menghindari Yuda yang dari tadi terus saja mengikuti yang ingin mengantarkan Ayumi pulang. Berbeda dengan Denis yang tampak bahagia karena bisa berboncengan dengan Ayumi.
Sementara itu Bella membawa Riska ke suatu tempat.
__ADS_1
"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Riska.
"Jangan banyak omong, pokoknya lo harus temenin gue ke suatu tempat."
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan memakan waktu, mobil Bella memasuki daerah perkampungan dipinggiran kota dengan jalanan yang sangat sepi.
"Bel, lo mau kemana sih sebenarnya?" tanya Riska cemas.
Bella menghentikan mobilnya di samping kebun singkong karena jalanan menuju tempat yang dituju kecil tidak masuk mobil.
"Kita harus jalan kaki untuk ke rumahnya," seru Bella.
"Bel, dari tadi gue tanya kita mau kemana?"
"Kita mau ke rumah Mbah Sukirman."
"Mbah Sukirman? siapa dia?" tanya Ridka bingung.
"Dia itu dukun santet paling hebat."
"Apaaaa? jangan gila lo Bell, ngapain lo ke rumah dukun santet? jangan bilang lo mau nyantet seseorang," tebak Riska.
"Ya memang tujuan gue itu, sudah lo jangan banyak ngomong dan banyak tanya, ikuti saja gue," sahut Bella.
Riska sangat ketakutan, dia merapatkan tubuhnya ke Bella, suasana di kampung itu begitu sangat menyeramkan.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1