
💀
💀
💀
💀
💀
Hari ini adalah hari dimana SMA CITA-CITA BANGSA akan melaksanakan kemping ke Cisarua Bogor, karena lokasinya yang lumayan jauh mereka berangkat pagi-pagi sekali.
Drama lagi-lagi dimulai, Farrel dan Yuda berebut ingin satu kursi bersama Ayumi hingga akhirnya Ayumi pun memilih duduk bersama Denis, otomatis membuat Denis senang bukan main.
"Awas lo mata empat," gerutu Yuda.
Bus pun mulai melaju, semua anak-anak mulai menyanyikan lagu-lagu dengan riangnya hingga di pertengahan jalan, Farrel meminta Denis untuk pindah karena Ayumi pun sudah tertidur.
Butuh beberapa jam untuk sampai di tempat tujuan, suasana sejuk mulai terasa karena bus yang mereka tumpangi mulai memasuki daerah perhutanan. Banyak pohon-pohon besar yang tumbuh di kiri-kanan jalan membuat suasana semakin sejuk tapi berbeda dengan Ayumi yang terlihat memalingkan wajahnya karena banyak sekali hantu-hantu disana dan Ayumi tidak mau melihatnya.
"Kenapa Ay? kamu lihat setankah?" tanyq Farrel.
"Bukan lihat lagi Kak, banyak banget malah."
"Pantesan aja aku langsung merinding."
"Ya iyalah merinding, si Disha ada di samping Kakak," batin Ayumi dengan senyumannya.
Tidak lama kemudian, bus pun sampai di parkiran yang lumayan luas karena tempat itu memang biasa dipakai untuk kemping.
Semuanya mulai turun dari bus, Ayumi merentangkan kedua tangannya merasa sangat nyaman dengan udara disana.
"Wah, ternyata kita kemping tidak jauh dari sungai jadi kita ga susah kalau mau cuci-cuci apa pun," seru Olive.
"Hooh, sejuk banget suasananya."
Yuda menghampiri Ayumi dan membisikan sesuatu. "Lo harus hati-hati, sungai itu banyak penunggunya jangan banyak melamun dan sering-seringlah berdo'a meminta perlindungan kepada Allah."
Ayumi menganggukan kepalanya, Farrel pun mengambil pengeras suara supaya semuanya berkumpul.
"Anak-anak, untuk SMA CITA-CITA BANGSA kebetulan kita dapat tempatnya berdekatan dengan sungai, Ibu harap kalian berhati-hati dan jangan membuat tenda terlalu dekat dengan sungai ya. Oke, sekarang kalian mulai membuat tendanya masing-masing."
"Baik Bu."
Semuanya pun berpencar dan mulai membuat tenda masing-masing, begitu pun dengan sekolah BAKTI SENTOSA sudah mulai sibuk.
"Bagaimana caranya buat tenda, gue sama sekali ga tahu," seru Ayumi.
"Sama, gue juga ga tahu," sahut Sasa.
"Butuh bantuan?" seru Farrel dan Yuda bersamaan.
"Apaan sih lo curut, ikut-ikutan aja," ketus Farrel.
"Ye...Kakak yang ikut-ikutan, gue kan memang dari tadi berniat mau bantuin Ayumi," sahut Yuda.
"Sudah sana, biar gue saja lebih baik sekarang lo cari kayu bakar atau apalah."
"Idih ogah, pokoknya gue mau bantuin Ayumi," sahut Yuda.
Yuda pun segera mengambil tenda milik Ayumi dan segera mendirikannya, begitu pun dengan Farrel yang tidak mau kalah dengan Yuda. Akhirnya mereka berdua saling berebut, membuat Ayumi sangat kesal.
"Stoooooppp...." teriak Ayumi.
__ADS_1
Yuda dan Farrel langsung terdiam, begitu pun dengan anak-anak yang lainya yang ikut menoleh ke arah mereka.
"Kalau kalian terus-terusan bertengkar seperti itu, bukanya membantu membuat tenda malah tendanya bakalan rusak. Sekarang kalian mau bantuin atau enggak? kalau hanya ingin bertengkar, lebih baik kalian pergi biar gue cari bantuan orang lain saja!" tegas Ayumi.
"Eh jangan."
Lagi-lagi Farrel dan Yuda menjawabnya bersamaan.
"Ciee..ciee..dari tadi jawabnya barengan mulu, jangan-jangan kalian jodoh," seru Denis.
"Idih amit-amit, lo kalau ngomong asal mangap aja gue masih normal, ga tahu kalau orang yang ada di samping gue," ketus Yuda dengan melirik Farrel.
"Gue juga masih normal ya, jangan sembarangan kalau ngomong," sahut Farrel.
"Sudah diam, mau lanjutin buat tenda ga?" kesal Ayumi.
"Oke..oke..kita buatin tenda."
Akhirnya Farrel dan Yuda pun bekerjasama membuat tenda.
"Ih, si Ayumi manja banget sih buat tenda aja pakai dibuatin segala padahal kan gampang banget," kesal Bella.
"Biasalah Bell, dia cari perhatian," sahut Riska.
Setelah semuanya beres membuat tenda, semua orang pun bekerja ada yang mengambil air, mencari kayu bakar, memasak makanan, dan sebagainya.
"Ay, kita cari kayu bakar aja yuk! soalnya kalau yang masak sudah banyakan tuh," seru Olive.
"Ayo."
Ayumi, Olive, dan juga Sasa memutuskan untuk mencari kayu bakar begitu pun dengan Disha yang ikut serta bersama mereka.
"Kakak, hati-hati disini banyak setan jahatnya," seru Disha.
"Serius apaan Ay?" tanya Sasa bingung.
"Ah, bukan apa-apa," sahut Ayumi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ketiga perempuan cantik itu fokus mengumpulkan kayu bakar, hingga Ayumi pun menghentikan pergerakannya. Dari kejauhan, Ayumi melihat seorang anak dengan pandangan yang kosong sedang berjalan masuk ke dalam hutan.
"Anak itu mau kemana?" gumam Ayumi.
"Tolongin Kak, sepertinya Kakak itu sedang mendapat gangguan dari penunggu tempat ini," seru Disha.
Ayumi pun menghentikan kegiatannya dan mengejar anak itu.
"Ay, lo mau kemana?" teriak Olive.
Akhirnya Olive dan Sasa pun menyusul Ayumi, Ayumi terus mengejar anak itu hingga akhirnya Ayumi pun bisa menyusulnya dan menepuk pundak anak itu.
"Hai, lo mau kemana?" tanya Ayumi.
Anak itu langsung tersadar dan membalikan tubuhnya, anak itu merasa terkejut karena dia sudah berada dalam hutan.
"Kenapa gue ada disini?"
"Tadi lo berjalan sendirian kesini."
"Ah iya, tadi gue melihat ada Nenek gue dan dia bilang gue harus ikut dengannya."
"Nenek? memangnya lo kesini bawa Nenek lo?" tanya Olive.
Anak itu menggelengkan kepalanya kemudian menunduk sedih. "Nenek gue sudah meninggal satu minggu yang lalu, tapi Nenek gue selalu mendatangi gue seolah-olah dia tidak ingin mengatakan sesuatu sama gue."
__ADS_1
"Ih, kok gue tiba-tiba merinding ya," seru Sasa.
"Ros, Rosa dimana kamu!" teriak sekelompok orang.
"Itu suara Kakak gue."
Dan benar saja, lima orang laki-laki datang dan langsung menghampiri mereka.
"Ya ampun Rosa, kami bikin Kakak khawatir saja darimana sih kamu?" seru laki-laki itu khawatir.
"Maaf Kak, tadi Rosa lihat Nenek berjalan kesana."
"Sadar Rosa, Nenek sudah meninggal kenapa kamu selalu bicara seperti itu."
Perempuan bernama Rosa itu menundukan kepalanya, laki-laki itu pun menoleh ke arah Ayumi dan teman-temannya.
"Loh, bukanya kalian anak-anak SMA CITA-CITA BANGSA ya? ngapain ada disini?"
"Tadi gue lihat dia berjalan mau masuk ke hutan, lalu gue mengejarnya," sahut Ayumi.
"Terima kasih ya sudah nolongin adik gue, soalnya semenjak Nenek meninggal Rosa suka berhalusinasi melihat Nenek."
"Iya sama-sama."
"Ayo Rosa kita kembali ke tenda, awas kalau pergi tanpa izin lagi."
"Iya Kak."
Rosa pun tersenyum ke arah Ayumi kemudian pergi mengikuti Kakaknya, sementara itu Sasa dan Olive malah melongo melihat Kakak Rosa yang terlihat sangat ganteng.
"Sa, ganteng sekali Kakaknya Rosa."
"Iya Liv, bikin gagal fokus."
"Sudah-sudah, ayo kita kembali ke tenda kayu bakarnya pun sudah banyak!" ajak Ayumi.
Ketiga perempuan itu pun kembali ke tenda, Ayumi menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang. Terlihat Nenek-nenek dengan wajah yang sangat menyeramkan tersenyum menyeringai kepada Ayumi.
"Astagfirullah."
Ayumi langsung membalikan tubuhnya dan segera menyusul teman-temannya untuk kembali ke tenda.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU