DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Kepergian Disha


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Pagi ini Ayumi seperti biasa berangkat ke sekolah dengan di temani Disha, Ayumi dan Disha saling bergandengan tangan membuat siapa saja yang melihatnya merasa aneh bahkan tidak sedikit pun yang merasa merinding juga.


Pagi ini Ayumi menggunakan Bus ke sekolah karena Mama Anis sangat sibuk di toko kuenya dan tidak bisa mengantar Ayumi ke sekolah.


Ayumi bukan anak yang sombong, disaat anak-anak zaman sekarang lebih memilih naik gojeg ataupun taksi online, Ayumi justru lebih senang naik Bus karena bagi Ayumi naik Bus itu sangat menyenangkan.


"Kak, kok perasaan Disha ga enak ya!"


"Ga enak bagaimana?" tanya Ayumi.


Semua penumpang menoleh kepada Ayumi, mereka merasa aneh soalnya Ayumi hanya duduk sendirian. Ayumi hanya bisa tersenyum canggung mendapat perhatian dari semua penumpang.


"Kadang-kadang Disha suka menghilang tanpa Disha mau, dan Kakak tahu Disha juga kadang-kadang jadi ga bisa menyentuh barang-barang yang ada di kamar Kakak, Disha juga ga tahu kenapa bisa seperti itu," seru Disha.


Ayumi hanya mendengarkan keluh kesah hantu anak kecil itu, hingga tanpa terasa Ayumi pun sampai di halte yang tidak jauh dari sekolah.


Ayumi kembali menggandeng tangan Disah, entah kenapa kok rasanya Ayumi akan berpisah dengan Disha.


"Kak, itu lagi mau dibangun apa?" tunjuk Disha.


"Oh itu, katanya sih di depan sekolah Kakak akan dibangun sebuah mini market gitu."


Disha pun terus saja memperhatikan lahan yang saat ini sedang di ratakan oleh sebuah alat berat.


"Disha, Kakak masuk dulu ya kamu mau ikut atau mau disini saja?" seru Ayumi.


"Disha mau disini saja ya Kak."


"Ya sudah, jangan nakal, jangan gangguin para pekerja itu."


"Siap Kak."


Ayumi pun segera masuk ke dalam sekolah, sedangkan Disha masih merenung memperhatikan lahan itu.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, hingga bel istirahat pun berbunyi. Kali ini ada yang berbeda, anak-anak biasanya berlarian ke kantin tapi kali ini justru mereka berlarian keluar gerbang.


"Loh, mereka mau pada kemana?" tanya Sasa.


"Kok pada lari keluar sekolah sih?" sambung Olive.


"Kita lihat yuk, ada apa?" ajak Ayumi.


Ketiga gadis cantik itu pun ikut berlari keluar sekolah, mereka merasa sangat penasaran.


"Woi, kalian mau kemana?" teriak Yuda.


"Kita susul saja Yud," ajak Denis.

__ADS_1


Yuda dan Denis pun ikut menyusul ketiga gadis cantik itu. Sesampainya di pinggir jalan, ternyata sudah banyak orang berkerumun bahkan ada Polisi juga.


"Ada apa sih ini?" tanya Ayumi kepada salah satu temannya.


"Tadi pekerja bangunan ada yang menemukan potongan tulang tangan manusia."


"Hah, yang benar?" seru Olive.


"Ih, serem amat," sahut Sasa.


Dari kejauhan, Ayumi melihat Disha berdiri di samping kerumunan para polisi itu.


"Disha, ngapain dia ada disitu?" seru Ayumi.


"Hah, Disha."


Disha menoleh dan melihat keberadaan Ayumi, kemudian dengan cepat tiba-tiba Disha berada di samping Ayumi dengan menundukan kepalanya.


"Kamu kenapa Disha?" bisik Ayumi.


"Kak, itu tulang tangan milik Disha."


"Apa?"


Semua orang menoleh ke arah Ayumi, tak terkecuali Sasa, Olive, Yuda, dan Denis.


"Bagaimana ini Yud?" tanya Ayumi.


Yuda tampak berpikir, bagaimana caranya meyakinkan polisi itu supaya mereka percaya dan mau menyerahkan tulang tangan itu.


"Kakak bilang saja mengenai kejadian puluhan tahun lalu di rumah ujung jalan sana, saat Ibu dan anak tewas dibunuh secara tragis, pasti ada salah satu polisi yang tahu dengan kejadian itu karena itu merupakan kejadian yang menggegerkan pada waktu itu," seru Disha.


Pulang sekolah pun tiba...


Ayumi dan teman-temannya datang terlebih dahulu ke bekas rumah Disha untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan bukti dan ternyata Ayumi menemukan surat kabar usang yang memberitakan masalah kejadian Disha.


"Guys, gue menemukannya!" seru Ayumi.


"Bagus, kita bisa berikan ini kepada polisi itu," sahut Yuda.


Akhirnya Ayumi dan yang lainnya segera pergi menuju kantor polisi. Yuda dan Ayumi menjelaskan semuanya kepada pihak polisi, butuh waktu yang lumayan lama untuk membuat polisi itu percaya, hingga akhirnya polisi pun menyerahkan tulang tangan milik Disha itu kepada Yuda dan Ayumi.


Waktu sudah sore dan sebentar lagi malam, mereka membawa tulang tangan itu ke bekas rumah Disha.


"Disha ini tulang tangan kamu," seru Yuda.


"Terima kasih Kak, kalian memang baik sudah mau membantu Disha," sahut Disha.


Tiba-tiba muncul sosok perempuan berdarah Belanda dan merangkul pundak Disha.


"Sayang ayo kita pergi, sekarang saatnya kita pergi dari sini," seru perempuan yang diyakini adalah Mamanya Disha.


Disha pun menghampiri Ayumi. "Kak, terima kasih sudah mau berteman dengan Disha dan membantu Disha juga," seru Disha.


"Iya sama-sama Disha," sahut Ayumi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Selamat tinggal Kak, Disha harus pergi sekarang."

__ADS_1


Disha pun memeluk Ayumi, dan akhirnya Ayumi pun tidak bisa menahan airmatanya. Disha pun beralih memeluk Yuda, awalnya Yuda menghindar tapi Disha tidak melepaskan pelukannya dan itu akhirnya membuat Yuda terdiam.


"Terima kasih Kak, walaupun Kakak galak tapi Kakak sudah baik sama Disha."


"Iya-iya, sudah lepaskan gue males di peluk sama setan mendingan di peluk sama Ayumi," seru Yuda.


"Apaan sih Yud?"


"Bercanda Ay."


Disha pun beralih bergantian memeluk Sasa, Olive, dan Denis.


"Kok gue merasa ada yang meluk gue ya, tapi dingin banget," seru Sasa.


"Iya gue juga merasakannya," sahut Olive.


"Sama, tapi kok gue jadi merinding ya," seru Denis.


"Itu tadi Disha meluk kalian," seru Ayumi.


"Hah, serius Ay?"


"Iya, dia mau pamitan karena sekarang kan tulang tangannya sudah diketemukan."


"Terima kasih ya, selama ini sudah mau berteman dengan anak saya," seru Mama Disha.


Tiba-tiba, sebuah cahaya menyilaukan mata muncul membuat Ayumi dan teman-temannya memejamkan matanya.


"Selamat tinggal semuanya."


Bersamaan dengan suara itu, cahaya itu pun menghilang. Ayumi kembali meneteskan airmatanya, bagaimana pun selama ini Disha sudah menjadi temannya.


"Ayo kita pulang, sudah malam!" ajak Yuda.


Mereka pun pergi dari rumah itu...


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2